Diorama Tema Pekerjaan

Sejak Senin Mas A udah mulai menyiapkan bahan untuk membuat diorama bertema Pekerjaan. Bahan utamanya kardus saja yang mudah didapat. Dia senang sekali mendapat tugas ini karena dari dulu dia suka bikin-bikin prakarya.

Karena suka membuat mobil-mobilan, maka dia memilih jenis Pekerjaan Supir Bus. Saya mengarahkan sedikit saja di bagian membuat pohon-pohonnya. Sementara busnya, dia kerjakan sendiri. Tidak suka menggunakan penggaris, busnya ngga betul-betul simetris. Rasanya kadang gemes pengen membantu lebih banyak agar cepet selesai dan rapi, tapi saya menahan diri banget nih, hihihi. Biarlah proses belajar ini yang akan membuatnya lebih baik lagi.

Nah, kebetulan ini di Beranda FB saya, ada yang menjual buku baru, judulnya Tutorial Mainan Kardus, Kreatif dan Edukatif. Penulisnya Mba Uchywidya. Siapa dia? Cek aja Instagram Mba Uchy, maka Anda akan melihat banyak karya keren dari kardus. Tanpa pikir panjang, pesan lah saya. Bukunya bagus, berwarna, tutorialnya juga cukup jelas. Anda pecinta craft dan segala yang berbau kreatifitas? sebaiknya Anda memiliki buku ini 🙂

#Day9 #GamesLevel5 #Tantangan10Hari #KuliahBundaSayang #InstitutIbuProfesional #ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Iklan

Investasi Buku

Hari Ahad yang lalu, Mama merapikan meja belajar anak-anak di kamar. Debunya banyak. Buku-buku juga berantakan. Nyampuuuur aja. Nah sekalian sortir deh, sesuai kategori.

Ketemu sama Ensyclopebee yang sejak beberapa tahun lalu saya beli, sejak Kakak R masih piyik. Hihi, biasaaa, karena tergoda promonya Mbak Sales Bee Magazine, dibela-belain beli secara nyicil 🙂

Alhamdulillaah, buku bisa kepake sampe sekarang. Investasi buku tak pernah rugi, Buu… hehe

Sementara Mama beberes, Mas U baca-baca. Kakak R dan Mas A kemana? sedang di perjalanan dari mudik 🙂

#Day8 #GamesLevel5 #Tantangan10Hari #KuliahBundaSayang #InstitutIbuProfesional #ForThingsToChangeIMustChangeFirst

[Buku] Bumi dan Penghuninya

Anak-anak ini yaaa…. ngga ada PR, ngga belajar. Hiks. Kayak emaknya dulu waktu masih sekolah.

Maka setelah maghrib, anak-anak saya ingatkan untuk membaca buku, terserah deh buku apa yang mau dibaca. Ada yang baca-baca, ada juga yang lanjut mbongkar mainan brik/lego, padahal peraturannya adalah tidak main lego di malam hari. Kenapa begitu? Ya supaya ada porsi waktu untuk melakukan hal lain, baca buku misalnya. Anak-anak saya suka main lego. Kalau ngga diatur begini, suka bablas aja ngga melakukan kegiatan lain.

Untuk menarik perhatian mereka, setelah Isya saya mulai Read a Loud. Membaca keras buku yang tipis ini aja (biar cepet kelar, hehe). Saya pilih buku ini karena isinya pengetahuan umum yang saat ini cocok dengan materi sekolah Mas A di kelas 4, diantaranya adalah habitat hewan, konservasi, pelestarian hewan, manfaat hewan dan tumbuhan, serta bagian-bagian tumbuhan.

Hasilnya, mereka bertiga ngumpul ndengerin Mamanya ngoceh. Hihi. Terutama Mas A nih, yang tidak mudah untuk diminta membaca buku. Saya pikir dia tipe anak dengan gaya belajar visual-auditori.

Buku ini berjudul Bumi dan Penghuninya, satu dari empat buku “Seri Dunia Kita”, penulisnya Mbak D.K. Wardhani. Salah satu inspirator saya dalam dunia craft dan green living.

Alhamdulillaah, bertambah lagi daun di Pohon Literasi kami… Selamaaatt untuk Mama dan Anak-anak! Yeeyy…!!

#Day3 #GamesLevel5 #Tantangan10Hari #KuliahBundaSayang #InstitutIbuProfesional #ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Pohon Literasi

Setelah lamaaaaa ngga ngerjain Tantangan 10 hari Kelas Bunda Sayang, bismillaah saya mulai melanjutkan lagi ya. Masih ragu juga sih, mengingat saya sudah mendekati HPL nih. Mau lanjut Bunsay atau mengajukan cuti dulu aja.

Yah, kalaupun akhirnya cuti, saya coba lanjut saja… masih ada hari-hari yang bisa dioptimalkan untuk belajar di Bunsay.

Materi kelima adalah MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA.

Dan games kali ini adalah membuat Pohon Literasi dan Merimbunkannya. Heheh. Membuatnya sih mudah. Merimbunkannya ini yang perlu usaha. Ya iyalaah…

Jadi, pada Senin kemarin saya mulai membuatnya. Bahan dan alatnya adalah kardus bekas, flanel, pita, gunting, lem, dan ranting kering. Setelah jadi nanti ditempel atau digantung di dinding.

Ayo semangat merimbunkan daunnya, Mama. Kurangi main medsos, tambah alokasi waktu membaca buku. Tempelkan daunnya setelah satu judul buku selesai dibaca.

Semangattt !

Pohon Literasi

#Day1 #GamesLevel5 #Tantangan10Hari #KuliahBundaSayang #InstitutIbuProfesional #ForThingsToChangeIMustChangeFirst

 

Belanja Sayur dan Jemuran

Hari ini ada rapat walimurid di SDnya Mas U. Mama sibuk di dapur menyiapkan sarapan. Dari luar pagar terdengar suara Pak No, tukang sayur langganan, memberi kode woro-woro agar ibu-ibu berbelanja. Karena saya repot, maka saya meminta bantuan Kakak R untuk berbelanja sayur untuk melatih kemandiriannya sekaligus agar saya dapat menghemat waktu karena saya akan segera berangkat ke sekolah.

Saya menuliskan daftar belanja di sehelai kertas dan memberinya uang. Kakak R pun melakukan tugas ini dengan baik. Alhamdulillaah.

Sore ini langit gelap. Saya meminta Kakak R dan Mas A untuk angkat jemuran sementara saya melakukan hal lain. Sebelumnya saya sudah pernah mengajak mereka melakukan kegiatan ini. Terkadang saya meminta Kakak R melakukannya sendiri, namun seringnya dia tak bersedia. Alasannya, tangannya ngga nyampe. Padahal ada kursi kecil yang bisa mereka gunakan lho untuk mengambil jemuran yang dirasa tinggi letaknya. Hari ini mereka berdua bekerjasama melaksanakan tugasnya.

Baarakallaahufiikum


#Level2 #Tantangan10Hari #MelatihKemandirian #BunsayIIP #Day9

 

Kanan Atau Kiri?

Kali ini tentang putera ketiga kami, Mas U. Dia baru saja menjadi murid SD.

Di hari pertama sekolah, Bu Guru mengingatkan murid-murid untuk memakai sepatu dimulai dari kaki kanan. Dan untuk melepas sepatu, dimulai dari kaki kiri.

Sebelumnya, saya pernah mengingatkannya tentang hal ini. Namun karena tidak konsisten, Mas U juga tidak melaksanakannya. Kata-kata Bu Guru tadi menyentil saya agar saya kembali dengan sadar melatihkan hal ini. Terima kasih, Bu Guru 🙂

Hari-hari berikutnya, alhamdulillaah Mas U sudah mulai memakai dan melepas sepatu dengan benar.

Baarakallaahufiik, Nak…


#Level2 #Tantangan10Hari #MelatihKemandirian #BunsayIIP #Day6

Review NHW#8

Review NHW #8
Matrikulasi Ibu Profesional batch #3

MISI HIDUP dan PRODUKTIVITAS

Terima kasih untuk teman-teman yang sudah mengerjakan NHW#8 dengan bersungguh-sungguh. Perbedaan dari orang yang sama-sama belajar itu adalah dari kesungguhannya. Ada yang hanya sekedar menggugurkan kewajiban yang penting sudah mengumpulkan PR dan ada yang memang bersungguh-sungguh mengerjakan untuk menjadikannya “ROAD MAP” dalam kuliah kehidupannya. Maka di NHW #8 ini kita akan melihat bagaimana produktivitas seorang bunda bisa erat berkaitan dengan misi spesifik hidupnya.

Pola BE-DO-HAVE yang kita gunakan ini akan membuka mindset kita terlebih dahulu akan sebuah makna produktif, kemudian mengerjakan sesuai dengan jalan hidupnya, dan akhirnya mendapatkan hasil dan pencapaian yang cocok antara kehendak kita dan kehendak Allah. Hal ini akan membuat bunda lebih mantap melangkah, apalagi kalau dihubungkan dengan pertanyaan NHW#8

Pertanyaan di NHW #8 itu saling berkaitan, mari kita simulasikan berrsama, kemudian aplikasikan sesuai dengan diri bunda masing-masing.

a. Ambil satu saja dari  aktivitaa yang anda SUKA dan BISA

Misal : Memasak

b. Anda ingin menjadi apa? ( Be)

Misal : ingin menjadi ahli memasak untuk makanan ” gluten free”

c.Apa yang ingin anda lakukan? (DO)

misal : saya akan mulai bereksperimen tentang makanan gluten free dan mengedukasi masyarakat tentang makanan gluten free.

d. Apa yang ingin anda miliki? (Have)

(bisa secara materiil maupun immateriil bebas anda pilih, boleh salah satu atau dua-duanya)

contoh :
Materiil : Saya ingin memiliki rumah  “healthy food”

Immateriil : saya ingin memiliki legacy dalam hidup saya ttg makanan “gluten free” ini sehingga anak Indonesia akan tumbuh dengan sehat tanpa bergantung dengan gandum.
Setelah itu kita susun langkah-langkahnya :

a. Life time purpose
Saya ingin  memperjuangkan Indonesia Bebas Gandum, dengan mulai menghilangkan ketergantungan masyarakat terhadap gandum

b.Strategic Planning
Dalam waktu 5 tahun ke depan saya ingin dikenal sebagai ahli gluten free, sehingga saya konsisten mempelajari hal tersebut mulai dar sekarang.

c. New Year Resolution
Dalam kurun waktu 2017 – 2018 ini saya ingin menerapkan program “One Month One Recipe” sehingga akan muncul 12 resep baru gluten free dalam 1 tahun ini, dan mengajarkannya kepada anak-anak dan keluarga di sekitar saya.

Apabila sampai sekarang Anda masih galau belum menemukan apa sebenarnya yang akan anda lakukan, jangan khawatir.
Mari kita kuatkan proses,

Karena

Proses itu HAK kita, dan hasil itu HAK ALLAH

Nah untuk lebih menguatkan proses, silakan buat list dan tempel di rumah, ada banyak contoh, salah satunya saya berikan sample di bawah ini:

Ini contoh menguatkan BE-DO-HAVE mingguan sampai ketemu ranah produktivitas bunda.

Tahapannya :

🍀ambil ranah yang anda SUKA dan BISA dulu,

🍀simulasikan di form BE-DO-HAVE

🍀Susun lifetime purpose, strategic plan dan new year resolution

🍀Turunkan secara mingguan aktivitas-aktivitas yang harus anda capai untuk bisa menjadi bunda produktif.

Demikian review NHW#8 silakan dicermati sekali lagi, karena ini akan menjadi pijakan untuk tahap berikutnya.

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Sumber bacaan :
David Y,  The “Be Do Have” Paradigm, Avenue South, 2013
Tim Matrikulasi IIP, Misi dan Produktivitas, 2016
Hasil Nice Homework #8, peserta matrikulasi IIP batch #3

 

NiceHomeWork#8

MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Bunda, setelah di materi sesi#8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :

a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)

b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE DO HAVE” di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulsi IIP/

____________________________________

MaasyaaAllaah…

Aktivitas yang saya SUKA DAN BISA : Craft dan Belajar Bahasa Arab

1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)

Hamba Alloh yang semakin sadar akan pengawasan-Nya, Istri dan Ibu yang menyenangkan, pelaku gaya hidup Go Green, crafter
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)

Belajar agama lebih banyak, belajar Bahasa Arab sehingga anak-anak termotivasi untuk mempelajarinya juga, mengikuti rangkaian pembelajaran di Institut Ibu Profesional, tetap memasarkan buku-buku di onlineshop, mengalokasikan waktu lebih banyak untuk kegiatan craft.
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

Iman baja, Keluarga yang se-visi dalam Islam, Integritas dalam peran saya sebagai ibu dan istri, toko buku, barang kerajinan siap jual (ready stock).

3 (tiga) aspek dimensi waktu :

1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

Ridho Allah, ridho suami, ridho orangtua, generasi tangguh yang shalih-shalihah, memberi banyak manfaat kepada sesama.

2. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)

Menyebarkan semangat cinta buku dan cinta kegiatan Go Green, melaksanakan Haji bersama suami, memiliki penghasilan dari craft dan buku.
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Bisa mengemudikan mobil, memiliki craft gallery, pindah tempat tinggal, berkontribusi dalam bank sampah (di lingkungan baru yang saya idamkan), DEBT FREE.

 

Materi 8 Matrikulasi IIP Batch 3

*MISI SPESIFIK HIDUP DAN PRODUKTIVITAS*

Bunda, perjalanan kita untuk menemukan misi hidup selaras dengan perjalanan produktivitas hidup kita. Maka materi menemukan misi hidup ini, akan menjadi materi pokok di kelas bunda produktif.

Sebelumnya kita sudah memahami bahwa “Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”. Sehingga produktivitas hidup kita ini tidak akan selalu diukur dengan berapa rupiah yang akan kita terima , melainkan seberapa meningkat kemuliaan hidup kita dimata Allah dan seberapa manfaat hidup kita bagi alam semesta.
_____

*Be Professional, Rejeki will Follow*

Tagline Ibu Profesional di atas menjadi semakin mudah dipahami ketika kita masuk ranah produktif ini. “Be Professional” diartikan sebagai bersungguh-sungguh menjalankan peran. Kesungguhan dan keistiqomahan seseorang dalam menjalankan peran hidupnya  akan meningkatkan kemuliaan dirinya di mata Allah dan kebermanfaatan untuk sesama.

“Rejeki will follow’ bisa dimaknai bahwa  rejeki  setiap orang  itu sudah  pasti, yang membedakan adalah nilai kemanfaatan dan keberkahannya seiring dengan bersungguh-sungguh  tidaknya seseorang menjalankan apa yang dia BISA dan SUKA.
_____

*Uang akan mengikuti sebuah kesungguhan , bukan bersungguh-sungguh karena uang*

Pada dasarnya menemukan misi hidup itu tidak ada hubungannya dengan usia seseorang. Semakin awal seseorang merasa “galau” kemana arah hidupnya, semakin “risau” untuk mencari sebuah jawaban “mengapa Allah menciptakan dirinya di muka bumi ini?” maka semakin cepat akan menemukan misi hidup.

Kalau di pendidikan berbasis fitrah, proses ini secara alamiah akan dialami oleh anak-anak pre aqil baligh akhir ( sekitar 10-13 th) dan memasuki taraf aqil baligh ( usia 14 th ke atas). Maka kalau sampai hari ini ternyata kita masih galau dengan misi hidup kita, maka bersyukurlah, karena kita jadi tahu kesalahan proses pendidikan kita sebelumnya, dan tidak perlu lagi mengalami hal tersebut di saat usia paruh baya yang secara umum dialami oleh sebagian manusia yang disebut sebagai (mid-life crisis).

Maka sekarang, jalankan saja yang anda BISA  dan SUKA tanpa pikir panjang,   karena Allah pasti punya maksud tertentu ketika memberikan kepada kita sebuah kemampuan. Apabila kita jalankan terus menerus, kemungkinan itulah misi hidup kita.

Seseorang yang sudah menemukan misi hidup tsb apabila menjalankan aktivitas produktif akan lebih bermakna, karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi-misi hidupnya. Sehingga selalu memiliki ciri-ciri :

a. Selalu bersemangat dengan mata berbinar-binar

b. energi positifnya selalu muncul, rasanya tidak pernah capek.

c. rasa ingin tahunya tinggi, membuat semangat belajar tinggi

d. Imunitas tubuh naik, sehingga jarang sakit, karena bahagia itu imunitas tubuh yang paling tinggi.

Ada 3 elemen yang harus kita ketahui berkaitan dengan misi hidup dan produktivitas :

a. Kita ingin menjadi apa (be)

b. Kita ingin melakukan apa (do)

c. kita ingin memiliki apa (have)

Dari aspek dimensi waktu ada 3 periode yang perlu kita perhatikan :

a. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

b.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahunke depan ( strategic plan)

c. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Setelah mendapatkan jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas, maka mulailah berkomitmen untuk “BERUBAH” dari kebiasaan-kebiasaan yang anda pikir memang harus diubah.

Berikutnya mulai susun langkah-langkah usaha apa saja yang bisa kita lakukan untuk menunjang sebuah produktivitas hidup kita.Mulailah dengan menetapkan target waktu dan jadwal kegiatan selama satu tahun, serta menentukan ukuran atau indikator keberhasilan dalam setiap kegiatan yang kita lakukan.Buatlah prioritas dan pilih hal-hal yang memang kita perlukan. Hindari membuat daftar yang terlalu panjang, karena hal tersebut membuat kita “gagal fokus”.

Demikian sekilas tentang pentingnya misi hidup dengan produktivitas, silakan dibuka diskusi dan nanti kami  akan lebih detilkan materi ini secara real di nice homework #8 berbasis dari kekuatan diri teman-teman yang sudah dituliskan di Nice homework #7.

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/

Sumber bacaan:
Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014
Materi Matrikulasi IIP, Bunda Produktif, 2017
Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015