Kardus Bekas : Mobil Off Road

Masih berkutat dengan kardus bekas nih, Teman-teman. Alhamdulillaah ya, Si Tengah sudah mulai tampak inisiatifnya untuk bikin ini-itu. Kali ini dia nagih terus untuk bikin mobil off road. Kami namakan demikian karena kekhasan mobil ini pada bentuk rodanya.

Nah, untuk konsep rancangannya, dia udah menentukan. Body mobil juga dibuatnya sendiri. Namun, belum juga selesai sampai akhir, dia sudah berpindah ke mainan yang lain. Deuhh !

Jadinya Mama deh yang melanjutkan, ditemani Si Bungsu. Dan karena kami kehabisan kardus, jadi roda depannya ngga sama bentuknya.Β  *tutupmata*

Daan, ini dia mobilnyaa… taddaa….

image

Foto mobil ini juga diposkan di instagram Andarucraft.

Iklan

Kardus : Parkir Mobil

Beberapa waktu yang lalu, di rumah ada banyak kardus kemasan makanan ringan (Stik Keju) yang saya jual. Maka saya mulai mencari referensi di Instagram untuk memanfaatkan kardus-kardus itu.

Si Tengah bersemangat sekali waktu melihat foto di Instagramnya pinkstripeysocks ini. (Hi, Leslie, thank you for sharing ^^ )

Jadi kami membuatnya juga. Bahan dan alatnya yaitu kardus bekas, penggaris (bila perlu), lem, gunting, cat, kuas, dan kertas bekas.

Kertas bekasnya digunakan untuk membalut tiang-tiangnya, supaya lebih rapi.

PhotoGrid_1435939720623

sudah diunggah di Instagram @andarucraft

Naah, ini gampang lho. Selamat mencoba…!Β  ^^

Jembatan Gantung

PhotoGrid_1435034933245Late post ini judulnya yaa…

Ini kegiatan saya dan Si Tengah. Membuat jembatan gantung.

Bahannya :

  • Kardus bekas sepatu. Kelupas bagian luarnya. Bagian dalamnya seperti di gambar ya, karton bergelombang gitu.
  • Tali rafia
  • Pelubang kertas
  • Balok-balok untuk penahan tali

Siapkan kartonnya, potong sesuai ukuran yang diinginkan. Kemudian lubangi bagian tepi-tepinya. Di setiap lubang, simpul dengan tali rafia, sedemikian rupa seperti gambar.

Si Tengah seneng banget bikin mainan ini. Alhamdulillaah.

Foto ini saya unggah juga di akun Instagram @andarucraft.

 

 

 

 

Tali Kur : Tatakan Gelas

tatakan gelas 1Alhamdulillaah…

Ini karya perdana saya dengan tali kur. Idenya dari melihat bros-bros flanel yang berbentuk lingkaran seperti permen lolipop. Maka saya berpikir, tentu tali kur juga bisa dikreasikan seperti itu juga.

Dan hasilnya adalah tatakan gelas ini. Bahannya tali kur, dipermanis dengan kerut yo-yo dan kancing.

tatakan gelas 2tatakan gelas 5tatakan gelas 4

Bagaimana, indah kan?

(ada yang mau pesan buat hadiah atau souvenir? hahahha… promosiiii :p )

Belajar di Indonesian Crafter

ICYes ! Saya diizinkan bergabung dengan grup keren ini, Indonesian Crafter (IC). Awalnya saya ragu-ragu karena saya baruu banget nyemplung menekuni hobi saya.

Bahkan ketika salah satu admin grupΒ menyodorkan IC Rules, saya sudah keder, karena pada peraturan pertama pun saya belum memenuhi syarat. Peraturan pertama, yang disebut crafter adalah orang yang create things not just copying or selling.

Ya saya terus terang saja, karena saya baru belajar, maka saya copying dari buku-buku craft dan karya orang lain. Pada awalnya memang meniru persis ya, misalnya boneka pensil yang saya pelajari dari buku (next time postingannya ya). Tapi semakin ke sini, saya menemukan cara/teknik baru dan varian-varian baru, meskipun judulnya sama yaitu boneka pensil.

Mba admin malah mendorong saya apply to join IC supaya saya bisa belajar dan mengasah ketrerampilan. Dan akhirnya diterima. Yeaay…! Alhamdulillaah… Di sana bertemu kawan-kawan baru, para crafter hebat yang inspiratif.

Terima kasih ya, ICers, telah mengizinkan saya bergabung. Semakin bersemangatlah saya untuk do something fun on crafting.

Dan karena saya tidak membuat blog khusus craft, maka jadilah blog Mamaray ini campur-aduk hehehhe. Ngga papa yaaaa…. sing penting duwe, trus diopeni.

Semangat ! ^^

Guru Dadakan

Sebut saja dia Mama Wawa. Dia ini kawan baru saja, sejak saya resign maksudnya πŸ™‚ anaknya satu kelas dengan Si Mas.

Belakangan ini dia mulai tertarik dengan flanel. Sudah mulai ketularan racun crafting saya, hahaha. Sebenarnya saya tidak sengaja menularkan. Mungkin “provokasi” saya melalui BBM yang kerap memajang foto Pensil Boneka, menggugah jiwa kreatif Mama Wawa.

Suatu hari dia meminta saya, “Lail, ajarin kita-kita dong…!”

Eh, ngajarin…?? Sebenarnya saya tidak terlalu pede karena saya juga belum menguasai semua ilmu perflanelan. Saya cuman bisa bikin Boneka Pensil dan bros berbentuk lingkaran dengan model yang sangat sederhana.

Karenanya saya pinjami dulu buku-buku tentang kreasi flanel saya. Saya mau lihat dulu, dia bener tertarik atau engga. Eh ternyata dia tertarik.

Akhirnya hari Jum’at kemarin, setelah TK bubar, saya mampir untuk memberi ‘kursus kilat’ hihihi, plus sedikit alat dan bahan (bahkan saya ngga tahu dia mau bikin apa, jadi saya ngga perhatikan warna flanel yg saya bawa)

Bener-bener kilat karena saya bahkan tak menunggu hingga dia menyelesaikan karyanya, hanya langkah-langkah dasar saja, karena saya mendapat telepon dari Bu Guru yang mengabarkan bahwa Si Kakak kurang sehat dan meminta dijemput pulang.

Malam harinya dia “laporkan” hasil karyanya. Ini diaaa…..

Good Job, Mama Wawa… Practice makes perfect. Happy craftiiiing…!!

Pertama Kali Ikut Kursus

Alhamdulillaah, tulisan ini bisa muncul juga… draft nya tertanggal 28 Nopember 2012. Wow, sudah setahun ngendon di kantong, qiqiiqiqi.

Saya mau cerita ya…

Dulu, waktu masih ngantor, saya sering mantengin blog-blog tentang kreatifitas dan daur ulang. Sering berpikir, kapan ya bisa melakukan sesuatu yang saya suka dengan lebih leluasa.

Setelah ngga bekerja lagi, alhamdulillaah keinginan saya bisa terwujud satu per satu, diantaranya adalah belajar membuat kreasi yang handmade. Saya mulai blogwalking dan mencari teman-teman crafter di Facebook.

Berawal dari status FB Mutiara Craft, saya mengikuti One Day Lesson membuat Caterpillar Yo-yo Doll pada tanggal 21 Oktober 2012 bertempat di Cibubur (Mutiara Craft). Gurunya adalah Mbak Kika dan Mbak Lia. Ternyata beliau berdua ini adalah penulis buku craft yang saya udah puya juga. Tambah seneeeeng deh, bisa berteman dengan teman-teman hebat.

Selama ini saya baru belajar berkreasi dengan kain flanel. Di acara tersebut saya jadi tahu bahwa kreasi dengan kain katun tak kalah menariknya. Sebelumnya saya berpikir harus bisa menjahit dengan mesin untuk membuat kreasi dari kain katun (saya belum bisa menjahit, hihihii). Ternyata saya salah. Dengan tangan pun bisa. Seperti yang saya bikin, Caterpillar Yo-yo Doll, full handmade.

Ini bukunya Mbak Kika dan Mbak Lia :

buku Kika+lia

Foto-foto saat kursus :

ulatkuone day lesson 1onedaylesson1

*Foto-foto diambil dari blog Mbak Kika.

(Ijin nyuri fotonya ya Mbak Kika… Maturnuwuuun… qiqiiqiq)

Sampah Dapur dan Pupuk Kompos Cair

Setelah tidak bekerja, saya punya banyak waktu untuk merealisasikan keinginan (saya dan suami) untuk mengolah sampah. Khususnya sampah dapur. Apalagi waktu tahu ada teman yang juga bersemangat mengolahnya. Sebelumnya, ketika isu-isu peduli lingkungan, semangat Go Green, sedang banyak diberitakan dan disosialisasikan media, saya hanya kepengan-kepengen aja.

Paling-paling saya melakukan penghematan kertas, penggunaan kembali kertas bekas, membawa minum dari rumah (pake gelas), yaah yang kecil-kecil gitu lah. Ohya, pernah juga bikin kertas daur ulang dari koran bekas. Karena hanya sebatas coba-coba dan tidak serius, saya ngga melakukannya lagi.

Tapi ketika ada pameran Flona di bulan Juli lalu, saya dan suami membeli Komposter (tong pembuat kompos) dan Bio Kompos-nya (bakteri pembusuk sampah).

Di tong tertulis Made in India. Weleeh, saya rasa kita bikin sendiri juga bisa πŸ˜› hanya tong biasa yang dimodifikasi sedikit. Dikasih semacam ‘sarangan dandang’ (istilah nasionalnya apa ya? ada yang tahu?) dari bahan polikarbonat, dan beberapa pipa pendek sebagai lubang udara.

Β Kalo yang di samping ini adalah Bio-Komposnya.

Jadi yang saya lakukan adalah memilah sampah dapur. Misalnya kulit bawang, kulit wortel, kentang, kulit dan biji mangga, tulang ayam, dan kawan-kawan selain kertas dan plastik. Masukkan ke dalam komposter, kemudian siram dengan sedikit biokompos yang sudah diencerkan dengan air. Begitu seterusnya. Jujur saja, saya ngga pake aturan-aturan yang pakem, heheh, agak-agak ngawur ini.

Dan inilah hasil panen saya, hehe… Warnanya hitam, bentuknya cair, berbau sampah dikit (tapi masih mending daripada sampah-sampah yang udah kecampur di bak sampah).

Bagaimana? Anda tertarik mengolah sampah? Let’s Go Green…! ^_^