Matur Nuwun

Semalam, setelah saya sampai di rumah, ART kami pamit pulang karena jam kerjanya memang sampai saya sampai di rumah, Pergi-Pulang.

Iya, Mbak, silahkan. Matur nuwun ya, Mbak.

Tiba-tiba Si Mas nyeletuk, “Mama, matur nuwun itu apa?”

Hahaha… Matur nuwun itu terima kasih, Nak.

(Wah, bisa-bisa bahasa Jawa tidak lagi dimengerti oleh keturunan kami karena tidak dipakai dalam percakapan dengan anak-anak) πŸ˜›

Iklan

Buku Daun

Masih seputar kegiatan bermain anak-anak pekan lalu. Saya sedang belajar mendokumentasikan kegiatan anak-anak semampu saya, mengingat terbatasnya waktu saya bersama mereka. Setidaknya, Sabtu-Minggu adalah hari tanpa “kosongnya ruh” dalam setiap aktifitas bermain mereka. Akhir pekan adalah bermain sesuatu yang beda.

Di komplek kecil rumah kami, ditanami bunga (saya ngga tahu namanya) sejenis pohon pisang. Saya biasanya menyebut kembang pisang-pisangan.

Daunnya seperti daun pisang biasa, cuma ukurannya kecil, mengingatkan saya pada permainan saya jaman saya kecil.

Kakak dan Mas, masing membawa pisau dapur. Tentu saja dengan pengawasan penuh dari saya. Mereka memotong pelepah daun bunga itu beberapa.

Di teras rumah, Kakak memisahkan daun dan batangnya. Daunnya dipotong-potong (bisa juga disobek)lagi dengan ukuran yang kurang-lebih sama. Ditumpuk dan terakhir disemat lidi di satu sisinya. Terciptalah sebuah buku! Yaaah, kayak notes kecil gitulah. Ambil lagi lidi, pura-puranya itu pensilnya.

Kalau Mas masih dibantu memisahkan daun dan batangnya. Mas belum lihai menggunakan pisau. Gak papa ya Mas, lama-lama juga bisa nanti. Mas belajar memotong pelepah saja deh.

Pelepah daun, kami gunakan bermain pura-pura, sebagai pedang dalam anggar. Hehehhe. Bukan perang-perangan ya, Nak, ini pertandingan anggar, olahraga…!

Alhamdulillaah, kami senang selama bermain. Kakak seringnya malu-malu kalau difoto, jadinya gini deh.


Posted with WordPress4blackberry.

Pindah Rumah (2)

Bulan depan, aku dan keluarga akan menjadi warga Kota Bekasi. Alhamdulillaah Allah SWT memberi kami ijin untuk memiliki sebuah rumah akhir tahun ini. Setelah 5 tahun hidup di rumah sewaan, kami akhirnya akan tinggal di rumah sendiri.

Semoga rumah kami menjadi rumah yang membawa lebih banyak kebaikan, kebahagiaan, ketentraman bagi penghuninya dan lingkungan sekitarnya. Juga menjadikan penghuninya lebih bersemangat dalam melakukan ibadah danΒ  aktifitas positif lainnya. Amiin…

Rumah itu sudah 80%, semoga bulan depan bisa 100%. Β Kalaupun belum, kami harus tetap pindah karena masa sewa rumah kami yang sekarang akan berakhir bulan depan hehehe…