Syukron for Sharing

Bismillaah…

Alhamdulillaah ada internet. Saya bisa ketemu sama blog-blog bermanfaat, insyaaAllah, yang dengan senang hati berbagi ilmu, sumber bacaan, bahan ajar, tautan-tautan bermanfaat dan cerita-cerita inspiratif.

Ada ebook yang bisa dicetak di Raudhah Al-Muhibbin

Ada tautan Belajar Asyik yang dipajang di blognya Ummu Jita

Kepada beliau-beliau penulis blog tersebut, jazaakumullaahu khoiron.

Kardus Bekas : Mobil Off Road

Masih berkutat dengan kardus bekas nih, Teman-teman. Alhamdulillaah ya, Si Tengah sudah mulai tampak inisiatifnya untuk bikin ini-itu. Kali ini dia nagih terus untuk bikin mobil off road. Kami namakan demikian karena kekhasan mobil ini pada bentuk rodanya.

Nah, untuk konsep rancangannya, dia udah menentukan. Body mobil juga dibuatnya sendiri. Namun, belum juga selesai sampai akhir, dia sudah berpindah ke mainan yang lain. Deuhh !

Jadinya Mama deh yang melanjutkan, ditemani Si Bungsu. Dan karena kami kehabisan kardus, jadi roda depannya ngga sama bentuknya.Β  *tutupmata*

Daan, ini dia mobilnyaa… taddaa….

image

Foto mobil ini juga diposkan di instagram Andarucraft.

Kardus : Parkir Mobil

Beberapa waktu yang lalu, di rumah ada banyak kardus kemasan makanan ringan (Stik Keju) yang saya jual. Maka saya mulai mencari referensi di Instagram untuk memanfaatkan kardus-kardus itu.

Si Tengah bersemangat sekali waktu melihat foto di Instagramnya pinkstripeysocks ini. (Hi, Leslie, thank you for sharing ^^ )

Jadi kami membuatnya juga. Bahan dan alatnya yaitu kardus bekas, penggaris (bila perlu), lem, gunting, cat, kuas, dan kertas bekas.

Kertas bekasnya digunakan untuk membalut tiang-tiangnya, supaya lebih rapi.

PhotoGrid_1435939720623

sudah diunggah di Instagram @andarucraft

Naah, ini gampang lho. Selamat mencoba…!Β  ^^

Jembatan Gantung

PhotoGrid_1435034933245Late post ini judulnya yaa…

Ini kegiatan saya dan Si Tengah. Membuat jembatan gantung.

Bahannya :

  • Kardus bekas sepatu. Kelupas bagian luarnya. Bagian dalamnya seperti di gambar ya, karton bergelombang gitu.
  • Tali rafia
  • Pelubang kertas
  • Balok-balok untuk penahan tali

Siapkan kartonnya, potong sesuai ukuran yang diinginkan. Kemudian lubangi bagian tepi-tepinya. Di setiap lubang, simpul dengan tali rafia, sedemikian rupa seperti gambar.

Si Tengah seneng banget bikin mainan ini. Alhamdulillaah.

Foto ini saya unggah juga di akun Instagram @andarucraft.

 

 

 

 

Botol Bekas : Mobil-mobilan

Masih bercerita tentang kegiatan bikin-bikin-nya kami di hari Sabtu lalu nih. Sementara Mama dan anak-anak menunggu Bunga Warna-warninya jadi, Ayah membantu anak-anak membuat mainan mobil-mobilan.

Idenya berasal dari majalah langganan kami, Mombi SD, edisi kapan udah ngga terlacak karena sampulnya sudah terlepas.

Bahan dan alat :

  • botol plastik bekas
  • karet sandal bekas
  • gunting
  • pisau dan alat tajam sejenis untuk melubangi botol
  • lidi
  • tali (untuk menarik mobil-mobilan)

Dengan melihat gambar di bawah ini, saya yakin Ayah dan Bunda udah kebayang cara bikinnya.

mombi

ini gambar di majalah Mombi SD

gunting karet sandal, bentuk lingkaran (untuk roda)

gunting karet sandal, bentuk lingkaran (untuk roda)

jadi deh mobil-mobilannya

jadi deh mobil-mobilannya, tapi talinya belum terpasang

Terima kasih ya, Ayah, udah membuatkan mainan untuk anak-anak. Anak-anak suka sekali. πŸ™‚

Percobaan : Membuat Bunga Berwarna-warni

Sabtu kemarin, kami seru-seruan bermain dan bikin-bikin (istilah ini nyontek dari Mbak Retno) πŸ™‚

Idenya berasal dari buku EncyclopeBee terbitan Pustaka Lebah, bertema Amazing Experiments with Everyday Materials.

Judul eksperimen kami adalah Membuat Bunga Berwarna-warni.

Bahan dan alat yang dibutuhkan, alhamdulillaah tersedia di rumah, yaitu bunga berwarna putih, pewarna (kami menggunakan pewarna makanan), dan gelas bening.

petik_bunga

Si Sulung dan Si Tengah memetik bunga mawar putih yang tumbuh di taman mungil kami

Caranya : isi setiap gelas dengan air, tambahkan beberapa tetes pewarna makanan. Satu gelas untuk satu warna ya. Aduk hingga tercampur rata. Kemudian letakkan bunga putih di tiap-tiap gelas. Kami menggunakan warna ungu, merah, biru, dan kuning.

4_bunga

Dan inilah yang kemudian terjadi…

Setelah 30 menit, bunga di gelas berisi air biru berubah warna menjadi biru. Begitu juga gelas berisi air merah, bunganya bersemu merah muda. Sementara dua bunga lainnya tidak berubah warna, mungkin karena warna kuning dan ungunya kurang pekat.

bunga_30menit

Akhirnya dua bunga yang masih berwarna putih, kami masukkan ke gelas berisi air biru dan merah.

Setelah beberapa jam, semua bunga bersemu biru dan merah muda, seperti foto di bawah ini. Bahkan putiknya jadi berwarna biru dan merah mudah loh. Cantik kan…?

bunga warna

Dan untuk pertama kalinya nih, Si Sulung mencatat kegiatan percobaan kali ini. Mamanya telat ngajarin, hihihi. Catat di buku. Mulai dari Bahan dan Alat, Prosedur Percobaan, sampai pada Hasil, dan Kesimpulan. Sementara ini masih nyontek di buku EncyclopeBee-nya ya, Kak. Ngga papa, yang penting udah memulai belajar mencatat yah.

Ini kesimpulan percobaan kami (nyontek di buku) :

Bunga membutuhkan air untuk hidup. Air bergerak ke atas melalui jaringan vaskular yang ada di batang. Saat air sampai ke atas, bunga yang berwarna putih akan sedikit berubah warna tergantung dari warna air yang diserap.

Jaringan vaskular yang ada di batang terdiri atas Floem dan Xylem. Floem membawa makanan dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Sedangkan Xylem membawa air dan mineral dari bawah (akar) ke atas.

Naah, ada yang tertarik bereksperimen seperti kami? Selamat mencobaaa…!

Prakarya : Rumah-rumahan

Sejak beberapa hari yang lalu Mama mulai rajin ngumpulin kotak susu bekas anak-anak. Mereka biasa minum susu UHT, jadi kami lebih sering membelinya sekalian banyak. Sebelumnya sih belum kepikir memilah sampah untuk dibikin-bikin sesuatu, selain memilah sampah dapur untuk dijadikan kompos cair.

Si Tengah (sekarang usianya 6 tahun) nih yang lebih seneng utak-atik bikin-bikin, jadi Mama bersemangat deh untuk berkreasi juga. Hari Sabtu kemarin, Mama dan Si Tengah membuat rumah-rumahan dari kotak susu.

DSC00560

Kotak susu yang sebelumnya sudah digunting sisi atasnya, dicuci bersih, kemudian ditiriskan sampai kering. Bahan dan alatΒ  lainnya adalah kertas bekas, selotip, spidol warna-warni. Juga sedikit imajinasi dan kesabaran, hihiΒ  πŸ™‚

Sisi atas kotak yang terbuka ditutup dengan selotip. Kemudian bungkus kotak dengan kertas. Tambahkan potongan kertas sebagai atap rumah-rumahannya. Kemudian digambar sesuai selera πŸ™‚ mudah bin gampang gak pake ruwet πŸ˜€

DSC00561

Yang ini contoh bikinan Mama

DSC00563

Yang ini rumah Si Tengah. Dia bikin sendiri, sesukanya. πŸ™‚

DSC00565

Ini karya Si Tengah juga, untuk diberikan ke adiknya. Tapi dia hanya menutup satu sisi saja, xixixi. Minimalis.

Dan inilah komplek perumahan kami :)

Dan inilah komplek perumahan kami πŸ™‚

Alhamdulillaah, mainan kami tidak selalu bikinan pabrik hehehe.

Selamat berkarya! πŸ™‚

Prakarya : Kapal Selam

Kemarin mulai blogwalking. Jalan-jalan… lihat-lihat… sampailah pada blognya Mbak Erikasari, pas di postingan berjudul Submarine, berbinarlah saya. Mau bikin prakarya juga ah, pas ada kotak bekas minuman kemasan juga di rumah. Si Tengah ikutan melihat-lihat dan bersemangat membuat kapal selam yang semisal dengan karya Mbak Erikasari (foto-fotonya kereeen euy, Mbak πŸ™‚ )

Saya menggunakan kotak bekas minuman, botol air mineral, sedotan, selotip, spidol, gunting, cutter. Ngga punya cat, jadi kapal kami ngga diwarnai. Ngga papa deh ya, mumpung anak-anak lagi semangat nih.

DSC00517

Buat pola lingkaran di kotak menggunakan guntingan botol. Lubangi.

DSC00518

Masukkan potongan botol ke dalam lubang di kotak

DSC00524

Lubangi tutup botol menggunakan gunting, masukkan sedotan.

DSC00527

Buat beberapa lingkaran kecil dari bahan kotak yang tidak terpakai, rekatkan di sisi kapal menggunakan lem/selotip.

DSC00553

DSC00542

Terima kasih, Mbak Erika, untuk inspirasi karyanya πŸ™‚