Merapikan Pakaian

Sudah lama Ayahnya anak-anak melatihkan skill ini ; memasukkan baju yang sudah disetrika ke dalam lemari.

Saya? saya justru terkadang “melemahkan” keterampilan ini. Hiks. Hehehe. Soalnya saya gemes aja melihat tumpukan pakaian mereka yang tidak rapi.

Anak-anak masih harus diingatkan oleh ayahnya untuk kegiatan ini. Hanya satu-dua kali saja Kakak R berinisiatif melakukannya tanpa disuruh.

Saat ini pun, tumpukan pakaian rapi masih teronggok di keranjang, belum dimasukkan ke dalam lemari. Ayahnya belum lagi “bersuara” karena belakangan ini anak-anak tidur lebih cepat dari biasanya, sementara di pagi hari kami semua sibuk dengan persiapan bekerja dan bersekolah.

Oh, ayolah, Mama… rapikan lemari…!


#Level2 #Tantangan10Hari #MelatihKemandirian #BunsayIIP #Day8

Iklan

Belajar Naik Angkot

Sejak tahu saya hamil, maka saya dan suami sudah mulai sounding ke Kakak R dan Mas A agar naik angkot untuk berangkat dan pulang sekolah. Rencana ini pun mulai didengungkan lebih intensif lagi sejak libur sekolah. Kepada Mas U pun, sudah mulai disounding bahwa dia nantinya akan berangkat-pulang sekolah sendiri dengan naik sepeda.

Kakak R sekarang kelas 6 SD, Mas A kelas 4, dan Mas U kelas 1. Suami saya sudah berpikir bahwa anak lelaki kami harus mulai mandiri. Terutama Kakak R, usia SMP nanti (baligh) dia sudah bisa pergi-pergi sendiri. Maka mulailah kami melatihkan skill yang satu ini pas saat tahun ajaran baru ini, pas kondisi saya demikian. Jika bayi kami lahir, otomatis saya tidak bisa leluasa mengantar-jemput sekolah mereka.

Kakak R dan Mas A bersekolah di tempat yang sama, jaraknya sekitar 3 Km dari rumah, melewati jalan raya yang ramai. Sedangkan Mas U di sekolah lain yang lebih dekat jaraknya, letaknya di kampung, sehingga dia bisa bersepeda saja untuk sekolah.

Dua hari sebelum sekolah dimulai, saya mengajak Kakak R dan Mas A untuk belajar naik angkot. Pada awalnya mereka tidak terlalu setuju dengan ide ini. Mereka mengusulkan untuk ke sekolah naik ojek langganan, ojek online, atau mobil jemputan sekolah.

Oh, Anakku, sesungguhnya Ayah dan Mamamu hendak membekalimu dengan sesuatu yang kelak kamu butuhkan, yakni bertahan dalam situasi yang kurang nyaman. Maka bersabarlah…! πŸ™‚

Latihan pertama ini berjalan lancar, meski Mama harus merogoh kocek lagi untuk syarat yang mereka ajukan ; mampir toko mainan.


#Level2 #Tantangan10 Hari #BunsayIIP #Day3

Mama Juga Harus Mandiri

Hal yang menantang dari melatih Kakak R dan Mas A mencuci piring sendiri adalah pada saat selesai sarapan. Tahu kan, kalau pagi itu Emak-emak sibuk ini-itu di dapur, menyiapkan sarapan dan bekal sekolah. Plus mulut tak berhenti mengingatkan anak-anak untuk “bergerak” siap-siap bersekolah.

Seringnya, peralatan masak pun menumpuk di bak cuci piring. Nah, kalau sudah begitu, Si Mas A ini kadang naruh piring begitu saja tanpa mencucinya. Sementara saya pun tidak selalu awas, mengingat adiknya (Mas U) sekarang pun masuk SD sehingga perhatian saya terpecah juga kepadanya yang sedang beradaptasi dengan ritme baru sebagai anak SD.

Kalau Kakak R relatif lebih konsisten, alhamdulillaah. Dan saya cukup terbantu oleh Kakak R ini karena dia mengingatkan adiknya untuk mencuci piring. Baarakallaahufiih.

So, demi kelancaran aktifitas pagi, Mama juga harus bangun lebih pagi lagi nih, agar punya lebih banyak waktu juga untuk membereskan cucian peralatan masaknya. Hihihi…

Semangat, Mama !


#Level2 #Tantangan10Hari #MelatihKemandirian #BunsayIIP #Day2

Libur Telah Tiba

Bismillaah…

Pekan ini anak-anak udah libur sekolah. Seperti punya energi baru deh ketika suasana di rumah sedikit berbeda, biasanya pagi sampe siang saya berdua saja dengan Si Bungsu, tapi sekarang ada Si Sulung dan Si Tengah ada di rumah sepanjang hari. Rameee… Dan seruuu kayak kapal pecah.

Saya sudah mengumpulkan beberapa referensi kegiatan untuk mereka. Juga nyari resep makanan. Hihihi. Kesempatan untuk memasak menu-menu yang dulunya saya malas untuk mencobanya.

Ketika libur sekolah seperti ini saya merasa punya banyak waktu karena saya tidak harus antar-jemput mereka ke sekolah kan… Padahal waktu sama aja ya, 24 jam juga.

Alhamdulillaah, dengan izin Alloh, saya bisa temani anak-anak. Kesempatan untuk banyak berdiskusi dengan mereka, memperhatikan sampai sejauh mana pemahaman mereka tentang beberapa hal.
__

Jadi… Teman-teman sudah ada rencana kegiatan isi liburan? Selamat berlibur yaaa… 😁

Kardus Bekas : Mobil Off Road

Masih berkutat dengan kardus bekas nih, Teman-teman. Alhamdulillaah ya, Si Tengah sudah mulai tampak inisiatifnya untuk bikin ini-itu. Kali ini dia nagih terus untuk bikin mobil off road. Kami namakan demikian karena kekhasan mobil ini pada bentuk rodanya.

Nah, untuk konsep rancangannya, dia udah menentukan. Body mobil juga dibuatnya sendiri. Namun, belum juga selesai sampai akhir, dia sudah berpindah ke mainan yang lain. Deuhh !

Jadinya Mama deh yang melanjutkan, ditemani Si Bungsu. Dan karena kami kehabisan kardus, jadi roda depannya ngga sama bentuknya.Β  *tutupmata*

Daan, ini dia mobilnyaa… taddaa….

image

Foto mobil ini juga diposkan di instagram Andarucraft.

Kardus : Parkir Mobil

Beberapa waktu yang lalu, di rumah ada banyak kardus kemasan makanan ringan (Stik Keju) yang saya jual. Maka saya mulai mencari referensi di Instagram untuk memanfaatkan kardus-kardus itu.

Si Tengah bersemangat sekali waktu melihat foto di Instagramnya pinkstripeysocks ini. (Hi, Leslie, thank you for sharing ^^ )

Jadi kami membuatnya juga. Bahan dan alatnya yaitu kardus bekas, penggaris (bila perlu), lem, gunting, cat, kuas, dan kertas bekas.

Kertas bekasnya digunakan untuk membalut tiang-tiangnya, supaya lebih rapi.

PhotoGrid_1435939720623

sudah diunggah di Instagram @andarucraft

Naah, ini gampang lho. Selamat mencoba…!Β  ^^

Jembatan Gantung

PhotoGrid_1435034933245Late post ini judulnya yaa…

Ini kegiatan saya dan Si Tengah. Membuat jembatan gantung.

Bahannya :

  • Kardus bekas sepatu. Kelupas bagian luarnya. Bagian dalamnya seperti di gambar ya, karton bergelombang gitu.
  • Tali rafia
  • Pelubang kertas
  • Balok-balok untuk penahan tali

Siapkan kartonnya, potong sesuai ukuran yang diinginkan. Kemudian lubangi bagian tepi-tepinya. Di setiap lubang, simpul dengan tali rafia, sedemikian rupa seperti gambar.

Si Tengah seneng banget bikin mainan ini. Alhamdulillaah.

Foto ini saya unggah juga di akun Instagram @andarucraft.