NiceHomeWork#8

MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Bunda, setelah di materi sesi#8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :

a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)

b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE DO HAVE” di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulsi IIP/

____________________________________

MaasyaaAllaah…

Aktivitas yang saya SUKA DAN BISA : Craft dan Belajar Bahasa Arab

1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)

Hamba Alloh yang semakin sadar akan pengawasan-Nya, Istri dan Ibu yang menyenangkan, pelaku gaya hidup Go Green, crafter
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)

Belajar agama lebih banyak, belajar Bahasa Arab sehingga anak-anak termotivasi untuk mempelajarinya juga, mengikuti rangkaian pembelajaran di Institut Ibu Profesional, tetap memasarkan buku-buku di onlineshop, mengalokasikan waktu lebih banyak untuk kegiatan craft.
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

Iman baja, Keluarga yang se-visi dalam Islam, Integritas dalam peran saya sebagai ibu dan istri, toko buku, barang kerajinan siap jual (ready stock).

3 (tiga) aspek dimensi waktu :

1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

Ridho Allah, ridho suami, ridho orangtua, generasi tangguh yang shalih-shalihah, memberi banyak manfaat kepada sesama.

2. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)

Menyebarkan semangat cinta buku dan cinta kegiatan Go Green, melaksanakan Haji bersama suami, memiliki penghasilan dari craft dan buku.
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Bisa mengemudikan mobil, memiliki craft gallery, pindah tempat tinggal, berkontribusi dalam bank sampah (di lingkungan baru yang saya idamkan), DEBT FREE.

 

Iklan

Materi 8 Matrikulasi IIP Batch 3

*MISI SPESIFIK HIDUP DAN PRODUKTIVITAS*

Bunda, perjalanan kita untuk menemukan misi hidup selaras dengan perjalanan produktivitas hidup kita. Maka materi menemukan misi hidup ini, akan menjadi materi pokok di kelas bunda produktif.

Sebelumnya kita sudah memahami bahwa “Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”. Sehingga produktivitas hidup kita ini tidak akan selalu diukur dengan berapa rupiah yang akan kita terima , melainkan seberapa meningkat kemuliaan hidup kita dimata Allah dan seberapa manfaat hidup kita bagi alam semesta.
_____

*Be Professional, Rejeki will Follow*

Tagline Ibu Profesional di atas menjadi semakin mudah dipahami ketika kita masuk ranah produktif ini. “Be Professional” diartikan sebagai bersungguh-sungguh menjalankan peran. Kesungguhan dan keistiqomahan seseorang dalam menjalankan peran hidupnya  akan meningkatkan kemuliaan dirinya di mata Allah dan kebermanfaatan untuk sesama.

“Rejeki will follow’ bisa dimaknai bahwa  rejeki  setiap orang  itu sudah  pasti, yang membedakan adalah nilai kemanfaatan dan keberkahannya seiring dengan bersungguh-sungguh  tidaknya seseorang menjalankan apa yang dia BISA dan SUKA.
_____

*Uang akan mengikuti sebuah kesungguhan , bukan bersungguh-sungguh karena uang*

Pada dasarnya menemukan misi hidup itu tidak ada hubungannya dengan usia seseorang. Semakin awal seseorang merasa “galau” kemana arah hidupnya, semakin “risau” untuk mencari sebuah jawaban “mengapa Allah menciptakan dirinya di muka bumi ini?” maka semakin cepat akan menemukan misi hidup.

Kalau di pendidikan berbasis fitrah, proses ini secara alamiah akan dialami oleh anak-anak pre aqil baligh akhir ( sekitar 10-13 th) dan memasuki taraf aqil baligh ( usia 14 th ke atas). Maka kalau sampai hari ini ternyata kita masih galau dengan misi hidup kita, maka bersyukurlah, karena kita jadi tahu kesalahan proses pendidikan kita sebelumnya, dan tidak perlu lagi mengalami hal tersebut di saat usia paruh baya yang secara umum dialami oleh sebagian manusia yang disebut sebagai (mid-life crisis).

Maka sekarang, jalankan saja yang anda BISA  dan SUKA tanpa pikir panjang,   karena Allah pasti punya maksud tertentu ketika memberikan kepada kita sebuah kemampuan. Apabila kita jalankan terus menerus, kemungkinan itulah misi hidup kita.

Seseorang yang sudah menemukan misi hidup tsb apabila menjalankan aktivitas produktif akan lebih bermakna, karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi-misi hidupnya. Sehingga selalu memiliki ciri-ciri :

a. Selalu bersemangat dengan mata berbinar-binar

b. energi positifnya selalu muncul, rasanya tidak pernah capek.

c. rasa ingin tahunya tinggi, membuat semangat belajar tinggi

d. Imunitas tubuh naik, sehingga jarang sakit, karena bahagia itu imunitas tubuh yang paling tinggi.

Ada 3 elemen yang harus kita ketahui berkaitan dengan misi hidup dan produktivitas :

a. Kita ingin menjadi apa (be)

b. Kita ingin melakukan apa (do)

c. kita ingin memiliki apa (have)

Dari aspek dimensi waktu ada 3 periode yang perlu kita perhatikan :

a. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

b.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahunke depan ( strategic plan)

c. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Setelah mendapatkan jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas, maka mulailah berkomitmen untuk “BERUBAH” dari kebiasaan-kebiasaan yang anda pikir memang harus diubah.

Berikutnya mulai susun langkah-langkah usaha apa saja yang bisa kita lakukan untuk menunjang sebuah produktivitas hidup kita.Mulailah dengan menetapkan target waktu dan jadwal kegiatan selama satu tahun, serta menentukan ukuran atau indikator keberhasilan dalam setiap kegiatan yang kita lakukan.Buatlah prioritas dan pilih hal-hal yang memang kita perlukan. Hindari membuat daftar yang terlalu panjang, karena hal tersebut membuat kita “gagal fokus”.

Demikian sekilas tentang pentingnya misi hidup dengan produktivitas, silakan dibuka diskusi dan nanti kami  akan lebih detilkan materi ini secara real di nice homework #8 berbasis dari kekuatan diri teman-teman yang sudah dituliskan di Nice homework #7.

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/

Sumber bacaan:
Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014
Materi Matrikulasi IIP, Bunda Produktif, 2017
Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015

Review NHW#7

NHW#7 ini adalah sesi Konfirmasi.

Belajar mengkonfirmasi ada yang sudah kami temukan, apa yang sudah kami baca, tentang Diri Kami Sendiri, melalui tools yang dibuat oleh para ahli di bidang pemetaan bakat. Namun perlu diingat bahwa menggunakan berbagai tools peta-bakat adalah sarana terakhir setelah kami menggunakan mata fisik dan mata batin kami untuk melihat dan membaca diri dengan jujur, sehingga kami dapat memahami tanda-tanda yang Alloh Ta’ala berikan agar kami dapat menjalankan peran produktif.

Kabar baiknya, latihan membaca diri ini menjadi berguna untuk kami menggali minat dan bakat anak-anak kami, dari aktifitas keseharian mereka, mengamati sifat-sifat dominan mereka, yang mungkin akan menjadi peran produktif mereka di kemudian hari (tanpa perlu berburu alat pemetaan bakat).

_________

Selanjutnya, di NHW7 saya mendapatkan peta Potensi Kekuatan saya.

Potensi Kekuatan adalah aktifitas yang saya SUKA melakukannya dan saya BISA dengan mudah melakukannya, hasilnya bagus dan produktif.

Mengapa ranah SUKA pertama kali ditekankan? Karena membuat BISA itu mudah, sedangkan membuat SUKA itu baru tantangan.

Setelah ranah SUKA dan BISA ini sudah menjadi “Enjoy, Easy and Excellent”, maka mulai mencoba ke ranah lain selama aktifitas itu masuk dalam kuadran BISA.

Apa saja kaaaaaahhhh?

Kuadran 1 : Aktivitas yang saya SUKA dan BISA : Craft, membaca buku, belajar bahasa (arab/inggris)

Kuadran 2 : Aktivitas yang saya SUKA tetapi saya TIDAK BISA : Mengemudikan mobil, menjahit menggunakan mesin jahit

Kuadran 3 : Aktivitas yang saya TIDAK SUKA tetapi saya BISA : Memasak

Kuadran 4: Aktivitas yang saya TIDAK SUKA dan TIDAK BISA : Mengatur/mencatat keuangan secara rapi

___

Ayo, Mama… semua menjadi semakin jelas. Semangattt!

 

How’s Life?

Setelah tujuh pekan mengikuti Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional, apa kabar, Mamaa?

Huuuuffff…. Harus saya akui bahwa saya sering merasa kalah karena jarang berhasil mulus melaksanakan agenda harian dan pekanan yang sudah saya rencanakan. Kalaupun mayoritas agenda terlaksana, maka pada malam harinya saya merasa kelelahan. Huhuhu…

Ketika mulai berpikir untuk merevisi to do list, jujur deh, bisikan setan muncul untuk memangkas waktu belajar agama dan tilawah Al-Qur’an. Astaghfirullaah, mohon ampun, Ya Allaah. 😦

Lalu, ketika seorang teman memutuskan keluar dari WA Group belajar Tauhid, saya sempat berpikir untuk mengikuti langkahnya, karena jujur saja saya pun belum secara seksama dan mendalam mempelajari materi. Aaah, tidak, tidak, tidaaaak… Ketika agenda pekanan (pekan belajar Tauhid) belum pernah terisi dengan menyimak kajian dan/atau membaca buku tauhid, maka belajar di WA Group ini harus terus dijalankan.

___

Lalu, apa kabar Exciting Thing? apakah selalu excited ketika melakukannya?

Hihihihi. Yaaa lumayaaan. Apalagi ketika pagi-pagi sudah selesai mencuci baju. Rasanya merdeka.

Tapi, tunggu. Kemerdekaan itu kadang melenakan. Karena saya jadi merasa ada waktu untuk bisa berFB ria. Padahal, ada kalanya saya sedang tidak bersemangat promo dagangan. Maka yang terjadi adalah stalking aja.

Untuk Exciting Thing di sore hari, lebih sering meleset dari kandang waktu yang sudah dibuat. Oh Nooo… Jam-jam ini mata mulai mengantuk setelah menjemput anak-anak sekolah.

Berikutnya, aktivitas crafting, ini menyedihkan sekali, karena saya belum lagi melanjutkan hobi saya yang satu ini. Hiks. Padahal, banyak bahan, juga banyak ide. 😦

___

Duh, Mama, mau sampai kapan Kalah Karo Wegah???

 

NiceHomework#5

Bismillaah

Untuk mengerjakan NHW#5 ini saya meminta perpanjangan waktu kepada Koodinator Mingguan. Apa pasal? Hehe, jujur sampai kemarin saya masih meraba-raba apa yang saya rasa dan pikirkan, karena tugas kali ini adalah membuat Design Pembelajaran. Untuk siapa? Untuk saya sendiri! Blarrr!

Emang selama ini ngga pernah belajar, apa?

Yaa belajar sih. Dimulai dari belajar semasa sekolah dulu deh. Yang paling saya ingat ya cara belajar yang SKS (Sistem Kebut Semalam) dengan tujuan hanya agar bisa menjawab soal dan mendapat nilai bagus.

Udah tua begini, baru deh ngerasain kalo cara belajar seperti itu ngga efektif untuk saya. Buktinya, memori saya tentang pelajaran itu yaa ngga bertahan lama, apalagi kalo pelajarannya ngga berhubungan dengan aktifitas sehari-hari. Hihihi.

Nah, karena sejak di IIP ini saya mencanangkan untuk belajar ilmu agama (Tauhid), bahasa Arab, parenting, nyetir mobil, dan mengelola sampah, maka saya berpikir bahwa keempatnya ngga bisa dijalani hanya dengan SKS dan hafalan, melainkan dengan praktik.

Padahal bagian praktik inilah bagian yang paling menantang. Hiks.

Yuk mundur ke belakang. Lihat lagi pelaksanaan NHW#4 yang udah dibuat.

Lancar? enggak. Hiks.

Tahu sebabnya? Tahu. Gadget. #Plakk

Jadi, udah tahu Design Pembelajaran yang akan dijalani? Ya, begini :

  1. Patuh gadget hour.
  2. Membuat time-limit sesuai jenis aktifitas. Ini yang baru kemarin saya canangkan. Karena dengan gadget hour 15-18 dan 19-21 ternyata belum efektif untuk harmoni tugas-tugas rumahtangga, maka saya perlu membuat time-limit.
  3. Membuat media belajar yang bersifat visual untuk semakin menguatkan kosakata bahasa arab yang dipelajari.
  4. Menjadwalkan sharing keluarga di akhir pekan, mengenai pengalaman saya sepekan itu, juga review buku yang saya baca pekan itu (sesuai tema yang sudah saya buat di NHW sebelumnya)
  5. Belajar nyetir belum terlaksanana. Suami belum mau ngajarin lagi. Hiks.

Cukup? ya, segini dulu aja.

Everyone is unique, dan design ini cocok untuk saya saat ini.

Semangat!!

 

 

NiceHomework#4

Bismillah

Setelah di NHW#2 saya diajak untuk membuat indikator keprofesionalan saya sebagai manusia, maka tugas di NHW#4 adalah untuk mempertajam, mengajak saya lebih fokus melaksanakannya.

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

Saya tetap pada pilihan saya.

b. Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpacu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

Nah ini bagian tersulit. Hiks, huwaaaaaaaaa… 😦

Saya belum konsisten. Saya masih sering menunda pekerjaan. Saya belum keras berlatih.

c. Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

Sebenernya udah pernah membaca dan mendengar, bahwa saya diciptakan Alloh Ta’ala adalah untuk beribadah kepada-Nya.

Ibadah adalah segala hal yang Alloh cintai, Allah ridhoi.

Dari mana saya tahu tentang yang Alloh cinta dan ridho? Dari sunnah Rosul Muhammad ShollaLloohu ‘alayhi wasallam, sunnah Khulafaurrasyid, para Shahabat, dan nasehat para ulama.

c. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.

Mengingat kaidah Melakukan yang wajib, kemudian yang Sunnah, maka set langkah saya :

KM 0 (nol kilometer), adalah hari ini untuk berlatih menjadi ibu yang bertanggungjawab. Salah satu cara yang saya tempuh adalah mengikuti dan lulus program Matrikulasi IIP ini. Kemudian dilanjutkan KM 1 dan seterusnya adalah Program Bunda Sayang, Bunda Cekatan dan seterusnya sesuai program wajib di IIP.

KM 0 di ilmu agama adalah mulai hari ini. Berjuang meluangkan waktu untuk membaca Kitab Suci, Tafsir, dan buku yang lain.

KM 0 di belajar mengemudi adalah di akhir pekan ini. Saya belum menemukan tempat kursus setir mobil khusus perempuan, sehingga saya akan mulai merayu kembali suami untuk ngajari saya. hihihihi.

KM 0 di pengolahan sampah adalah bulan ini. Sudah menumpuk banyak itu cup bekas eskrim dan tutup galon. Belajar adalah dengan melakukan.

Saya memilih jurusan ilmu yang bersifat seumur hidup, dan paling mendasar (menurut saya lho) sebagai manusia. Kebermanfaatan diri saya yang saya harapkan, sesuai dengan kapasitas saya yang terbatas ini.

e. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

Saya merevisi aktifitas harian saya dengan menambahkan bagaimana perasaan saya ketika melakukannya.

nhw-daftar-pekanan-revisi1

f. Lakukan, lakukan, dan lakukan. Buatlah sejarah!

I have my own journey. Saya merencanakan apa yang saya mampu raih. Terlihat sangat sederhana checklist harian saya. Saya sengaja membuatnya demikian. Saya ingin “selesai dengan diri sendiri” dulu sebelum saya berpikir untuk menginspirasi orang.

Seperti halnya Bu Septi Wulandari, Founder IIP, penggagas materi-materi di IIP. Beliau kini mempunyai misi hidup sebagai inspirator dalam bidang pendidikan ibu dan anak. Tentu, beliau mengajarkan apa yang sudah beliau kerjakan. Walk the talk.

Fokus saya saat ini, keberadaan saya bermanfaat untuk keluarga saya ; suami dan anak-anak. Target saya saat ini adalah Lillah, agar aktifitas kerumahtanggaan saya tak hanya berujung Lelah.

Semangat!!

 

Materi 4 Matrikulasi IIP Batch 3

Bunda, setelah kita memamahi bahwa salah satu alasan kita melahirkan generasi adalah untuk membangun kembali peradaban dari dalam rumah kita, maka semakin jelas di depan mata kita, ilmu-ilmu apa saja yang perlu kita kuasai seiring dengan misi hidup kita di muka bumi ini.

Minimal sekarang anda akan memiliki prioritas ilmu-ilmu apa saja yang harus anda kuasai di tahap awal, dan segera jalankan, setelah itu tambah ilmu baru lagi.

Bukan saya, sebagai teman belajar anda di IIP selama ini, maupun para ahli parenting lain yang akan menentukan tahapan ilmu yang harus anda kuasai, melainkan DIRI ANDA SENDIRI.

Apakah mudah? TIDAK.  Tapi yakinlah bahwa kita bisa membuatnya menyenangkan. Jadilah diri anda sendiri, jangan hiraukan pendapat orang lain. Jangan silau terhadap kesuksesan orang lain.

Mereka semua selalu berjalan dari KM 0, maka mulai tentukan KM 0 perjalanan anda tanpa rasa “galau”.

Inilah sumber kegalauan diri kita menjalankan hidup, kita tidak berusaha memahami terlebih dahulu apa“misi hidup” kita sebagai individu dan apa “misi keluarga” kita sebagai sebuah komunitas terkecil. Sehingga semua ilmu kita pelajari dengan membabi buta dan  tidak ada yang dipraktekkan sama sekali. Semua seminar dan majelis ilmu offline maupun online kita ikuti, karena kekhawatiran tingkat tinggi akan ketertinggalan ilmu kekinian, tapi tidak ada satupun yang membekas menjadi jejak sejarah perjalanan hidup anda.

Check List harian sudah Anda buat dengan rapi di Nice Homework#2, surat cinta sudah anda buat dengan sepenuh hati  di Nice Homework #3.

Bagi yang sudah menemukan misi hidup dan misi keluarga, Misi tersebut sudah kita tulis besar-besar di dinding kamar, tapi Anda biarkan jadi pajangan saja. Maka “tsunami informasilah” yang anda dapatkan, dan ini menambah semakin tidak yakinnya kita kepada “kemampuan fitrah” kita dalam mendidik anak-anak.

“ Just DO It”,

Lakukan saja meskipun anda belum paham, karena Allah lah yang akan memahamkan anda lewat laku kehidupan kita.

Demikian juga dengan pendidikan anak-anak. Selama ini kita heboh pada Apa yang harus dipelajari anak-anak kita,  bukan pada Untuk apa anak-anak mempelajari hal tersebut, sehingga banyak ibu-ibu yang bingung memberikan muatan-muatan pelajaran ke anak-anaknya tanpa tahu untuk apa anak-anak ini harus melakukannya.

Ada satu kurikulum pendidikan yang tidak akan pernah berubah hingga akhir jaman, yaitu :

PENDIDIKAN ANAK DENGAN KEKUATAN FITRAH

Tahap yang harus anda jalankan adalah sbb:

a. Bersihkan hati nurani anda, karena ini faktor utama yang menentukan keberhasilan pendidikan anda.

b. Gunakan Mata Hati untuk melihat setiap perkembangan fitrah anak-anak. Karena sejatinya sejak lahir anak-anak sudah memiliki misi spesifik hidupnya. Tugas kita adalah membantu menemukannya sehingga anak-anak tidaka kan menjadi seperti kita, yang telat menemukan misi spesifik hidupnya.

c. Pahami Fitrah yang dibawa anak sejak lahir itu apa saja. Mulai dari fitrah Ilahiyah, Fitrah Belajar, Fitrah Bakat, Fitrah Perkembangan, Fitrah Seksualitas dll.

e. Manfaatkan momen bersama anak-anak, bedakan antara WAKTU BERSAMA ANAK dan WAKTU DENGAN ANAK. Bersama anak itu anda dan anak berinteraksi mulai dari hati, fisik dan pikiran bersama dalam satu lokasi. Waktu dengan anak, anda dan anak secara fisik berada dalam lokasi yang sama, tapi hati dan pikiran kita entah kemana.

f. Rancang program yang khas bersama anak, sesuai dengan tahap perkembangannya, karena anak anda “very limited special edition”.

Bunda, mendidik bukanlah menjejalkan, mengajarkan, mengisi dsbnya. Tetapi pendidikan, sejatinya adalah proses membangkitkan, menyadarkan, menguatkan fitrah anak kita sendiri. Lebih penting mana membuat anak bergairah belajar dan bernalar atau menguasai banyak pelajaran, lebih penting mana membuat mereka cinta buku atau menggegas untuk bisa membaca.

Jika mereka sudah cinta, ridha, bergairah maka mereka akan belajar mandiri sepanjang hidupnya.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Page 2 of 10

Review NHW #2

Bismillaah

Berikut ini saya copas aja ya review NHW#2 dari tim IIP.


CHECKLIST PEREMPUAN PROFESIONAL

Pertama yang akan kami katakan adalah SALUT untuk para bunda dan calon bunda peserta matrikulasi Ibu Profesional yang berhasil mengalahkan “rasa” berat untuk mengerjakan nice homework#2 ini. Kalau di Jawa ada pepatah  yang mengatakan “Ojo kalah karo wegah” (Jangan mau kalah dengan rasa malas).  Karena sebenarnya kalau urusan membuat checklist profesionalisme ini bukan MAMPU atau TIDAK MAMPU melainkan MAU atau TIDAK MAU. Terbukti teman-teman bisa melakukannya di tengah kesibukan yang luar biasa.

Kami sangat menghargai proses teman-teman membuat checklist profesionalisme ini. Mulai dari menanti-nanti jawaban dari suami dan anak bagi yang sudah berkeluarga, maupun melakukan kesungguhan bermain “andaikata aku menjadi istri dan ibu” bagi yang sedang dalam proses memantaskan diri membangun keluarga. Ada yang terkaget-kaget dengan banyaknya list jawaban dari suami dan anak-anak, ada juga yang bingung dengan jawaban dari para suami dan anak, karena terlalu sederhananya keinginan mereka terhadap kita, demi sebuah kebahagiaan.

KOMITMEN DAN KONSISTEN

Dua kata itulah yang akan menjadi kunci keberhasilan kita dalam membuat checklist profesionalisme ini. Buatlah komitmen setahap demi setahap, sesuai dengan kemampuan kita, kemudian belajar istiqomah, konsisten menjalankannya.

Konsistensi kita terhadap sebuah komitmen yang indikatornya kita susun sendiri, akan menjadi pondasi kita dalam menyusunDEEP HABIT yaitu kebiasaan-kebiasaan yang dibangun secara terus menerus untuk mendukung aktivitas yang membutuhkan fokus, ketajaman berpikir dan benar-benar krusial untuk hidup kita.

Selama ini disadari atau tidak banyak diantara kita memaknai aktivitas sehari-hari mendidik anak dan mengelola keluarga sebagai aktivitas  “Shallow Work”, yaitu aktivitas yang dangkal, tidak fokus, penuh distraksi (gangguan-gangguan) sehingga tidak memunculkan perubahan besar dalam hidup kita, bahkan banyak yang cenderung bosan dengan kesehariannya.

Selama ini status-status dangkal yang terus mengalir di sosial media seperti Facebook (FB) ditambah puluhan notifikasi whatsapp (WA) sering membuat kita terjebak dalam “shallow activities”, kelihatan sibuk menghabiskan waktu, tetapi sebenarnya tidak memberikan hasil nyata bagi perubahan hidup kita.

Harapan kami dengan adanya Checklist Profesionalisme Perempuan ini, teman-teman akan lebih fokus dalam proses “peningkatan kualitas diri” kita sebagai perempuan, istri dan ibu, meski kita menggunakan media WA dan FB sebagai kendaraan belajar kita, Sehinga bisa mengubah aktivitas yang dulunya masuk kategori “SHALLOW WORK” menjadi “DEEP WORK” (aktivitas yang memerlukan fokus, ketajaman berpikir sehingga membawa perubahan besar dalam hidup kita).

Untuk itu mari kita lihat kembali Checklist kita :

1.Apakah kalimat-kalimat di checklist itu sudah spesifik? misal kalimat “akan mengurangi aktivitas gadget selama di rumah” akan lebih baik anda ganti dengan, setiap hari akan menentukan Gadget hours selama 2 jam.

2.Apakah kalimat-kalimat di checklist  sudah terukur? misal “Menyelenggarakan aktivitas ngobrol di keluarga”, akan lebih baik kalau diganti dengan ” Sehari minimal menyelenggarakan 1 x family forum (ngobrol) di rumah bersama keluarga”

3. Apakah checklist yang kita tulis mudah dikerjakan dengan tambahan sedikit usaha? Misal sehari akan membaca 2 buah buku tentang pendidikan? ukur diri kita apakah mungkin? karena selama ini sehari-harinya kita hanya bisa membaca paling banyak 10 halaman. Maka akan lebih baik kalau anda ganti. Membaca 15 lembar buku parenting setiap harinya.

Sesuatu yang terlalu susah diraih itu akan membuat kita stress dan akhirnya tidak mengerjakan apa-apa, tetapi sesuatu yang sangat mudah diraih itu akan membuat kita menyepelekan.

Kembali ke istilah jawa ini namanya “gayuk…gayuk tuna” (contoh kasus, kita mau ambil mangga di pohon yang posisinya tidak terlalu tinggi, tetapi cukup berusaha dengan satu lompatan, mangga itu akan bisa teraih. Tidak juga terlalu pendek, sambil jalan aja kita bisa memetik mangga tersebut. Biasanya jadi tidak menghargai proses)

4. Apakah tantangan yang kita tulis di checklist ini merupakan tantangan-tantangan yang kita hadapi sehari-hari? misal anda adalah orang yang susah disiplin selama ini. maka sangat pas kalau di checklist anda tulis, akan berusaha tepat waktu di setiap mendatangi acara IIP baik offline maupun online. Jadi jelas memang akan menyelesaikan tantangan yang ada selama ini.

5. Berikan batas waktu pada proses latihan ini di checklist. Misal akan membaca satu buku satu minggu selama bulan November. Akan belajar tepat waktu selama 1 bulan pertama mulai Pebruari 2017.

Kelima hal tersebut di atas akan memudahkan kita pada proses evaluasi nantinya.

Silakan teman-teman  lihat  kembali checklist masing-masing. Kita akan mulai melihat seberapa bekerjanya checklist itu untuk perkembangan diri kita.

Silakan di print out, dan ditempel di tempat yang kita lihat setiap hari.

Ijinkan suami dan anak-anak memberikan penilaian sesuai dengan yang kita tentukan. Andaikata tidak ada yang mau menilai, maka diri andalah yang paling berhak menilai perkembangan kita.

Berusaha JUJUR kepada diri sendiri.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

 


Fiuuuuuhhh….

Reaksi saya membaca review tersebut adalah,

Pertama, saya bahagia! karena usaha saya dan teman-teman yang udah susah payah menyusun NHW dihargai. Pemilihan kata SALUT itu udah membuat saya merasa spesial.

Kedua, saya menangkap nasehat yang saaaaangat daleem. Nasehat yang tidak menggurui, namun justru didasari rasa ingin membantu/mendukung/merangkul kami. Kami yang tak jarang memang menghabiskan waktu untuk Shallow Work.

Ketiga, setelah mulai tergugah, tersadar bahwa ada yang harus diubah demi terwujudnya Peningkatan Kualitas Diri Perempuan (Ibu), maka kami diajak untuk menuliskan, mencanangkan target-target yang sudah kami susun pada NHW#2 

Keempat, saya disuruh ngeprint booo’.. hihihi. Biar selalu inget, jadi lebih kenceng usaha melakukan target. Hihihi. Baiklah, kalau sebelumnya saya hanya nulis asal-asalan to do list, sekarang saya bikin cantik. Supaya lebih semangattt!

Link di bawah ini format pdfnya

daftar-pekanan-nhw2

Ya Allooh ya Robbi, mohon taufiq untuk menjalani hari.

 

NiceHomeWork#2

Bismillaah…

NHW#2 ini saya rasakan lebih berat

(…Tarik napas…)

karena tugasnya adalah membuat checklist indikator-indikator profesionalisme perempuan, sebagai individu, istri, dan ibu, yang saya sendiri bisa menjalankannya. Boleh tanya dulu ke suami dan anak-anak tentang harapan mereka kepada saya.

Indikator itu haruslah SMART ; Specific, Measurable (terukur), Achievable, Realistic, and Timebond (batas waktu)

Dengan metode wawancara, pengalaman saya sih, suami hanya menjawab “jadilah dirimu sendiri”. Kalau kepada anak-anak, jawaban utamanya “jangan marah-marah” 🙂 Jlebbb!!

Saya memilih menyatukan peran saya (sebagai individu, istri, dan ibu) karena satu-sama lain saling berkaitan.

Dirangkum berdasarkan :

a. kesadaran bahwa saya adalah hamba Alloh yang diperintahkan untuk bertaqwa kepada-Nya

b. hasil wawancara dan mengingat respon suami dan anak-anak terhadap apa yang saya lakukan selama ini

c. suara hati saya

maka berikut ini hasilnya :

  1. Menjaga sholat. Maksimal molornya 30 menit dari adzan. Semangaatt, Mamaa!
  2. Tilawah Al-qur’an, setiap hari, 1 jam (akumulasi). Berjuanglah, Mama!
  3. Membaca Al-Mulk, setiap malam. You can do it, Mama!
  4. Dzikir pagi-petang, setiap hari
  5. Membaca buku dan/atau mendengarkan rekaman kajian Islam tema Aqidah (pekan 1), Fiqih (pekan 2), Akhlaq (pekan 3), Sejarah (pekan 4). Let’s do it!
  6. Membacakan buku dan/atau beraktifitas melibatkan anak-anak sesuai tema pekanan. This is it!
  7. Membaca buku parenting, hari Sabtu-Ahad. Itu buku-buku jangan dipajang aja, hihi.
  8. Exciting Thing, setiap hari, terdiri atas memasak, mencuci baju, menata rumah dan lain sebagainya pekerjaan domestik rumah tangga. C’mon give it a shot!!! hapenya disimpen duluuuu!!!
  9. Free gadget jam 15-18, 19-21. Umpetiiiiiiin!
  10. Belajar Bahasa Arab dengan rekaman kajian Durusul Lughoh di radio Rodja setiap Senin, Rabu, dan Jum’at. Pasti sempet, Mama!
  11. Crafting, setiap hari, waktunya menyesuaikan maksimal 30 menit. Itu bahan craft numpuk, Mama, ayo tanggungjawab. Hihi.
  12. Mengajari anak-anak mengaji, setiap hari, setelah Maghrib atau Isya, atau menyesuaikan. Tiap hari, Mamaaaa, itu anaknya jangan dilepasin aja ngajinya!

Fiuuuuhhhh…

Sudah? iya sudah, segitu dulu aja. Jalani duluuu dan konsistenlah sebulaaaan aja dulu.

Ya Allooh… saya memohon pertolongan…

Ganbate!


Rencana-rencana di atas sebagai sebuah acuan agar semua tetap on track. Dibuat  fleksibel mengikuti keadaan di lapangan.