Jembatan Gantung

PhotoGrid_1435034933245Late post ini judulnya yaa…

Ini kegiatan saya dan Si Tengah. Membuat jembatan gantung.

Bahannya :

  • Kardus bekas sepatu. Kelupas bagian luarnya. Bagian dalamnya seperti di gambar ya, karton bergelombang gitu.
  • Tali rafia
  • Pelubang kertas
  • Balok-balok untuk penahan tali

Siapkan kartonnya, potong sesuai ukuran yang diinginkan. Kemudian lubangi bagian tepi-tepinya. Di setiap lubang, simpul dengan tali rafia, sedemikian rupa seperti gambar.

Si Tengah seneng banget bikin mainan ini. Alhamdulillaah.

Foto ini saya unggah juga di akun Instagram @andarucraft.

 

 

 

 

Botol Bekas : Mobil-mobilan

Masih bercerita tentang kegiatan bikin-bikin-nya kami di hari Sabtu lalu nih. Sementara Mama dan anak-anak menunggu Bunga Warna-warninya jadi, Ayah membantu anak-anak membuat mainan mobil-mobilan.

Idenya berasal dari majalah langganan kami, Mombi SD, edisi kapan udah ngga terlacak karena sampulnya sudah terlepas.

Bahan dan alat :

  • botol plastik bekas
  • karet sandal bekas
  • gunting
  • pisau dan alat tajam sejenis untuk melubangi botol
  • lidi
  • tali (untuk menarik mobil-mobilan)

Dengan melihat gambar di bawah ini, saya yakin Ayah dan Bunda udah kebayang cara bikinnya.

mombi

ini gambar di majalah Mombi SD

gunting karet sandal, bentuk lingkaran (untuk roda)

gunting karet sandal, bentuk lingkaran (untuk roda)

jadi deh mobil-mobilannya

jadi deh mobil-mobilannya, tapi talinya belum terpasang

Terima kasih ya, Ayah, udah membuatkan mainan untuk anak-anak. Anak-anak suka sekali. πŸ™‚

Prakarya : Rumah-rumahan

Sejak beberapa hari yang lalu Mama mulai rajin ngumpulin kotak susu bekas anak-anak. Mereka biasa minum susu UHT, jadi kami lebih sering membelinya sekalian banyak. Sebelumnya sih belum kepikir memilah sampah untuk dibikin-bikin sesuatu, selain memilah sampah dapur untuk dijadikan kompos cair.

Si Tengah (sekarang usianya 6 tahun) nih yang lebih seneng utak-atik bikin-bikin, jadi Mama bersemangat deh untuk berkreasi juga. Hari Sabtu kemarin, Mama dan Si Tengah membuat rumah-rumahan dari kotak susu.

DSC00560

Kotak susu yang sebelumnya sudah digunting sisi atasnya, dicuci bersih, kemudian ditiriskan sampai kering. Bahan dan alatΒ  lainnya adalah kertas bekas, selotip, spidol warna-warni. Juga sedikit imajinasi dan kesabaran, hihiΒ  πŸ™‚

Sisi atas kotak yang terbuka ditutup dengan selotip. Kemudian bungkus kotak dengan kertas. Tambahkan potongan kertas sebagai atap rumah-rumahannya. Kemudian digambar sesuai selera πŸ™‚ mudah bin gampang gak pake ruwet πŸ˜€

DSC00561

Yang ini contoh bikinan Mama

DSC00563

Yang ini rumah Si Tengah. Dia bikin sendiri, sesukanya. πŸ™‚

DSC00565

Ini karya Si Tengah juga, untuk diberikan ke adiknya. Tapi dia hanya menutup satu sisi saja, xixixi. Minimalis.

Dan inilah komplek perumahan kami :)

Dan inilah komplek perumahan kami πŸ™‚

Alhamdulillaah, mainan kami tidak selalu bikinan pabrik hehehe.

Selamat berkarya! πŸ™‚

Prakarya : Kapal Selam

Kemarin mulai blogwalking. Jalan-jalan… lihat-lihat… sampailah pada blognya Mbak Erikasari, pas di postingan berjudul Submarine, berbinarlah saya. Mau bikin prakarya juga ah, pas ada kotak bekas minuman kemasan juga di rumah. Si Tengah ikutan melihat-lihat dan bersemangat membuat kapal selam yang semisal dengan karya Mbak Erikasari (foto-fotonya kereeen euy, Mbak πŸ™‚ )

Saya menggunakan kotak bekas minuman, botol air mineral, sedotan, selotip, spidol, gunting, cutter. Ngga punya cat, jadi kapal kami ngga diwarnai. Ngga papa deh ya, mumpung anak-anak lagi semangat nih.

DSC00517

Buat pola lingkaran di kotak menggunakan guntingan botol. Lubangi.

DSC00518

Masukkan potongan botol ke dalam lubang di kotak

DSC00524

Lubangi tutup botol menggunakan gunting, masukkan sedotan.

DSC00527

Buat beberapa lingkaran kecil dari bahan kotak yang tidak terpakai, rekatkan di sisi kapal menggunakan lem/selotip.

DSC00553

DSC00542

Terima kasih, Mbak Erika, untuk inspirasi karyanya πŸ™‚

Katun : Magnet Kulkas

Kalo bosen dengan magnet kulkas (display fridge) yang bahannya plastik atau flanel, maka yang ini berbahan dasar kain katun, pesanan Mbak Novi.

Isinya busa dan kertas kartonΒ (makanya saya ngga buangin tuh karton/kardus kemasan, hehehe). Bulatannya kerut yo-yo, dihias dengan sulaman.

Untuk motif strawberry itu, saya ambil aja motif kain lain yang berbentuk strawberry, karena saya ngga pinter menggambar, heheh. Gunting, dan sulam pada katun yang dijadikan dasar. Dan karena saya ngga pakai pembidang (ram/frame), makanya strawberry-nya kurang rapi gitu.

Untuk bunga mawarnya, saya gunakan kain katun kecil yang ditusuk jelujur kemudian ditarik sehingga mengerut membentuk bunga mawar. Daunnya pakai flanel.

Terima kasih, Mbak Novi, udah kasih kesempatan buat saya berkreasi. Kurang rapi ngga papa yaaaa…. ^^ :p

DSC00614DSC00608

*Thanks juga untuk Mbak Kika Kiyutee udah berbagi ilmu di buku “Aplikasi Perca Modern”Β 

Sampah Dapur dan Pupuk Kompos Cair

Setelah tidak bekerja, saya punya banyak waktu untuk merealisasikan keinginan (saya dan suami) untuk mengolah sampah. Khususnya sampah dapur. Apalagi waktu tahu ada teman yang juga bersemangat mengolahnya. Sebelumnya, ketika isu-isu peduli lingkungan, semangat Go Green, sedang banyak diberitakan dan disosialisasikan media, saya hanya kepengan-kepengen aja.

Paling-paling saya melakukan penghematan kertas, penggunaan kembali kertas bekas, membawa minum dari rumah (pake gelas), yaah yang kecil-kecil gitu lah. Ohya, pernah juga bikin kertas daur ulang dari koran bekas. Karena hanya sebatas coba-coba dan tidak serius, saya ngga melakukannya lagi.

Tapi ketika ada pameran Flona di bulan Juli lalu, saya dan suami membeli Komposter (tong pembuat kompos) dan Bio Kompos-nya (bakteri pembusuk sampah).

Di tong tertulis Made in India. Weleeh, saya rasa kita bikin sendiri juga bisa πŸ˜› hanya tong biasa yang dimodifikasi sedikit. Dikasih semacam ‘sarangan dandang’ (istilah nasionalnya apa ya? ada yang tahu?) dari bahan polikarbonat, dan beberapa pipa pendek sebagai lubang udara.

Β Kalo yang di samping ini adalah Bio-Komposnya.

Jadi yang saya lakukan adalah memilah sampah dapur. Misalnya kulit bawang, kulit wortel, kentang, kulit dan biji mangga, tulang ayam, dan kawan-kawan selain kertas dan plastik. Masukkan ke dalam komposter, kemudian siram dengan sedikit biokompos yang sudah diencerkan dengan air. Begitu seterusnya. Jujur saja, saya ngga pake aturan-aturan yang pakem, heheh, agak-agak ngawur ini.

Dan inilah hasil panen saya, hehe… Warnanya hitam, bentuknya cair, berbau sampah dikit (tapi masih mending daripada sampah-sampah yang udah kecampur di bak sampah).

Bagaimana? Anda tertarik mengolah sampah? Let’s Go Green…! ^_^

Reuse : Botol Bekas

Saya menggunakan botol kaca bekas creamer dan selai coklat sebagai pot. Isi air dan masukkan tanaman (yang bisa hidup dengan media air saja). Berfungsi sebagai penghasil oksigen, juga memperindah ruangan (bahkan toilet, heheehe…)

Oiya, jangan lupa sesekali dijemur di bawah sinar matahari agar warna daun tidak pucat.

Selamat mencoba… πŸ™‚


mobile wordpress