Pertama Kali Ikut Kursus

Alhamdulillaah, tulisan ini bisa muncul juga… draft nya tertanggal 28 Nopember 2012. Wow, sudah setahun ngendon di kantong, qiqiiqiqi.

Saya mau cerita ya…

Dulu, waktu masih ngantor, saya sering mantengin blog-blog tentang kreatifitas dan daur ulang. Sering berpikir, kapan ya bisa melakukan sesuatu yang saya suka dengan lebih leluasa.

Setelah ngga bekerja lagi, alhamdulillaah keinginan saya bisa terwujud satu per satu, diantaranya adalah belajar membuat kreasi yang handmade. Saya mulai blogwalking dan mencari teman-teman crafter di Facebook.

Berawal dari status FB Mutiara Craft, saya mengikuti One Day Lesson membuat Caterpillar Yo-yo Doll pada tanggal 21 Oktober 2012 bertempat di Cibubur (Mutiara Craft). Gurunya adalah Mbak Kika dan Mbak Lia. Ternyata beliau berdua ini adalah penulis buku craft yang saya udah puya juga. Tambah seneeeeng deh, bisa berteman dengan teman-teman hebat.

Selama ini saya baru belajar berkreasi dengan kain flanel. Di acara tersebut saya jadi tahu bahwa kreasi dengan kain katun tak kalah menariknya. Sebelumnya saya berpikir harus bisa menjahit dengan mesin untuk membuat kreasi dari kain katun (saya belum bisa menjahit, hihihii). Ternyata saya salah. Dengan tangan pun bisa. Seperti yang saya bikin, Caterpillar Yo-yo Doll, full handmade.

Ini bukunya Mbak Kika dan Mbak Lia :

buku Kika+lia

Foto-foto saat kursus :

ulatkuone day lesson 1onedaylesson1

*Foto-foto diambil dari blog Mbak Kika.

(Ijin nyuri fotonya ya Mbak Kika… Maturnuwuuun… qiqiiqiq)

Mother, How Are You…?

Mother, how are you today?

Masih kuingat, 1 Juni lalu, Emak saya yang berusia 65 tahun, terjatuh ketika hendak menggendong Si Bungsu. Ach, saya selalu merasa sangat bersalah setiap kali mengingatnya. Akibatnya, Emak saya fraktur tulang belakang. Sediiiih…

Selama beberapa hari Emak saya tidak bisa ke mana-mana, hanya di tempat tidur saja. Mau bawa ke RS juga ragu-ragu kalo mau pake mobil. Alhamdulillaah, tetangga saya adalah seorang dokter di RS Hermina Bekasi. Dengan kemudahan dari Allah, dan bantuan dari tetangga, Emak dibawa ke RS menggunakan ambulance (mengangkat tubuh Emak pun dengan alat tandu khusus).

Lagi-lagi harus banyak bersyukur, karena Allah memberikan kemudahan, mempertemukan kami dengan dokter-dokter baik yang memberikan informasi dengan jelas. Bahkan menggratiskan pelayanan. Alhamdulillaah. Mungkin karena kami ditemani tetangga saya tadi. (Terima kasih, Dokter…)

Selanjutnya, untuk beraktifitas Emak saya harus menggunakan korset khusus, agar punggung beliau selalu dalam keadaan tegak, meminimalkan tekanan pada tulang yang cedera. Emak saya yang tadinya aktif, kini harus lebih banyak bersabar. Alhamdulillaah, Emak saya sangat sabar, berusaha ikhlas dan berbaik sangka kepada Allah.

Lebaran Idul Fitri tahun ini, Emak dan Bapak tidak pulang. Agak sedih sih, tapi demi kesehatan, beliau ikhlas tidak pulang dulu. Setelah libur lebaran, Emak periksa lagi ke RS. Kondisi beliau sudah jauh membaik. Emak sudah bisa sholat dengan berdiri seperti biasa (lebih sering sholat dengan duduk, karena sewaktu Ruku’ masih terasa sakit). Emak sudah jauh lebih tenang dan ceria. Sudah bisa melakukan aktifitas ringan, dengan berdiri tentunya (sementara ini belum bisa nunduk-nunduk dulu ya, Mak).

Sekarang Emak sudah pulang ke Sidoarjo. Rumah agak sepi. Saya jadi kangen ngobrol-ngobrol dengan beliau, membahas apaaa saja. Sekali waktu kami membuat kreasi flanel. Namun, kini saya “kehilangan” partner berkreasi. Kalau ada Emak di sini, segala persoalan terasa ringan. Curhat apapun, pasti ada solusi.

(Ach, Mak, saat-saat merawatmu, adalah saat yang membahagiakanku. Lekas pulih kembali ya, Mak… Semoga Allah memberkahi setiap aktifitasmu. Aamiin.)

Mikir Negoro

Biasanya aku menyempatkan diri tidur di bis dalam perjalanan pulangku. Tapi tidak malam ini.

Masih kepikiran bros kerang bertuliskan “KOREA” kemarin. Saya yakin Indonesia bisa produksi sendiri. Mungkin benar yang dikatakan Dik Amela, kemasannya saja yang ditulisi itu supaya lebih menarik, atau bergengsi. Opo kita kurang bangga dengan bikinan lokal? Ujung-ujungnya jadi mikirin kondisi bangsa Indonesia-ku ini.

Aah, pusing aku mikir negoro. Apa Pak SBY bisa tidur nyenyak ya?

“Lagian ngapain kamu mikir negoro, mikirin kerjaan saja sudah pusing saya, haha”, demikian teman saya nimpali kalo saya udah mulai ngomong mikir negoro.

Dan di bis ini, saya nemu ide membuat bros sendiri. Nanti di kemasannya ta’tulisi : BUATAN INDONESIA. (Hmm, ada yang mau mbantu memasarkan? Hehehhe)

Nek mikir thok emang jadi pusing. Luwih becik melakukan sesuatu untuk memajukan bangsa dan negara ini, terserah Sampean lah mau di sektor mana, sesuai kemampuan. Lak iyo to?

Mobile WordPress

Semua Melaju

Pusing… Selalu saja pusing setiap menatap layar ponsel di perjalanan pulangku. Ya, mungkin aku sudah terlalu lama menatap layar komputer di kantor tadi.

Pusingku semakin bertambah saja demi melihat kejauhan, yang tampak gedung-gedung tinggi. Langit yang menggelap. Ditambah terdengarnya suara deru mesin dan klakson bus kota yang kutumpangi.

Semua melaju. Busku laju, mobil laju, motor apalagi. Eh lha kok lampu-lampu jalan dan bayangan pohon pun melaju.

Semua orang ingin segera sampai di rumah. Melaju dengan terburu. Pun pedagang asongan dan pengamen di dalam busku, melaju demi kehidupan yang diharap tak kan sendu. Tentu.

*Kramat-Salemba dengan 24A*


Posted with WordPress4blackberry.

Mendem Gawean

Tengah tahun, alhamdulillaah ada Gaji ke-13. Seneng tentunya. Tapi tahukah Anda bahwa pencairannya memerlukan proses? (halah!)

Prosesnya ada di sini. Di ruangan saya. Hhh… Mendem gawean, karena bersamaan dengan mutasi pegawai, yang mengakibatkan proses yang harus saya jalani lebih njelimet lagi. Hihihi, lebay!

Selamat buat para abdi negara yang menerima Gaji ke-13. Senyum Anda menghapus lelah saya… πŸ™‚