Kelas Bunda Sayang

Alhamdulillaah, setelah usai mengikuti Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional, tak lama kemudian saya masuk kelas selanjutnya yaitu Bunda Sayang.

Bunda Sayang ini dilaksanakan selama 12 bulan lho… Akan ada tugas/tantangan/games yang harus kami selesaikan di setiap bulannya, yaitu Tantangan 10 Hari. Beneran harus mempraktikkan ilmu yang sudah didapatkan, demi efektifnya pembelajaran. Kemudian dilaporkan dalam bentuk postingan di blog atau media sosial lainnya. Bila sebelumnya saya menuliskannya di akun Instagram saya, maka selanjutnya saya menuliskannya di blog ini saja.

Bulan pertama, materinya tentang Komunikasi Produktif. Dari 10 hari yang harus dilaporkan, saya hanya mengerjakan 3. Hiks. Ternyata beraaat ya, Sodara-sodaraaa… betapa mengubah kebiasaan buruk dalam komunikasi ini tidak mudah.

Berusaha mengatur intonasi, menahan oktaf suara, juga memilih kalimat yang tepat ketika berkomunikasi dengan anak-anak. Byuuuh, pantesan susah lha saya udah kebiasaan pake 12 Gaya Pengasuhan itu ; menyindir, mengancam, membandingkan, dan lain-laiiin sampe 12 poin. 😦

Kalau udah merasa down begitu, saya jadi mutung, ngga semangat lagi. Sampai di akhir bulan, saya curhat ke suami. Pengen cuti dulu dari kelas Bunda Sayang, pengen lariiii dari masalah. Masalah? iya, masalah saya dengan diri saya sendiri.

Sampai beliau mengingatkan saya, seberapa penting kelas ini untuk saya. Ya memang penting sih, saya masih harus banyak belajar untuk menjadi ibu yang baik. Saya juga ngga mau terus-terusan dalam kejahiliyahan pengasuhan. So saya memilih terus belajar di Bunda Sayang ini.

Bulan pertama kemarin masih “dimaafkan” bila masih belum konsisten praktik dan lapor. Bulan berikutnya diharapkan peserta kelas semakin rajin dan konsisten menulis.

Semangat !

Alhamdulillaah, Empat, InsyaAllah

Bismillaah…

Lama ngga update blog. Hihihi… Jujur saja, mengerjakan NHW itu oke banget buat semangat nulis blog. Nah, setelah selesai sembilan pekan Kelas Matrikulasi IIP, ngga ada lagi NHW doong… jadi blognya sepi lagi. Apalagi di akhir-akhir Matrikulasi, saya mulai merasakan perubahan tubuh. Pasalnya saya positif hamil. Alhamdulillaah.

Beberapa waktu lalu saya sempet mellow di cerita yang ini, File’s Not Found. Alhamdulillah, Allah kembali mempercayakan sebuah amanah agung untuk kami.

Baruuu aja tempo hari di NHW#8 saya menuliskan azzam untuk memiliki iman baja, maasyaaAllah, Allah langsung mengujinya dengan kehamilan ini. InsyaAllah ini takdir Allah yang terbaik untuk kami sekeluarga.

Banyaaak bersyukur karena saya merasa excited di kehamilan ini. Namun tetep merasa seperti ngga banyak tahu ilmu kehamilan karena jarak yang cukup lama. Apalagi sekarang semakin berkembang itu ilmu-ilmu pengasuhan dan perawatan bayi. Alhamdulillaah, di kelas Matrikulasi kemarin, saya jadi berteman dengan ibu-ibu muda yang update ilmu terbaru.

Alhamdulillaah juga, anak-anak sudah besar-besar, jadi sudah mulai mandiri, dan bisa dimintai bantuan ketika saya mulai teler, mual-mual, pusing-pusing. Hihi.

Iya, sudah sebulan ini, saya mual-mual khas trimester pertama. Jadi, apa kabar ceklis-ceklis di NHW yang sudah dibuat? Dengan sedih, saya katakan, berantakan! Huhuhu… Sediih karena banyak hal terlewat. Jadwal harian tak terlaksana. Mual-pusing ini sesuatuu banget.

Jadi saat ini saya masih memaafkan diri sendiri karena belum mulai aktif melaksanakan jadwal. Masih sering tiduran di kala mual-pusing mendera.

Etapi, hari ini saya merasa fit. Saya nulis di blog saja. Alhamdulillaah.

Sekian.

NiceHomeWork#8

MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Bunda, setelah di materi sesi#8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :

a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)

b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE DO HAVE” di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulsi IIP/

____________________________________

MaasyaaAllaah…

Aktivitas yang saya SUKA DAN BISA : Craft dan Belajar Bahasa Arab

1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)

Hamba Alloh yang semakin sadar akan pengawasan-Nya, Istri dan Ibu yang menyenangkan, pelaku gaya hidup Go Green, crafter
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)

Belajar agama lebih banyak, belajar Bahasa Arab sehingga anak-anak termotivasi untuk mempelajarinya juga, mengikuti rangkaian pembelajaran di Institut Ibu Profesional, tetap memasarkan buku-buku di onlineshop, mengalokasikan waktu lebih banyak untuk kegiatan craft.
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

Iman baja, Keluarga yang se-visi dalam Islam, Integritas dalam peran saya sebagai ibu dan istri, toko buku, barang kerajinan siap jual (ready stock).

3 (tiga) aspek dimensi waktu :

1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

Ridho Allah, ridho suami, ridho orangtua, generasi tangguh yang shalih-shalihah, memberi banyak manfaat kepada sesama.

2. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)

Menyebarkan semangat cinta buku dan cinta kegiatan Go Green, melaksanakan Haji bersama suami, memiliki penghasilan dari craft dan buku.
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Bisa mengemudikan mobil, memiliki craft gallery, pindah tempat tinggal, berkontribusi dalam bank sampah (di lingkungan baru yang saya idamkan), DEBT FREE.

 

Materi 8 Matrikulasi IIP Batch 3

*MISI SPESIFIK HIDUP DAN PRODUKTIVITAS*

Bunda, perjalanan kita untuk menemukan misi hidup selaras dengan perjalanan produktivitas hidup kita. Maka materi menemukan misi hidup ini, akan menjadi materi pokok di kelas bunda produktif.

Sebelumnya kita sudah memahami bahwa “Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”. Sehingga produktivitas hidup kita ini tidak akan selalu diukur dengan berapa rupiah yang akan kita terima , melainkan seberapa meningkat kemuliaan hidup kita dimata Allah dan seberapa manfaat hidup kita bagi alam semesta.
_____

*Be Professional, Rejeki will Follow*

Tagline Ibu Profesional di atas menjadi semakin mudah dipahami ketika kita masuk ranah produktif ini. “Be Professional” diartikan sebagai bersungguh-sungguh menjalankan peran. Kesungguhan dan keistiqomahan seseorang dalam menjalankan peran hidupnya  akan meningkatkan kemuliaan dirinya di mata Allah dan kebermanfaatan untuk sesama.

“Rejeki will follow’ bisa dimaknai bahwa  rejeki  setiap orang  itu sudah  pasti, yang membedakan adalah nilai kemanfaatan dan keberkahannya seiring dengan bersungguh-sungguh  tidaknya seseorang menjalankan apa yang dia BISA dan SUKA.
_____

*Uang akan mengikuti sebuah kesungguhan , bukan bersungguh-sungguh karena uang*

Pada dasarnya menemukan misi hidup itu tidak ada hubungannya dengan usia seseorang. Semakin awal seseorang merasa “galau” kemana arah hidupnya, semakin “risau” untuk mencari sebuah jawaban “mengapa Allah menciptakan dirinya di muka bumi ini?” maka semakin cepat akan menemukan misi hidup.

Kalau di pendidikan berbasis fitrah, proses ini secara alamiah akan dialami oleh anak-anak pre aqil baligh akhir ( sekitar 10-13 th) dan memasuki taraf aqil baligh ( usia 14 th ke atas). Maka kalau sampai hari ini ternyata kita masih galau dengan misi hidup kita, maka bersyukurlah, karena kita jadi tahu kesalahan proses pendidikan kita sebelumnya, dan tidak perlu lagi mengalami hal tersebut di saat usia paruh baya yang secara umum dialami oleh sebagian manusia yang disebut sebagai (mid-life crisis).

Maka sekarang, jalankan saja yang anda BISA  dan SUKA tanpa pikir panjang,   karena Allah pasti punya maksud tertentu ketika memberikan kepada kita sebuah kemampuan. Apabila kita jalankan terus menerus, kemungkinan itulah misi hidup kita.

Seseorang yang sudah menemukan misi hidup tsb apabila menjalankan aktivitas produktif akan lebih bermakna, karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi-misi hidupnya. Sehingga selalu memiliki ciri-ciri :

a. Selalu bersemangat dengan mata berbinar-binar

b. energi positifnya selalu muncul, rasanya tidak pernah capek.

c. rasa ingin tahunya tinggi, membuat semangat belajar tinggi

d. Imunitas tubuh naik, sehingga jarang sakit, karena bahagia itu imunitas tubuh yang paling tinggi.

Ada 3 elemen yang harus kita ketahui berkaitan dengan misi hidup dan produktivitas :

a. Kita ingin menjadi apa (be)

b. Kita ingin melakukan apa (do)

c. kita ingin memiliki apa (have)

Dari aspek dimensi waktu ada 3 periode yang perlu kita perhatikan :

a. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

b.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahunke depan ( strategic plan)

c. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Setelah mendapatkan jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas, maka mulailah berkomitmen untuk “BERUBAH” dari kebiasaan-kebiasaan yang anda pikir memang harus diubah.

Berikutnya mulai susun langkah-langkah usaha apa saja yang bisa kita lakukan untuk menunjang sebuah produktivitas hidup kita.Mulailah dengan menetapkan target waktu dan jadwal kegiatan selama satu tahun, serta menentukan ukuran atau indikator keberhasilan dalam setiap kegiatan yang kita lakukan.Buatlah prioritas dan pilih hal-hal yang memang kita perlukan. Hindari membuat daftar yang terlalu panjang, karena hal tersebut membuat kita “gagal fokus”.

Demikian sekilas tentang pentingnya misi hidup dengan produktivitas, silakan dibuka diskusi dan nanti kami  akan lebih detilkan materi ini secara real di nice homework #8 berbasis dari kekuatan diri teman-teman yang sudah dituliskan di Nice homework #7.

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/

Sumber bacaan:
Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014
Materi Matrikulasi IIP, Bunda Produktif, 2017
Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015

Review NHW#7

NHW#7 ini adalah sesi Konfirmasi.

Belajar mengkonfirmasi ada yang sudah kami temukan, apa yang sudah kami baca, tentang Diri Kami Sendiri, melalui tools yang dibuat oleh para ahli di bidang pemetaan bakat. Namun perlu diingat bahwa menggunakan berbagai tools peta-bakat adalah sarana terakhir setelah kami menggunakan mata fisik dan mata batin kami untuk melihat dan membaca diri dengan jujur, sehingga kami dapat memahami tanda-tanda yang Alloh Ta’ala berikan agar kami dapat menjalankan peran produktif.

Kabar baiknya, latihan membaca diri ini menjadi berguna untuk kami menggali minat dan bakat anak-anak kami, dari aktifitas keseharian mereka, mengamati sifat-sifat dominan mereka, yang mungkin akan menjadi peran produktif mereka di kemudian hari (tanpa perlu berburu alat pemetaan bakat).

_________

Selanjutnya, di NHW7 saya mendapatkan peta Potensi Kekuatan saya.

Potensi Kekuatan adalah aktifitas yang saya SUKA melakukannya dan saya BISA dengan mudah melakukannya, hasilnya bagus dan produktif.

Mengapa ranah SUKA pertama kali ditekankan? Karena membuat BISA itu mudah, sedangkan membuat SUKA itu baru tantangan.

Setelah ranah SUKA dan BISA ini sudah menjadi “Enjoy, Easy and Excellent”, maka mulai mencoba ke ranah lain selama aktifitas itu masuk dalam kuadran BISA.

Apa saja kaaaaaahhhh?

Kuadran 1 : Aktivitas yang saya SUKA dan BISA : Craft, membaca buku, belajar bahasa (arab/inggris)

Kuadran 2 : Aktivitas yang saya SUKA tetapi saya TIDAK BISA : Mengemudikan mobil, menjahit menggunakan mesin jahit

Kuadran 3 : Aktivitas yang saya TIDAK SUKA tetapi saya BISA : Memasak

Kuadran 4: Aktivitas yang saya TIDAK SUKA dan TIDAK BISA : Mengatur/mencatat keuangan secara rapi

___

Ayo, Mama… semua menjadi semakin jelas. Semangattt!

 

How’s Life?

Setelah tujuh pekan mengikuti Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional, apa kabar, Mamaa?

Huuuuffff…. Harus saya akui bahwa saya sering merasa kalah karena jarang berhasil mulus melaksanakan agenda harian dan pekanan yang sudah saya rencanakan. Kalaupun mayoritas agenda terlaksana, maka pada malam harinya saya merasa kelelahan. Huhuhu…

Ketika mulai berpikir untuk merevisi to do list, jujur deh, bisikan setan muncul untuk memangkas waktu belajar agama dan tilawah Al-Qur’an. Astaghfirullaah, mohon ampun, Ya Allaah. 😦

Lalu, ketika seorang teman memutuskan keluar dari WA Group belajar Tauhid, saya sempat berpikir untuk mengikuti langkahnya, karena jujur saja saya pun belum secara seksama dan mendalam mempelajari materi. Aaah, tidak, tidak, tidaaaak… Ketika agenda pekanan (pekan belajar Tauhid) belum pernah terisi dengan menyimak kajian dan/atau membaca buku tauhid, maka belajar di WA Group ini harus terus dijalankan.

___

Lalu, apa kabar Exciting Thing? apakah selalu excited ketika melakukannya?

Hihihihi. Yaaa lumayaaan. Apalagi ketika pagi-pagi sudah selesai mencuci baju. Rasanya merdeka.

Tapi, tunggu. Kemerdekaan itu kadang melenakan. Karena saya jadi merasa ada waktu untuk bisa berFB ria. Padahal, ada kalanya saya sedang tidak bersemangat promo dagangan. Maka yang terjadi adalah stalking aja.

Untuk Exciting Thing di sore hari, lebih sering meleset dari kandang waktu yang sudah dibuat. Oh Nooo… Jam-jam ini mata mulai mengantuk setelah menjemput anak-anak sekolah.

Berikutnya, aktivitas crafting, ini menyedihkan sekali, karena saya belum lagi melanjutkan hobi saya yang satu ini. Hiks. Padahal, banyak bahan, juga banyak ide. 😦

___

Duh, Mama, mau sampai kapan Kalah Karo Wegah???

 

NiceHomework#7

Bismillaah

*TAHAPAN MENUJU BUNDA PRODUKTIF*

Bunda dan calon bunda yang masih semangat belajar sampai NHW #7. Selamat, anda sudah melampaui tahap demi tahap belajar kita dengan sabar.

Setelah kita berusaha mengetahui diri kita lewat NHW -NHW sebelumnya, kali ini kita akan mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini dengan tools yang sudah dibuat oleh Abah Rama di Talents Mapping.

Segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah teman-teman tulis di NHW#1 – NHW #6
Semua ini ditujukan agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.

Ketahuilah tipe kekuatan diri (strenght typology) teman-teman, dengan mengikuti tes di http://www.temubakat.com


Perolehan saya adalah :

NR LAILY, anda adalah orang yang berani menghadapi orang secara empat mata,keras kepala, berani mengambil alih tanggung jawab , selalu berpikir “pasti ada jalan dan atau cara yang lebih baik” , selalu ingin memajukan orang lain dan senang melihat kemajuan orang , senang mengkomunikasi ideanya , suka mengumpulkan berbagai informasi atau teratur , pekerja keras, fokus, perfeksionis dalam hal hasil, teliti.


Buatlah kuadran aktivitas, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran.

Kuadran 1 : Aktivitas yang saya SUKA dan BISA : Craft, membaca buku, belajar bahasa (arab/inggris)

Kuadran 2 : Aktivitas yang saya SUKA tetapi sayaTIDAK BISA : Mengemudikan mobil, menjahit menggunakan mesin jahit

Kuadran 3 : Aktivitas yang saya TIDAK SUKA tetapi saya BISA : Memasak

Kuadran 4: Aktivitas yang saya TIDAK SUKA dan TIDAK BISA : Mengatur/mencatat keuangan secara rapi

NiceHomework#6

Bismillaah

Nhw pekan ini memaksa saya untuk muhasabah. Hiks.

1. Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting

Jawab :

Paling penting adalah
a. Ibadah dan belajar agama
b. Membersamai keluarga
c. Pekerjaan domestik. Ini penting krn kalo ini tidak terlaksana, selanjutnya semakin banyak dan numpuk. Karenanya saya beri nama Exciting Things. Hehe.

Paling tidak penting adalah
a. Menonton acara gosip dan drama
b. Terlalu lama online di Facebook dan Instagram.
c. Bermalasan ketika suasana hati jelek

2. Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?

Jawab :

Pekerjaan rumah tangga, menonton tivi, dan bersosmed. Huwaaaa.

3. Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.

4. Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)

5. Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.

6. Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan.

Jawab :

Subuh – 7 pagi = mandi, sholat, menyiapkan sarapan, menyapu halaman, antar anak-anak sekolah

7.30 – 08.30 = belanja bahan makanan, membereskan dapur, menyapu rumah, mengantar Si Bungsu ke Paud.

9 – 12 = kadang menunggu anak di Paud, mencuci baju, memasak, crafting.

12 – 14 = ishoma, main sama anak, jemput sekolah

15 – 18 = gadget free, membersamai anak, ibadah, bersih-bersih badan dan beres-beres rumah, memasak bila siang skip masak.

18 – 21 = quality time dg anak-anak

7. Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik?
kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

Berjuang, Mama!
__

NiceHomework#5

Bismillaah

Untuk mengerjakan NHW#5 ini saya meminta perpanjangan waktu kepada Koodinator Mingguan. Apa pasal? Hehe, jujur sampai kemarin saya masih meraba-raba apa yang saya rasa dan pikirkan, karena tugas kali ini adalah membuat Design Pembelajaran. Untuk siapa? Untuk saya sendiri! Blarrr!

Emang selama ini ngga pernah belajar, apa?

Yaa belajar sih. Dimulai dari belajar semasa sekolah dulu deh. Yang paling saya ingat ya cara belajar yang SKS (Sistem Kebut Semalam) dengan tujuan hanya agar bisa menjawab soal dan mendapat nilai bagus.

Udah tua begini, baru deh ngerasain kalo cara belajar seperti itu ngga efektif untuk saya. Buktinya, memori saya tentang pelajaran itu yaa ngga bertahan lama, apalagi kalo pelajarannya ngga berhubungan dengan aktifitas sehari-hari. Hihihi.

Nah, karena sejak di IIP ini saya mencanangkan untuk belajar ilmu agama (Tauhid), bahasa Arab, parenting, nyetir mobil, dan mengelola sampah, maka saya berpikir bahwa keempatnya ngga bisa dijalani hanya dengan SKS dan hafalan, melainkan dengan praktik.

Padahal bagian praktik inilah bagian yang paling menantang. Hiks.

Yuk mundur ke belakang. Lihat lagi pelaksanaan NHW#4 yang udah dibuat.

Lancar? enggak. Hiks.

Tahu sebabnya? Tahu. Gadget. #Plakk

Jadi, udah tahu Design Pembelajaran yang akan dijalani? Ya, begini :

  1. Patuh gadget hour.
  2. Membuat time-limit sesuai jenis aktifitas. Ini yang baru kemarin saya canangkan. Karena dengan gadget hour 15-18 dan 19-21 ternyata belum efektif untuk harmoni tugas-tugas rumahtangga, maka saya perlu membuat time-limit.
  3. Membuat media belajar yang bersifat visual untuk semakin menguatkan kosakata bahasa arab yang dipelajari.
  4. Menjadwalkan sharing keluarga di akhir pekan, mengenai pengalaman saya sepekan itu, juga review buku yang saya baca pekan itu (sesuai tema yang sudah saya buat di NHW sebelumnya)
  5. Belajar nyetir belum terlaksanana. Suami belum mau ngajarin lagi. Hiks.

Cukup? ya, segini dulu aja.

Everyone is unique, dan design ini cocok untuk saya saat ini.

Semangat!!