Percobaan : Membuat Bunga Berwarna-warni

Sabtu kemarin, kami seru-seruan bermain dan bikin-bikin (istilah ini nyontek dari Mbak Retno) πŸ™‚

Idenya berasal dari buku EncyclopeBee terbitan Pustaka Lebah, bertema Amazing Experiments with Everyday Materials.

Judul eksperimen kami adalah Membuat Bunga Berwarna-warni.

Bahan dan alat yang dibutuhkan, alhamdulillaah tersedia di rumah, yaitu bunga berwarna putih, pewarna (kami menggunakan pewarna makanan), dan gelas bening.

petik_bunga

Si Sulung dan Si Tengah memetik bunga mawar putih yang tumbuh di taman mungil kami

Caranya : isi setiap gelas dengan air, tambahkan beberapa tetes pewarna makanan. Satu gelas untuk satu warna ya. Aduk hingga tercampur rata. Kemudian letakkan bunga putih di tiap-tiap gelas. Kami menggunakan warna ungu, merah, biru, dan kuning.

4_bunga

Dan inilah yang kemudian terjadi…

Setelah 30 menit, bunga di gelas berisi air biru berubah warna menjadi biru. Begitu juga gelas berisi air merah, bunganya bersemu merah muda. Sementara dua bunga lainnya tidak berubah warna, mungkin karena warna kuning dan ungunya kurang pekat.

bunga_30menit

Akhirnya dua bunga yang masih berwarna putih, kami masukkan ke gelas berisi air biru dan merah.

Setelah beberapa jam, semua bunga bersemu biru dan merah muda, seperti foto di bawah ini. Bahkan putiknya jadi berwarna biru dan merah mudah loh. Cantik kan…?

bunga warna

Dan untuk pertama kalinya nih, Si Sulung mencatat kegiatan percobaan kali ini. Mamanya telat ngajarin, hihihi. Catat di buku. Mulai dari Bahan dan Alat, Prosedur Percobaan, sampai pada Hasil, dan Kesimpulan. Sementara ini masih nyontek di buku EncyclopeBee-nya ya, Kak. Ngga papa, yang penting udah memulai belajar mencatat yah.

Ini kesimpulan percobaan kami (nyontek di buku) :

Bunga membutuhkan air untuk hidup. Air bergerak ke atas melalui jaringan vaskular yang ada di batang. Saat air sampai ke atas, bunga yang berwarna putih akan sedikit berubah warna tergantung dari warna air yang diserap.

Jaringan vaskular yang ada di batang terdiri atas Floem dan Xylem. Floem membawa makanan dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Sedangkan Xylem membawa air dan mineral dari bawah (akar) ke atas.

Naah, ada yang tertarik bereksperimen seperti kami? Selamat mencobaaa…!

Pertama Kali Ikut Kursus

Alhamdulillaah, tulisan ini bisa muncul juga… draft nya tertanggal 28 Nopember 2012. Wow, sudah setahun ngendon di kantong, qiqiiqiqi.

Saya mau cerita ya…

Dulu, waktu masih ngantor, saya sering mantengin blog-blog tentang kreatifitas dan daur ulang. Sering berpikir, kapan ya bisa melakukan sesuatu yang saya suka dengan lebih leluasa.

Setelah ngga bekerja lagi, alhamdulillaah keinginan saya bisa terwujud satu per satu, diantaranya adalah belajar membuat kreasi yang handmade. Saya mulai blogwalking dan mencari teman-teman crafter di Facebook.

Berawal dari status FB Mutiara Craft, saya mengikuti One Day Lesson membuat Caterpillar Yo-yo Doll pada tanggal 21 Oktober 2012 bertempat di Cibubur (Mutiara Craft). Gurunya adalah Mbak Kika dan Mbak Lia. Ternyata beliau berdua ini adalah penulis buku craft yang saya udah puya juga. Tambah seneeeeng deh, bisa berteman dengan teman-teman hebat.

Selama ini saya baru belajar berkreasi dengan kain flanel. Di acara tersebut saya jadi tahu bahwa kreasi dengan kain katun tak kalah menariknya. Sebelumnya saya berpikir harus bisa menjahit dengan mesin untuk membuat kreasi dari kain katun (saya belum bisa menjahit, hihihii). Ternyata saya salah. Dengan tangan pun bisa. Seperti yang saya bikin, Caterpillar Yo-yo Doll, full handmade.

Ini bukunya Mbak Kika dan Mbak Lia :

buku Kika+lia

Foto-foto saat kursus :

ulatkuone day lesson 1onedaylesson1

*Foto-foto diambil dari blog Mbak Kika.

(Ijin nyuri fotonya ya Mbak Kika… Maturnuwuuun… qiqiiqiq)

Flona 2011

Pameran Flora dan Fauna (Flona) kembali digelar. Seingatku sudah empat kali ada Flona. Diadakan setiap tahun, biasanya di pertengahan tahun, bertempat di Taman Lapangan Banteng. Flona tahun ini akan ditutup hari Senin, 25 Juli pekan depan. Jadi, ayo buruan datang, mumpung belum tutup.

Ada apa saja di Flona? Sesuai judul sih, flora dan fauna. Ada stand-stand penjualan tanaman buah dan bunga, termasuk pupuk-pupuk dan peralatan berkebun, stand penjualan binatang peliharaan (ikan, anjing, kucing, kelinci, hamster, monyet, kura-kura, iguana, bahkan ular). Toko buku Trubus juga ada. Ohya, ada stand Green Peace juga. Ada area bermain anak-anak, istana balon, mobil-mobilan, dan flying fox.

Gak usah kuatir kelaparan deh, ada banyak penjual makanan dan minuman, kerak telor, jus lidah buaya, juga es krim durian.

Ada stand Pemprov. DKI Jakarta juga dengan bentuk rumah betawi klasik dan modern. Melihatnya jadi ingat rumahnya Si Doel anak sekolahan.

Di Flona, aku beli 2 tanaman bunga. Bunga sepatu, seperti tahun sebelumnya. Entahlah sepertinya aku terobsesi dengan bunga ini. Di desaku dulu banyaak sekali, namun sekarang sudah mulai jarang tuh, makanya aku pengen menanam lagi si Kembang Aribang. Kembangku yang dibeli tahun lalu sudah layu kena kutu, huhuhuu…

Selain bunga, beli buku juga di toko Trubus.

So, yang suka berkebun, ayo ke Flona…!

Posted with WordPress for BlackBerry.

First Book

Buku pertama Raynar adalah buku kecil berjudul Shalatku (My Prayer). Mama dan Ayah membeli buku ini di toko buku Gramedia Matraman.

Ray suka sekali dengan buku ini. Setiap melihat buku ini dia selalu minta dibacakan. Meskipun berulang-ulang, tidak bosan-bosan dia melihat dan mendengarkan.

Waktu itu Ray masih bayi, dan kami belum tahu kalau untuk bayi ada buku yang terbuat dari kain, soft book. Duuh, ibu baru, belum tahu banyak. Baca lebih lanjut