Asal Baca AjaΒ 

Kemarin malam kumat lagi ketidakkonsistenan saya ngawal anak-anak membaca buku. Huhuhu. Kadang tenaga tidak full tank, perut rasa ngga enak, nyeri punggung, dan sebagainya rasa ibu hamil.

Kakak R mengerjakan PR, alhamdulillah dia sudah mandiri, tidak harus dibantu kecuali memang dia merasa kesulitan.

Mas A baca buku tapi tidak tuntas. Mas U malah nonton tivi. Hufh…

Alhamdulillah Ayah pulang lebih cepat daripada biasanya. Setelah makan malam dan menemani Kakak R bikin PR, kami ke rumah kawan untuk nanya-nanya tentang pesantren yang Kakak R ingin melanjutkan sekolah ke sana.

Semoga Alloh memberi kemudahan Kakak R bersekolah di sana, mentakdirkan Kakak R menimba ilmu di sana. Aamiin.

Jadi kegiatan baca bukunya bagaimana? Asal baca saja deh hari ini. He he.

#day4 #GameLevel5 #Tantangan10Hari #KuliahBundaSayang #InstitutIbuProfesional

Iklan

[Buku] Bumi dan Penghuninya

Anak-anak ini yaaa…. ngga ada PR, ngga belajar. Hiks. Kayak emaknya dulu waktu masih sekolah.

Maka setelah maghrib, anak-anak saya ingatkan untuk membaca buku, terserah deh buku apa yang mau dibaca. Ada yang baca-baca, ada juga yang lanjut mbongkar mainan brik/lego, padahal peraturannya adalah tidak main lego di malam hari. Kenapa begitu? Ya supaya ada porsi waktu untuk melakukan hal lain, baca buku misalnya. Anak-anak saya suka main lego. Kalau ngga diatur begini, suka bablas aja ngga melakukan kegiatan lain.

Untuk menarik perhatian mereka, setelah Isya saya mulai Read a Loud. Membaca keras buku yang tipis ini aja (biar cepet kelar, hehe). Saya pilih buku ini karena isinya pengetahuan umum yang saat ini cocok dengan materi sekolah Mas A di kelas 4, diantaranya adalah habitat hewan, konservasi, pelestarian hewan, manfaat hewan dan tumbuhan, serta bagian-bagian tumbuhan.

Hasilnya, mereka bertiga ngumpul ndengerin Mamanya ngoceh. Hihi. Terutama Mas A nih, yang tidak mudah untuk diminta membaca buku. Saya pikir dia tipe anak dengan gaya belajar visual-auditori.

Buku ini berjudul Bumi dan Penghuninya, satu dari empat buku “Seri Dunia Kita”, penulisnya Mbak D.K. Wardhani. Salah satu inspirator saya dalam dunia craft dan green living.

Alhamdulillaah, bertambah lagi daun di Pohon Literasi kami… Selamaaatt untuk Mama dan Anak-anak! Yeeyy…!!

#Day3 #GamesLevel5 #Tantangan10Hari #KuliahBundaSayang #InstitutIbuProfesional #ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Baca Apa?

Alhamdulillaah, setelah melihat Pohon Literasi, anak-anak mulai membaca buku lagi. Yang paling seneng baca sih Mas U, tapi ya itu tidak pernah tuntas kecuali komik Pengen Jadi Baik (PJB). Anak-anak ngga bosen-bosen baca komik itu, seperti ngga ada buku lain aja. Tapi memang komiknya lucu dan membawa pesan-pesan kebaikan sih dengan gambar dan tulisan yang enak dibaca/dilihat.

Kunci dari keberhasilan merimbunkan Pohon sih dengan mengatur waktu ya. Jadi saya mulai memberlakukan “jam membaca” yaitu setelah belajar, sekitar jam 8 malam. Anak-anak mulai ambil buku, tapi yang antusias menempelkan daun hanya Mas A. Sebetulnya baca bukunya juga tidak sampai tamat, tapi untuk menghargai semangatnya, maka tetep kami tempelkan. Baca Apa? Komik! hihihi. Komik Pesantren Keren ini bagus juga. Bahasanya mudah dicerna, ceritanya lucu dan sarat pesan.

Selamat ya, Mas A !

#Day2 #GamesLevel5 #Tantangan10Hari #KuliahBundaSayang #InstitutIbuProfesional #ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Belanja Sayur dan Jemuran

Hari ini ada rapat walimurid di SDnya Mas U. Mama sibuk di dapur menyiapkan sarapan. Dari luar pagar terdengar suara Pak No, tukang sayur langganan, memberi kode woro-woro agar ibu-ibu berbelanja. Karena saya repot, maka saya meminta bantuan Kakak R untuk berbelanja sayur untuk melatih kemandiriannya sekaligus agar saya dapat menghemat waktu karena saya akan segera berangkat ke sekolah.

Saya menuliskan daftar belanja di sehelai kertas dan memberinya uang. Kakak R pun melakukan tugas ini dengan baik. Alhamdulillaah.

Sore ini langit gelap. Saya meminta Kakak R dan Mas A untuk angkat jemuran sementara saya melakukan hal lain. Sebelumnya saya sudah pernah mengajak mereka melakukan kegiatan ini. Terkadang saya meminta Kakak R melakukannya sendiri, namun seringnya dia tak bersedia. Alasannya, tangannya ngga nyampe. Padahal ada kursi kecil yang bisa mereka gunakan lho untuk mengambil jemuran yang dirasa tinggi letaknya. Hari ini mereka berdua bekerjasama melaksanakan tugasnya.

Baarakallaahufiikum


#Level2 #Tantangan10Hari #MelatihKemandirian #BunsayIIP #Day9

 

Jalan Kaki atau Becak?

Masih tentang melatih kemandirian Kakak R dan Mas A. Kakak R ini beberapa kali minta uang transport yang berlebih.

“Bawa 50 ribu dong, Ma”

Oh, belum perlu sebanyak itu, Nak. Tapi, sepertinya Mama tahu nih kenapa minta uang lebih banyak. Maka Mama memberi mereka pengertian bahwa untuk punya uang lebih, mereka berdua menyisihkan uang transport mereka. Uang naik becak, bisa digunakan untuk membeli makanan atau minuman, asalkan mereka mau jalan kaki saja menuju jalan raya.

Dan nampaknya mereka menerima usul ini πŸ™‚

Terima kasih untuk Mama Wawa dan Mama-mama lain yang udah perhatian sama anak-anak saya.

Baarakallaahufiikuma, Nak…


#Level2 #Tantangan10Hari #MelatihKemandirian #BunsayIIP #Day5

Botol Bekas : Mobil-mobilan

Masih bercerita tentang kegiatan bikin-bikin-nya kami di hari Sabtu lalu nih. Sementara Mama dan anak-anak menunggu Bunga Warna-warninya jadi, Ayah membantu anak-anak membuat mainan mobil-mobilan.

Idenya berasal dari majalah langganan kami, Mombi SD, edisi kapan udah ngga terlacak karena sampulnya sudah terlepas.

Bahan dan alat :

  • botol plastik bekas
  • karet sandal bekas
  • gunting
  • pisau dan alat tajam sejenis untuk melubangi botol
  • lidi
  • tali (untuk menarik mobil-mobilan)

Dengan melihat gambar di bawah ini, saya yakin Ayah dan Bunda udah kebayang cara bikinnya.

mombi

ini gambar di majalah Mombi SD

gunting karet sandal, bentuk lingkaran (untuk roda)

gunting karet sandal, bentuk lingkaran (untuk roda)

jadi deh mobil-mobilannya

jadi deh mobil-mobilannya, tapi talinya belum terpasang

Terima kasih ya, Ayah, udah membuatkan mainan untuk anak-anak. Anak-anak suka sekali. πŸ™‚

Prakarya : Rumah-rumahan

Sejak beberapa hari yang lalu Mama mulai rajin ngumpulin kotak susu bekas anak-anak. Mereka biasa minum susu UHT, jadi kami lebih sering membelinya sekalian banyak. Sebelumnya sih belum kepikir memilah sampah untuk dibikin-bikin sesuatu, selain memilah sampah dapur untuk dijadikan kompos cair.

Si Tengah (sekarang usianya 6 tahun) nih yang lebih seneng utak-atik bikin-bikin, jadi Mama bersemangat deh untuk berkreasi juga. Hari Sabtu kemarin, Mama dan Si Tengah membuat rumah-rumahan dari kotak susu.

DSC00560

Kotak susu yang sebelumnya sudah digunting sisi atasnya, dicuci bersih, kemudian ditiriskan sampai kering. Bahan dan alatΒ  lainnya adalah kertas bekas, selotip, spidol warna-warni. Juga sedikit imajinasi dan kesabaran, hihiΒ  πŸ™‚

Sisi atas kotak yang terbuka ditutup dengan selotip. Kemudian bungkus kotak dengan kertas. Tambahkan potongan kertas sebagai atap rumah-rumahannya. Kemudian digambar sesuai selera πŸ™‚ mudah bin gampang gak pake ruwet πŸ˜€

DSC00561

Yang ini contoh bikinan Mama

DSC00563

Yang ini rumah Si Tengah. Dia bikin sendiri, sesukanya. πŸ™‚

DSC00565

Ini karya Si Tengah juga, untuk diberikan ke adiknya. Tapi dia hanya menutup satu sisi saja, xixixi. Minimalis.

Dan inilah komplek perumahan kami :)

Dan inilah komplek perumahan kami πŸ™‚

Alhamdulillaah, mainan kami tidak selalu bikinan pabrik hehehe.

Selamat berkarya! πŸ™‚

Prakarya : Kapal Selam

Kemarin mulai blogwalking. Jalan-jalan… lihat-lihat… sampailah pada blognya Mbak Erikasari, pas di postingan berjudul Submarine, berbinarlah saya. Mau bikin prakarya juga ah, pas ada kotak bekas minuman kemasan juga di rumah. Si Tengah ikutan melihat-lihat dan bersemangat membuat kapal selam yang semisal dengan karya Mbak Erikasari (foto-fotonya kereeen euy, Mbak πŸ™‚ )

Saya menggunakan kotak bekas minuman, botol air mineral, sedotan, selotip, spidol, gunting, cutter. Ngga punya cat, jadi kapal kami ngga diwarnai. Ngga papa deh ya, mumpung anak-anak lagi semangat nih.

DSC00517

Buat pola lingkaran di kotak menggunakan guntingan botol. Lubangi.

DSC00518

Masukkan potongan botol ke dalam lubang di kotak

DSC00524

Lubangi tutup botol menggunakan gunting, masukkan sedotan.

DSC00527

Buat beberapa lingkaran kecil dari bahan kotak yang tidak terpakai, rekatkan di sisi kapal menggunakan lem/selotip.

DSC00553

DSC00542

Terima kasih, Mbak Erika, untuk inspirasi karyanya πŸ™‚

Matur Nuwun

Semalam, setelah saya sampai di rumah, ART kami pamit pulang karena jam kerjanya memang sampai saya sampai di rumah, Pergi-Pulang.

Iya, Mbak, silahkan. Matur nuwun ya, Mbak.

Tiba-tiba Si Mas nyeletuk, “Mama, matur nuwun itu apa?”

Hahaha… Matur nuwun itu terima kasih, Nak.

(Wah, bisa-bisa bahasa Jawa tidak lagi dimengerti oleh keturunan kami karena tidak dipakai dalam percakapan dengan anak-anak) πŸ˜›