NiceHomeWork#9

Nice HomeWork#9

*BUNDA sebagai AGEN PERUBAHAN*

Bunda, kalau sudah menemukan passion (ketertarikan minat ) ada di ranah mana, mulailah lihat isu sosial di sekitar anda, maka belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat.

Rumus yang kita pakai :

*PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE*

Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.

Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.

Sehingga bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.

Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.

Mulailah dari yg sederhana, lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita.

Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita.

Bagaimana caranya? Isilah bagan-bagan di bawah ini:

Selamat menjadi agen perubahan, karena…

_Everyone is a Changemaker_

( Setiap orang adalah agen perubahan)

Sampai jumpa di perkuliahan Ibu Profesional selanjutnya untuk bisa lebih memahami secara detil matrikulasi IIP ini.

Salam,

/Tim Fasilitator IIP/


Bismillaah,

Sebenernya kegiatan sejenis ini sudah pernah saya coba lakukan. Namun tidak berlanjut, karena saya sudah mulai hopeless. Hehe.

Sebagai warga pendatang, saya ingin lebih mengenal lingkungan tempat tinggal saya, maka saya mengikuti arisan Ibu-ibu tingkat RW. Namun seiring berjalan waktu, saya merasa kurang nyaman disebabkan oleh adanya praktik riba pada sistem simpan-pinjam di arisan tersebut. Saya mencoba membuka diskusi mengenai itu, namun ibu-ibu merasa bahwa yang mereka lakukan adalah lumrah, toh semua anggota setuju. Yaaa, seperti itulah. Pinjaman berbunga.

Yang kedua, ketika Ulung mulai sekolah di Paud dekat rumah. Saya lihat, ibu-ibu di sana menunggu anak-anak dengan hanya ngobrol, makan-makan, rumpi-rumpi gitu deh. Jadi saya berinisiatif membawa buku dan majalah lama saya. Peminatnya sedikit, hihihi. Antusiasme membacanya juga kurang. Hanya 1-2 orang yang menyambut baik.

Namun sejak ada NHW#9 ini, saya berpikir untuk membawa majalah dan buku-buku lagi. Apalagi sekarang saya sudah semakin akrab juga dengan ibu-ibu itu. Ditambah lagi, di antara mereka ada yang berprofesi sebagai guru SBK. Sepertinya saya perlu mengajaknya bicara untuk do something different di Paud.

Berikutnya, sejak NHW#7, saya memutuskan untuk back to craft. Pertimbangannya adalah saya menjadi produsen pernik-pernik yang bisa dijual oleh anak khodimat saya, demi membantunya memperoleh tambahan penghasilan.

Saya belum bisa post tabel di blog, jadi NHW#9 saya, adalah :

  • Minat, Hobi, Ketertarikan :
    Craft
    Buku
  • Skill :
    Membuat Kreasi, Percaya diri, Komunikatif
  • Isu Sosial :
    Sampah
    Kurangnya minat baca

 

  • Masyarakat :
    Ibu-ibu dan Anak-anak di Paud, Khodimat

 

  • Ide Sosial :
    Sharing pembuatan kreasi berbahan sampah/ barang bekas, Menyediakan majalah dan buku-buku, Mendongeng / Membacakan buku.

 

Semoga Alloh Ta’ala memberikan kemudahan kepada saya dan Teman-teman melaksanakan NHW#9 ini yaa…

Iklan

Review NHW#8

Review NHW #8
Matrikulasi Ibu Profesional batch #3

MISI HIDUP dan PRODUKTIVITAS

Terima kasih untuk teman-teman yang sudah mengerjakan NHW#8 dengan bersungguh-sungguh. Perbedaan dari orang yang sama-sama belajar itu adalah dari kesungguhannya. Ada yang hanya sekedar menggugurkan kewajiban yang penting sudah mengumpulkan PR dan ada yang memang bersungguh-sungguh mengerjakan untuk menjadikannya “ROAD MAP” dalam kuliah kehidupannya. Maka di NHW #8 ini kita akan melihat bagaimana produktivitas seorang bunda bisa erat berkaitan dengan misi spesifik hidupnya.

Pola BE-DO-HAVE yang kita gunakan ini akan membuka mindset kita terlebih dahulu akan sebuah makna produktif, kemudian mengerjakan sesuai dengan jalan hidupnya, dan akhirnya mendapatkan hasil dan pencapaian yang cocok antara kehendak kita dan kehendak Allah. Hal ini akan membuat bunda lebih mantap melangkah, apalagi kalau dihubungkan dengan pertanyaan NHW#8

Pertanyaan di NHW #8 itu saling berkaitan, mari kita simulasikan berrsama, kemudian aplikasikan sesuai dengan diri bunda masing-masing.

a. Ambil satu saja dari  aktivitaa yang anda SUKA dan BISA

Misal : Memasak

b. Anda ingin menjadi apa? ( Be)

Misal : ingin menjadi ahli memasak untuk makanan ” gluten free”

c.Apa yang ingin anda lakukan? (DO)

misal : saya akan mulai bereksperimen tentang makanan gluten free dan mengedukasi masyarakat tentang makanan gluten free.

d. Apa yang ingin anda miliki? (Have)

(bisa secara materiil maupun immateriil bebas anda pilih, boleh salah satu atau dua-duanya)

contoh :
Materiil : Saya ingin memiliki rumah  “healthy food”

Immateriil : saya ingin memiliki legacy dalam hidup saya ttg makanan “gluten free” ini sehingga anak Indonesia akan tumbuh dengan sehat tanpa bergantung dengan gandum.
Setelah itu kita susun langkah-langkahnya :

a. Life time purpose
Saya ingin  memperjuangkan Indonesia Bebas Gandum, dengan mulai menghilangkan ketergantungan masyarakat terhadap gandum

b.Strategic Planning
Dalam waktu 5 tahun ke depan saya ingin dikenal sebagai ahli gluten free, sehingga saya konsisten mempelajari hal tersebut mulai dar sekarang.

c. New Year Resolution
Dalam kurun waktu 2017 – 2018 ini saya ingin menerapkan program “One Month One Recipe” sehingga akan muncul 12 resep baru gluten free dalam 1 tahun ini, dan mengajarkannya kepada anak-anak dan keluarga di sekitar saya.

Apabila sampai sekarang Anda masih galau belum menemukan apa sebenarnya yang akan anda lakukan, jangan khawatir.
Mari kita kuatkan proses,

Karena

Proses itu HAK kita, dan hasil itu HAK ALLAH

Nah untuk lebih menguatkan proses, silakan buat list dan tempel di rumah, ada banyak contoh, salah satunya saya berikan sample di bawah ini:

Ini contoh menguatkan BE-DO-HAVE mingguan sampai ketemu ranah produktivitas bunda.

Tahapannya :

🍀ambil ranah yang anda SUKA dan BISA dulu,

🍀simulasikan di form BE-DO-HAVE

🍀Susun lifetime purpose, strategic plan dan new year resolution

🍀Turunkan secara mingguan aktivitas-aktivitas yang harus anda capai untuk bisa menjadi bunda produktif.

Demikian review NHW#8 silakan dicermati sekali lagi, karena ini akan menjadi pijakan untuk tahap berikutnya.

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Sumber bacaan :
David Y,  The “Be Do Have” Paradigm, Avenue South, 2013
Tim Matrikulasi IIP, Misi dan Produktivitas, 2016
Hasil Nice Homework #8, peserta matrikulasi IIP batch #3

 

NiceHomeWork#8

MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Bunda, setelah di materi sesi#8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :

a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)

b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE DO HAVE” di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulsi IIP/

____________________________________

MaasyaaAllaah…

Aktivitas yang saya SUKA DAN BISA : Craft dan Belajar Bahasa Arab

1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)

Hamba Alloh yang semakin sadar akan pengawasan-Nya, Istri dan Ibu yang menyenangkan, pelaku gaya hidup Go Green, crafter
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)

Belajar agama lebih banyak, belajar Bahasa Arab sehingga anak-anak termotivasi untuk mempelajarinya juga, mengikuti rangkaian pembelajaran di Institut Ibu Profesional, tetap memasarkan buku-buku di onlineshop, mengalokasikan waktu lebih banyak untuk kegiatan craft.
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

Iman baja, Keluarga yang se-visi dalam Islam, Integritas dalam peran saya sebagai ibu dan istri, toko buku, barang kerajinan siap jual (ready stock).

3 (tiga) aspek dimensi waktu :

1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

Ridho Allah, ridho suami, ridho orangtua, generasi tangguh yang shalih-shalihah, memberi banyak manfaat kepada sesama.

2. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)

Menyebarkan semangat cinta buku dan cinta kegiatan Go Green, melaksanakan Haji bersama suami, memiliki penghasilan dari craft dan buku.
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Bisa mengemudikan mobil, memiliki craft gallery, pindah tempat tinggal, berkontribusi dalam bank sampah (di lingkungan baru yang saya idamkan), DEBT FREE.

 

Review NHW#7

NHW#7 ini adalah sesi Konfirmasi.

Belajar mengkonfirmasi ada yang sudah kami temukan, apa yang sudah kami baca, tentang Diri Kami Sendiri, melalui tools yang dibuat oleh para ahli di bidang pemetaan bakat. Namun perlu diingat bahwa menggunakan berbagai tools peta-bakat adalah sarana terakhir setelah kami menggunakan mata fisik dan mata batin kami untuk melihat dan membaca diri dengan jujur, sehingga kami dapat memahami tanda-tanda yang Alloh Ta’ala berikan agar kami dapat menjalankan peran produktif.

Kabar baiknya, latihan membaca diri ini menjadi berguna untuk kami menggali minat dan bakat anak-anak kami, dari aktifitas keseharian mereka, mengamati sifat-sifat dominan mereka, yang mungkin akan menjadi peran produktif mereka di kemudian hari (tanpa perlu berburu alat pemetaan bakat).

_________

Selanjutnya, di NHW7 saya mendapatkan peta Potensi Kekuatan saya.

Potensi Kekuatan adalah aktifitas yang saya SUKA melakukannya dan saya BISA dengan mudah melakukannya, hasilnya bagus dan produktif.

Mengapa ranah SUKA pertama kali ditekankan? Karena membuat BISA itu mudah, sedangkan membuat SUKA itu baru tantangan.

Setelah ranah SUKA dan BISA ini sudah menjadi “Enjoy, Easy and Excellent”, maka mulai mencoba ke ranah lain selama aktifitas itu masuk dalam kuadran BISA.

Apa saja kaaaaaahhhh?

Kuadran 1 : Aktivitas yang saya SUKA dan BISA : Craft, membaca buku, belajar bahasa (arab/inggris)

Kuadran 2 : Aktivitas yang saya SUKA tetapi saya TIDAK BISA : Mengemudikan mobil, menjahit menggunakan mesin jahit

Kuadran 3 : Aktivitas yang saya TIDAK SUKA tetapi saya BISA : Memasak

Kuadran 4: Aktivitas yang saya TIDAK SUKA dan TIDAK BISA : Mengatur/mencatat keuangan secara rapi

___

Ayo, Mama… semua menjadi semakin jelas. Semangattt!

 

NiceHomework#6

Bismillaah

Nhw pekan ini memaksa saya untuk muhasabah. Hiks.

1. Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting

Jawab :

Paling penting adalah
a. Ibadah dan belajar agama
b. Membersamai keluarga
c. Pekerjaan domestik. Ini penting krn kalo ini tidak terlaksana, selanjutnya semakin banyak dan numpuk. Karenanya saya beri nama Exciting Things. Hehe.

Paling tidak penting adalah
a. Menonton acara gosip dan drama
b. Terlalu lama online di Facebook dan Instagram.
c. Bermalasan ketika suasana hati jelek

2. Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?

Jawab :

Pekerjaan rumah tangga, menonton tivi, dan bersosmed. Huwaaaa.

3. Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.

4. Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)

5. Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.

6. Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan.

Jawab :

Subuh – 7 pagi = mandi, sholat, menyiapkan sarapan, menyapu halaman, antar anak-anak sekolah

7.30 – 08.30 = belanja bahan makanan, membereskan dapur, menyapu rumah, mengantar Si Bungsu ke Paud.

9 – 12 = kadang menunggu anak di Paud, mencuci baju, memasak, crafting.

12 – 14 = ishoma, main sama anak, jemput sekolah

15 – 18 = gadget free, membersamai anak, ibadah, bersih-bersih badan dan beres-beres rumah, memasak bila siang skip masak.

18 – 21 = quality time dg anak-anak

7. Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik?
kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

Berjuang, Mama!
__

Review NHW#5

📝 BELAJAR CARA BELAJAR 📝

( Learning how to Learn)

Bunda dan calon bunda yang selalu semangat belajar, bagaimana rasanya mengerjakan Nice Homework di sesi #5 ini? Melihat reaksi para peserta matrikulasi ini yang rata ada di semua grup adalah

a. Bingung, ini maksudnya apa?

b. Bertanya-tanya pada diri sendiri dan mendiskusikannya ke pihak lain, entah itu suami atau teman satu grup

c. Mencari berbagai referensi yang mendukung hasil pemikiran kita semua

d. Masih ada yang merasakan hal lain?

Maka kalau teman-teman merasakan semua hal tersebut di atas, kami ucapkan SELAMAT, karena teman-teman sudah memasuki tahap belajar cara belajar.

Nice Homework #5 ini adalah tugas yang paling sederhana, tidak banyak panduan dan ketentuan. Prinsip dari tugas kali ini adalah Semua Boleh, kecuali yang tidak boleh. Yang tidak boleh hanya satu, yaitu diam tidak bergerak dan tidak berusaha apapun.

Selama ini sebagian besar dari kita hampir memiliki pengalaman belajar yang sama, yaitu OUTSIDE IN informasi yang masuk bukan karena proses “rasa ingin tahu” dari dalam diri kita melainkan karena keperluan sebuah kurikulum yang harus tuntas disampaikan dalam kurun waktu tertentu. Sehingga belajar menjadi proses penjejalan sebuah informasi. Sehingga wajar kalau banyak diantara kita menjadi tidak suka “belajar”, akibat dari pengalaman tersebut.

Di Institut Ibu Profesional ini kita belajar bagaimana membuat desain pembelajaran yang ala kita sendiri, diukur dari rasa ingin tahu kita terhadap sesuatu, membuat road map perjalanannya, mencari support system untuk hal tersebut, dan menentukan exit procedure andaikata di tengah perjalanan ternyata kita mau ganti haluan.

Ketika ada salah seorang peserta matrikulasi yang bertanya, apakah Nice Homework #5 kali ini ada hubungannya dengan materi-materi sebelumnya? TENTU IYA.

Tetapi kami memang tidak memberikan panduan apapun.

Kalau teman-teman amati, bagaimana cara fasilitator memandu Nice Homework #5 kali ini?

Ketika peserta bertanya, tidak buru-buru menjawab, justru kadang balik bertanya.

Ketika peserta bingung, tidak buru-buru memberikan arah jalan, hanya memberikan clue saja.

Fasilitator banyak diam andaikata tidak ada yang bertanya, karena memberikan ruang berpikir dan kesempatan saling berinteraksi antar peserta.

Itulah salah satu tugas kita sebagai pendidik anak-anak. Tidak buru-buru memberikan jawaban, karena justru hal tersebut mematikan rasa ingin tahu anak.

Membaca sekilas hasil Nice Homework #5 kali ini ada beberapa kategori sbb :

a. Memberikan teori tentang desain pembelajaran

b. Membuat desain pembelajaran untuk diri kita sendiri

c. Menghubungkannya dengan NHW-NHW berikutnya, sehingga tersusunlah road map pembelajaran kita di jurusan ilmu yang kita inginkan.

d. Ada yang menggunakan ketiga hal tersebut di atas untuk membuat desain pembelajaran masing-masing anaknya.

tidak ada BENAR-SALAH dalam mengerjakan Nice homework#5 kali ini, yang ada seberapa besar hal tersebut memicu rasa ingin tahu teman-teman terhadap proses belajar yang sedang anda amati di keluarga.

Semangat belajar ini tidak boleh putus selama misi hidup kita di dunia ini belum selesai. Karena sejatinya belajar adalah proses untuk membaca alam beserta tanda-tandaNya sebagai amunisi kita menjalankan peran sebagai khalifah di muka bumi ini.

Setelah bunda menemukan pola belajar masing-masing, segera fokus dan praktekkan kemampuan tersebut. Setelah itu jangan lupa buka kembali materi awal tentang ADAB mencari ilmu. Karena sejatinya ADAB itu sebelum ILMU.

Belajar ilmu itu mempunyai 3 tingkatan:

1) Barangsiapa yang sampai ke tingkatan pertama, dia akan menjadi seorang yang sombong.

Yaitu mereka yang katanya telah mengetahui segala sesuatu, merasa angkuh akan ilmu yang dimiliki. Tak mau menerima nasehat orang lain karena dia telah merasa lebih tinggi. Bahkan dia juga menganggap pendapat orang yang memberikan nasehat kepadanya, disalahkannya. Selalu mau menang sendiri, tidak mau mengalah meskipun pendapat orang lain itu benar dan pendapatnya yang salah. Terkadang mengatakan sudah berpengalaman karena usianya yang lebih lama namun sikapnya masih seperti kekanak-kanakan. Terkadang ada yang berpendidikan tinggi, namun tak mengerti akan ilmu yang dia miliki. Dia malah semakin menyombongkan diri, congkak di hadapan orang banyak. Merasa dia yang paling pintar dan ingin diakui kepintarannya oleh manusia. Hanya nafsu yang diutamakan sehingga emosi tak dapat dikendalikan maka ucapannyapun mengandung kekejian.

2) Barangsiapa yang sampai ke tingkatan kedua, dia akan menjadi seorang yang tawadhu.`

Tingkatan yang membuat semua orang mencintanya karena pribadinya yang mulia meski telah banyak ilmu yang tersimpan di dalam dadanya, ia tetap merendah hati tiada meninggi. Semakin dia rendah hati, semakin tinggi derajat kemuliaan yang dia peroleh. Sesungguhnya karena ilmu yang banyak itulah yang mampu menjadikannya faham akan hakikat dirinya. Dia tak mudah merendahkan orang lain. Senantiasa santun dan ramah, bijaksana dalam menentukan keputusan suatu perkara. Dia dengan semuanya itu membuatnya semakin dicinta manusia dan insya Allah, Allah pun mencintainya.

3) Barangsiapa yang sampai ke tingkatan ketiga, dia akan merasakan bahwa dia tidak tahu apa-apa ( stay foolish, stay hungry).

Tingkatan terakhir adalah yang teristimewa. Selalu merasa dirinya haus ilmu tetap tidak mengetahui apa-apa (stay foolish, stay hungry) meskipun ilmu yang dimilikinya telah memenuhi tiap ruang di dalam dadanya. Karena dia telah mengetahui hakikat ilmu dengan sempurna, semakin jelas di hadapan mata dan hatinya. Semakin banyak pintu dan jendela ilmu yang dibuka, semakin banyak didapati pintu dan jendela ilmu yang belum dibuka. Justru, dia bukan hanya tawadhu`, bahkan lebih mulia dari itu. Dia selalu merasakan tidak tahu apa-apa, mereka bisa tak berdaya di dalamnya lantaran terlalu luasnya ilmu.

Sampai dimanakah posisi kita? Hanya anda yang tahu.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Sumber Bacaan :

Hasil Nice Homework #5, Peserta matrikulasi IIP Batch #3, 2017

Materi Matrikulasi IIP Batch #3, Belajar cara Belajar, 2017

Materi Matrikulasi IIP Batch #3, Adab Menuntut Ilmu, 20172)

NiceHomework#5

Bismillaah

Untuk mengerjakan NHW#5 ini saya meminta perpanjangan waktu kepada Koodinator Mingguan. Apa pasal? Hehe, jujur sampai kemarin saya masih meraba-raba apa yang saya rasa dan pikirkan, karena tugas kali ini adalah membuat Design Pembelajaran. Untuk siapa? Untuk saya sendiri! Blarrr!

Emang selama ini ngga pernah belajar, apa?

Yaa belajar sih. Dimulai dari belajar semasa sekolah dulu deh. Yang paling saya ingat ya cara belajar yang SKS (Sistem Kebut Semalam) dengan tujuan hanya agar bisa menjawab soal dan mendapat nilai bagus.

Udah tua begini, baru deh ngerasain kalo cara belajar seperti itu ngga efektif untuk saya. Buktinya, memori saya tentang pelajaran itu yaa ngga bertahan lama, apalagi kalo pelajarannya ngga berhubungan dengan aktifitas sehari-hari. Hihihi.

Nah, karena sejak di IIP ini saya mencanangkan untuk belajar ilmu agama (Tauhid), bahasa Arab, parenting, nyetir mobil, dan mengelola sampah, maka saya berpikir bahwa keempatnya ngga bisa dijalani hanya dengan SKS dan hafalan, melainkan dengan praktik.

Padahal bagian praktik inilah bagian yang paling menantang. Hiks.

Yuk mundur ke belakang. Lihat lagi pelaksanaan NHW#4 yang udah dibuat.

Lancar? enggak. Hiks.

Tahu sebabnya? Tahu. Gadget. #Plakk

Jadi, udah tahu Design Pembelajaran yang akan dijalani? Ya, begini :

  1. Patuh gadget hour.
  2. Membuat time-limit sesuai jenis aktifitas. Ini yang baru kemarin saya canangkan. Karena dengan gadget hour 15-18 dan 19-21 ternyata belum efektif untuk harmoni tugas-tugas rumahtangga, maka saya perlu membuat time-limit.
  3. Membuat media belajar yang bersifat visual untuk semakin menguatkan kosakata bahasa arab yang dipelajari.
  4. Menjadwalkan sharing keluarga di akhir pekan, mengenai pengalaman saya sepekan itu, juga review buku yang saya baca pekan itu (sesuai tema yang sudah saya buat di NHW sebelumnya)
  5. Belajar nyetir belum terlaksanana. Suami belum mau ngajarin lagi. Hiks.

Cukup? ya, segini dulu aja.

Everyone is unique, dan design ini cocok untuk saya saat ini.

Semangat!!

 

 

NiceHomework#4

Bismillah

Setelah di NHW#2 saya diajak untuk membuat indikator keprofesionalan saya sebagai manusia, maka tugas di NHW#4 adalah untuk mempertajam, mengajak saya lebih fokus melaksanakannya.

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

Saya tetap pada pilihan saya.

b. Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpacu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

Nah ini bagian tersulit. Hiks, huwaaaaaaaaa… 😦

Saya belum konsisten. Saya masih sering menunda pekerjaan. Saya belum keras berlatih.

c. Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

Sebenernya udah pernah membaca dan mendengar, bahwa saya diciptakan Alloh Ta’ala adalah untuk beribadah kepada-Nya.

Ibadah adalah segala hal yang Alloh cintai, Allah ridhoi.

Dari mana saya tahu tentang yang Alloh cinta dan ridho? Dari sunnah Rosul Muhammad ShollaLloohu ‘alayhi wasallam, sunnah Khulafaurrasyid, para Shahabat, dan nasehat para ulama.

c. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.

Mengingat kaidah Melakukan yang wajib, kemudian yang Sunnah, maka set langkah saya :

KM 0 (nol kilometer), adalah hari ini untuk berlatih menjadi ibu yang bertanggungjawab. Salah satu cara yang saya tempuh adalah mengikuti dan lulus program Matrikulasi IIP ini. Kemudian dilanjutkan KM 1 dan seterusnya adalah Program Bunda Sayang, Bunda Cekatan dan seterusnya sesuai program wajib di IIP.

KM 0 di ilmu agama adalah mulai hari ini. Berjuang meluangkan waktu untuk membaca Kitab Suci, Tafsir, dan buku yang lain.

KM 0 di belajar mengemudi adalah di akhir pekan ini. Saya belum menemukan tempat kursus setir mobil khusus perempuan, sehingga saya akan mulai merayu kembali suami untuk ngajari saya. hihihihi.

KM 0 di pengolahan sampah adalah bulan ini. Sudah menumpuk banyak itu cup bekas eskrim dan tutup galon. Belajar adalah dengan melakukan.

Saya memilih jurusan ilmu yang bersifat seumur hidup, dan paling mendasar (menurut saya lho) sebagai manusia. Kebermanfaatan diri saya yang saya harapkan, sesuai dengan kapasitas saya yang terbatas ini.

e. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

Saya merevisi aktifitas harian saya dengan menambahkan bagaimana perasaan saya ketika melakukannya.

nhw-daftar-pekanan-revisi1

f. Lakukan, lakukan, dan lakukan. Buatlah sejarah!

I have my own journey. Saya merencanakan apa yang saya mampu raih. Terlihat sangat sederhana checklist harian saya. Saya sengaja membuatnya demikian. Saya ingin “selesai dengan diri sendiri” dulu sebelum saya berpikir untuk menginspirasi orang.

Seperti halnya Bu Septi Wulandari, Founder IIP, penggagas materi-materi di IIP. Beliau kini mempunyai misi hidup sebagai inspirator dalam bidang pendidikan ibu dan anak. Tentu, beliau mengajarkan apa yang sudah beliau kerjakan. Walk the talk.

Fokus saya saat ini, keberadaan saya bermanfaat untuk keluarga saya ; suami dan anak-anak. Target saya saat ini adalah Lillah, agar aktifitas kerumahtanggaan saya tak hanya berujung Lelah.

Semangat!!

 

Review NHW #2

Bismillaah

Berikut ini saya copas aja ya review NHW#2 dari tim IIP.


CHECKLIST PEREMPUAN PROFESIONAL

Pertama yang akan kami katakan adalah SALUT untuk para bunda dan calon bunda peserta matrikulasi Ibu Profesional yang berhasil mengalahkan “rasa” berat untuk mengerjakan nice homework#2 ini. Kalau di Jawa ada pepatah  yang mengatakan “Ojo kalah karo wegah” (Jangan mau kalah dengan rasa malas).  Karena sebenarnya kalau urusan membuat checklist profesionalisme ini bukan MAMPU atau TIDAK MAMPU melainkan MAU atau TIDAK MAU. Terbukti teman-teman bisa melakukannya di tengah kesibukan yang luar biasa.

Kami sangat menghargai proses teman-teman membuat checklist profesionalisme ini. Mulai dari menanti-nanti jawaban dari suami dan anak bagi yang sudah berkeluarga, maupun melakukan kesungguhan bermain “andaikata aku menjadi istri dan ibu” bagi yang sedang dalam proses memantaskan diri membangun keluarga. Ada yang terkaget-kaget dengan banyaknya list jawaban dari suami dan anak-anak, ada juga yang bingung dengan jawaban dari para suami dan anak, karena terlalu sederhananya keinginan mereka terhadap kita, demi sebuah kebahagiaan.

KOMITMEN DAN KONSISTEN

Dua kata itulah yang akan menjadi kunci keberhasilan kita dalam membuat checklist profesionalisme ini. Buatlah komitmen setahap demi setahap, sesuai dengan kemampuan kita, kemudian belajar istiqomah, konsisten menjalankannya.

Konsistensi kita terhadap sebuah komitmen yang indikatornya kita susun sendiri, akan menjadi pondasi kita dalam menyusunDEEP HABIT yaitu kebiasaan-kebiasaan yang dibangun secara terus menerus untuk mendukung aktivitas yang membutuhkan fokus, ketajaman berpikir dan benar-benar krusial untuk hidup kita.

Selama ini disadari atau tidak banyak diantara kita memaknai aktivitas sehari-hari mendidik anak dan mengelola keluarga sebagai aktivitas  “Shallow Work”, yaitu aktivitas yang dangkal, tidak fokus, penuh distraksi (gangguan-gangguan) sehingga tidak memunculkan perubahan besar dalam hidup kita, bahkan banyak yang cenderung bosan dengan kesehariannya.

Selama ini status-status dangkal yang terus mengalir di sosial media seperti Facebook (FB) ditambah puluhan notifikasi whatsapp (WA) sering membuat kita terjebak dalam “shallow activities”, kelihatan sibuk menghabiskan waktu, tetapi sebenarnya tidak memberikan hasil nyata bagi perubahan hidup kita.

Harapan kami dengan adanya Checklist Profesionalisme Perempuan ini, teman-teman akan lebih fokus dalam proses “peningkatan kualitas diri” kita sebagai perempuan, istri dan ibu, meski kita menggunakan media WA dan FB sebagai kendaraan belajar kita, Sehinga bisa mengubah aktivitas yang dulunya masuk kategori “SHALLOW WORK” menjadi “DEEP WORK” (aktivitas yang memerlukan fokus, ketajaman berpikir sehingga membawa perubahan besar dalam hidup kita).

Untuk itu mari kita lihat kembali Checklist kita :

1.Apakah kalimat-kalimat di checklist itu sudah spesifik? misal kalimat “akan mengurangi aktivitas gadget selama di rumah” akan lebih baik anda ganti dengan, setiap hari akan menentukan Gadget hours selama 2 jam.

2.Apakah kalimat-kalimat di checklist  sudah terukur? misal “Menyelenggarakan aktivitas ngobrol di keluarga”, akan lebih baik kalau diganti dengan ” Sehari minimal menyelenggarakan 1 x family forum (ngobrol) di rumah bersama keluarga”

3. Apakah checklist yang kita tulis mudah dikerjakan dengan tambahan sedikit usaha? Misal sehari akan membaca 2 buah buku tentang pendidikan? ukur diri kita apakah mungkin? karena selama ini sehari-harinya kita hanya bisa membaca paling banyak 10 halaman. Maka akan lebih baik kalau anda ganti. Membaca 15 lembar buku parenting setiap harinya.

Sesuatu yang terlalu susah diraih itu akan membuat kita stress dan akhirnya tidak mengerjakan apa-apa, tetapi sesuatu yang sangat mudah diraih itu akan membuat kita menyepelekan.

Kembali ke istilah jawa ini namanya “gayuk…gayuk tuna” (contoh kasus, kita mau ambil mangga di pohon yang posisinya tidak terlalu tinggi, tetapi cukup berusaha dengan satu lompatan, mangga itu akan bisa teraih. Tidak juga terlalu pendek, sambil jalan aja kita bisa memetik mangga tersebut. Biasanya jadi tidak menghargai proses)

4. Apakah tantangan yang kita tulis di checklist ini merupakan tantangan-tantangan yang kita hadapi sehari-hari? misal anda adalah orang yang susah disiplin selama ini. maka sangat pas kalau di checklist anda tulis, akan berusaha tepat waktu di setiap mendatangi acara IIP baik offline maupun online. Jadi jelas memang akan menyelesaikan tantangan yang ada selama ini.

5. Berikan batas waktu pada proses latihan ini di checklist. Misal akan membaca satu buku satu minggu selama bulan November. Akan belajar tepat waktu selama 1 bulan pertama mulai Pebruari 2017.

Kelima hal tersebut di atas akan memudahkan kita pada proses evaluasi nantinya.

Silakan teman-teman  lihat  kembali checklist masing-masing. Kita akan mulai melihat seberapa bekerjanya checklist itu untuk perkembangan diri kita.

Silakan di print out, dan ditempel di tempat yang kita lihat setiap hari.

Ijinkan suami dan anak-anak memberikan penilaian sesuai dengan yang kita tentukan. Andaikata tidak ada yang mau menilai, maka diri andalah yang paling berhak menilai perkembangan kita.

Berusaha JUJUR kepada diri sendiri.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

 


Fiuuuuuhhh….

Reaksi saya membaca review tersebut adalah,

Pertama, saya bahagia! karena usaha saya dan teman-teman yang udah susah payah menyusun NHW dihargai. Pemilihan kata SALUT itu udah membuat saya merasa spesial.

Kedua, saya menangkap nasehat yang saaaaangat daleem. Nasehat yang tidak menggurui, namun justru didasari rasa ingin membantu/mendukung/merangkul kami. Kami yang tak jarang memang menghabiskan waktu untuk Shallow Work.

Ketiga, setelah mulai tergugah, tersadar bahwa ada yang harus diubah demi terwujudnya Peningkatan Kualitas Diri Perempuan (Ibu), maka kami diajak untuk menuliskan, mencanangkan target-target yang sudah kami susun pada NHW#2 

Keempat, saya disuruh ngeprint booo’.. hihihi. Biar selalu inget, jadi lebih kenceng usaha melakukan target. Hihihi. Baiklah, kalau sebelumnya saya hanya nulis asal-asalan to do list, sekarang saya bikin cantik. Supaya lebih semangattt!

Link di bawah ini format pdfnya

daftar-pekanan-nhw2

Ya Allooh ya Robbi, mohon taufiq untuk menjalani hari.