Terapi untuk MSDD

Catatan ini adalah (masih) copy-paste dari Nakita No. 555/TH. X/16-22 Nopember 2009. Dan karena tidak jarang orang nyasar ke blog ini dengan kata kunci seperti usia 2 tahun belum bicara, MSDD, dan nakita no. 555 (kehabisan tabloid ini ‘kali hehehe), maka aku coba rangkumkan di sini, semoga bermanfaat buat yang lain.

***

Seperti gangguan perkembangan pada masa kanak-kanak, MSDD juga perlu ditangani segera dengan terapi yang tepat, untuk membantu anak-anak menangani masalahnya dan memandu anak-anak belajar atau menemukan keterampilannya yang belum muncul. Masing-masing terapi diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan anak.

Selain pengaturan terapi terapi yang harus diikuti, kedisiplinan dan pola interaksi keluarga yang stabil mutlak dibutuhkan bagi kesembuhan anak dengan MSDD. Terapi yang dijalankan oleh terapis akan sulit berhasil tanpa dukungan orangtua dengan menerapkan terapi di rumah dan dukungan guru di sekolah, dengan mengerti kebutuhan anak dan kelebihannya, memonitor kemajuannya, serta berupaya terus tanpa kenal lelah demi perbaikan dan penyembuhannya.Β  Baca lebih lanjut

Multisystem Development Disorder (MSDD), dan ‘Feeling’ku Sebagai Ibu

Duuh, bahasaku tinggi banget ya, jarang-jarang nih, hehhee, lha itu juga hasil nyontek dari tabloid Nakita No. 555/TH.XI/16-22 Nopember 2009. Berikut ini sebagian ulasannya….

Istilah MSDD pertama kali digunakan oleh Stanley Greenspan, MD., seorang peneliti Autisme dan pengajar di Bagian Psikiatri, Universitas George Washington, Amerika Serikat. Hasil observasi terhadap 200 anak yang mendapat diagnosis autisme menunjukkan bahwa sebagian dari mereka berkembang dengan keunikan masing-masing. Ada anak yang sebelumnya diam seribu bahasa kemudian berkembang sangat komunikatif, bahkan mampu menggunakan kalimat kompleks dan adaptif. Anak yang sebelumnya acuh tak acuh dan tampak asosial kemudian menjadi anak kreatif, hangat, penuh rasa cinta, dan gembira.

Baca lebih lanjut