Flanel : Alat Bantu Belajar Berhitung

~ Bismillaah ~

Kali ini saya mau berbagi pengalaman tentang membantu Si Sulung belajar berhitung. Sekarang Si Kakak ini udah naik kelas 3 loh, tetapi cerita tentang belajar berhitung di kelas 1 yang lalu baru ditulis sekarang. Hehe, ngga papa ya.

Dulu itu, sewaktu pelajaran Matematika tentang penjumlahan sederhana yang tidak lebih dari 10, Si Kakak lebih mudah mengerti. Namun, ketika sudah mulai Penjumlahan dengan metode Menyimpan, kayaknya dia memerlukan waktu dan usaha yang lebih banyak.

Saya sudah membantu dengan menuliskan di kertas/buku, papan tulis juga, tetapi sepertinya dia masih mengalami kebingungan.

Saya berpikir, Si Kakak ini lebih mudah mengerti kalau yang dia pelajari berbentuk nyata, bisa dilihat, atau mungkin diraba. Cenderung visual gaya belajarnya. Kalau dengan coret-coret di kertas/papan pun belum banyak membantunya, maka saya harus cari cara lain.

Akhirnya saya membuatkan angka 0 sampai dengan 9, menggunakan flanel-flanel yang ada di rumah. Masing-masing angka, 5 buah banyaknya (3 buah saja juga cukup). Cara menggunakannya ya sama saja dengan menuliskannya di kertas/buku, hanya saja ini angka-angkanya bisa diraba, warna-warni, bisa lebih asyik belajarnya karena bisa sambil main-main.

angkahitungAlhamdulillaah, dengan alat bantu angka-angka flanel ini, Si Kakak bisa lebih mudah mengerti konsep penjumlahan.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk teman-teman πŸ™‚

~ Selamat berakhir pekan ~

Iklan

Katun : Magnet Kulkas

Kalo bosen dengan magnet kulkas (display fridge) yang bahannya plastik atau flanel, maka yang ini berbahan dasar kain katun, pesanan Mbak Novi.

Isinya busa dan kertas kartonΒ (makanya saya ngga buangin tuh karton/kardus kemasan, hehehe). Bulatannya kerut yo-yo, dihias dengan sulaman.

Untuk motif strawberry itu, saya ambil aja motif kain lain yang berbentuk strawberry, karena saya ngga pinter menggambar, heheh. Gunting, dan sulam pada katun yang dijadikan dasar. Dan karena saya ngga pakai pembidang (ram/frame), makanya strawberry-nya kurang rapi gitu.

Untuk bunga mawarnya, saya gunakan kain katun kecil yang ditusuk jelujur kemudian ditarik sehingga mengerut membentuk bunga mawar. Daunnya pakai flanel.

Terima kasih, Mbak Novi, udah kasih kesempatan buat saya berkreasi. Kurang rapi ngga papa yaaaa…. ^^ :p

DSC00614DSC00608

*Thanks juga untuk Mbak Kika Kiyutee udah berbagi ilmu di buku “Aplikasi Perca Modern”Β 

Guru Dadakan

Sebut saja dia Mama Wawa. Dia ini kawan baru saja, sejak saya resign maksudnya πŸ™‚ anaknya satu kelas dengan Si Mas.

Belakangan ini dia mulai tertarik dengan flanel. Sudah mulai ketularan racun crafting saya, hahaha. Sebenarnya saya tidak sengaja menularkan. Mungkin “provokasi” saya melalui BBM yang kerap memajang foto Pensil Boneka, menggugah jiwa kreatif Mama Wawa.

Suatu hari dia meminta saya, “Lail, ajarin kita-kita dong…!”

Eh, ngajarin…?? Sebenarnya saya tidak terlalu pede karena saya juga belum menguasai semua ilmu perflanelan. Saya cuman bisa bikin Boneka Pensil dan bros berbentuk lingkaran dengan model yang sangat sederhana.

Karenanya saya pinjami dulu buku-buku tentang kreasi flanel saya. Saya mau lihat dulu, dia bener tertarik atau engga. Eh ternyata dia tertarik.

Akhirnya hari Jum’at kemarin, setelah TK bubar, saya mampir untuk memberi ‘kursus kilat’ hihihi, plus sedikit alat dan bahan (bahkan saya ngga tahu dia mau bikin apa, jadi saya ngga perhatikan warna flanel yg saya bawa)

Bener-bener kilat karena saya bahkan tak menunggu hingga dia menyelesaikan karyanya, hanya langkah-langkah dasar saja, karena saya mendapat telepon dari Bu Guru yang mengabarkan bahwa Si Kakak kurang sehat dan meminta dijemput pulang.

Malam harinya dia “laporkan” hasil karyanya. Ini diaaa…..

Good Job, Mama Wawa… Practice makes perfect. Happy craftiiiing…!!

Tamu Kendari

Ψ§Ω„Ψ³Ω‘ΩŽΩ„Ψ§ΩŽΩ…Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’ΩƒΩΩ…Ω’ ΩˆΩŽΨ±ΩŽΨ­Ω’Ω…ΩŽΨ©Ω اللهِ ΩˆΩŽΨ¨ΩŽΨ±ΩŽΩƒΩŽΨ§Ψͺُهُ

Mau berbagi bahagia nih, Kawan…

Tadi pagi, sembari mengembalikan jualan teman, kain Batik Madura, aku bawa juga jualanku, bros. Hal yang biasa bila sesama pedagang saling menjualkan, heheheh. Ketika menggelar lapak, masuklah seorang bapak, teman sejawat, dari Kendari.

“Eeh, apa ini? Lucu-lucu. Aku beli ya, buat istriku, mungkin dia bisa mencontoh”, kalimat Si Bapak ketika melihat lapak kami.

Hihihi. Alhamdulillaah, dibelilah 2 buah bros. Yippiee, seneeeeng. Hasil karyaku (dan Emakku, tentu) disukai orang. Terima kasih ya, Pak…. πŸ˜€


mobile wordpress

Sederhana Saja

Hallo… Ψ§Ω„Ψ³Ω‘ΩŽΩ„Ψ§ΩŽΩ…Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’ΩƒΩΩ…Ω’ ΩˆΩŽΨ±ΩŽΨ­Ω’Ω…ΩŽΨ©Ω اللهِ ΩˆΩŽΨ¨ΩŽΨ±ΩŽΩƒΩŽΨ§Ψͺُهُ

Sudah lama tidak berbagi cerita hasil karya ya πŸ™‚ Naah, mumpung malam ini masih bisa melek, aku lanjutkan saja bikin-bikin bros flanelnya.

Sebenarnya bentuk bros yang ini adalah ide dan bikinan Emak, aku hanya menyempurnakan saja karena Emak sudah pulang ke Sidoarjo.

Masih sama dengan yang sebelumnya. Sederhana saja. πŸ™‚ dan, bros ini boleh dipesan ya, Friends… πŸ˜€ wihihi…


mobile wordpress

Flanel

Kapan yaa aku mulai kenal kain flanel? Hm… Mencoba mengingat-ingat. Kayaknya sejak dua tahun yang lalu deh. Waktu itu, aku berpikir menghias kaos polos dengan flanel, sebagai kenang-kenangan buat anak-anak tetangga, karena kami akan pindah rumah ke Bekasi.

Kaos-kaos ditulisi nama masing-masing anak dan gambar. Ah sayang, file gambarnya belum kutemukan di PC sehingga belum bisa dibagi di sini, proyek pembuatannya aja sudah dua tahun yang lalu. Kala itu flanel dikombinasi sulaman. Bukan sulaman yang berbentuk bunga nan indah ya, Kawan, hanya tusuk ‘delujur’ saja, hyehehhe.

Baca lebih lanjut