Libur Telah Tiba

Bismillaah…

Pekan ini anak-anak udah libur sekolah. Seperti punya energi baru deh ketika suasana di rumah sedikit berbeda, biasanya pagi sampe siang saya berdua saja dengan Si Bungsu, tapi sekarang ada Si Sulung dan Si Tengah ada di rumah sepanjang hari. Rameee… Dan seruuu kayak kapal pecah.

Saya sudah mengumpulkan beberapa referensi kegiatan untuk mereka. Juga nyari resep makanan. Hihihi. Kesempatan untuk memasak menu-menu yang dulunya saya malas untuk mencobanya.

Ketika libur sekolah seperti ini saya merasa punya banyak waktu karena saya tidak harus antar-jemput mereka ke sekolah kan… Padahal waktu sama aja ya, 24 jam juga.

Alhamdulillaah, dengan izin Alloh, saya bisa temani anak-anak. Kesempatan untuk banyak berdiskusi dengan mereka, memperhatikan sampai sejauh mana pemahaman mereka tentang beberapa hal.
__

Jadi… Teman-teman sudah ada rencana kegiatan isi liburan? Selamat berlibur yaaa… 😁

Kardus Bekas : Mobil Off Road

Masih berkutat dengan kardus bekas nih, Teman-teman. Alhamdulillaah ya, Si Tengah sudah mulai tampak inisiatifnya untuk bikin ini-itu. Kali ini dia nagih terus untuk bikin mobil off road. Kami namakan demikian karena kekhasan mobil ini pada bentuk rodanya.

Nah, untuk konsep rancangannya, dia udah menentukan. Body mobil juga dibuatnya sendiri. Namun, belum juga selesai sampai akhir, dia sudah berpindah ke mainan yang lain. Deuhh !

Jadinya Mama deh yang melanjutkan, ditemani Si Bungsu. Dan karena kami kehabisan kardus, jadi roda depannya ngga sama bentuknya.Β  *tutupmata*

Daan, ini dia mobilnyaa… taddaa….

image

Foto mobil ini juga diposkan di instagram Andarucraft.

Kardus : Parkir Mobil

Beberapa waktu yang lalu, di rumah ada banyak kardus kemasan makanan ringan (Stik Keju) yang saya jual. Maka saya mulai mencari referensi di Instagram untuk memanfaatkan kardus-kardus itu.

Si Tengah bersemangat sekali waktu melihat foto di Instagramnya pinkstripeysocks ini. (Hi, Leslie, thank you for sharing ^^ )

Jadi kami membuatnya juga. Bahan dan alatnya yaitu kardus bekas, penggaris (bila perlu), lem, gunting, cat, kuas, dan kertas bekas.

Kertas bekasnya digunakan untuk membalut tiang-tiangnya, supaya lebih rapi.

PhotoGrid_1435939720623

sudah diunggah di Instagram @andarucraft

Naah, ini gampang lho. Selamat mencoba…!Β  ^^

Jembatan Gantung

PhotoGrid_1435034933245Late post ini judulnya yaa…

Ini kegiatan saya dan Si Tengah. Membuat jembatan gantung.

Bahannya :

  • Kardus bekas sepatu. Kelupas bagian luarnya. Bagian dalamnya seperti di gambar ya, karton bergelombang gitu.
  • Tali rafia
  • Pelubang kertas
  • Balok-balok untuk penahan tali

Siapkan kartonnya, potong sesuai ukuran yang diinginkan. Kemudian lubangi bagian tepi-tepinya. Di setiap lubang, simpul dengan tali rafia, sedemikian rupa seperti gambar.

Si Tengah seneng banget bikin mainan ini. Alhamdulillaah.

Foto ini saya unggah juga di akun Instagram @andarucraft.

 

 

 

 

Botol Bekas : Mobil-mobilan

Masih bercerita tentang kegiatan bikin-bikin-nya kami di hari Sabtu lalu nih. Sementara Mama dan anak-anak menunggu Bunga Warna-warninya jadi, Ayah membantu anak-anak membuat mainan mobil-mobilan.

Idenya berasal dari majalah langganan kami, Mombi SD, edisi kapan udah ngga terlacak karena sampulnya sudah terlepas.

Bahan dan alat :

  • botol plastik bekas
  • karet sandal bekas
  • gunting
  • pisau dan alat tajam sejenis untuk melubangi botol
  • lidi
  • tali (untuk menarik mobil-mobilan)

Dengan melihat gambar di bawah ini, saya yakin Ayah dan Bunda udah kebayang cara bikinnya.

mombi

ini gambar di majalah Mombi SD

gunting karet sandal, bentuk lingkaran (untuk roda)

gunting karet sandal, bentuk lingkaran (untuk roda)

jadi deh mobil-mobilannya

jadi deh mobil-mobilannya, tapi talinya belum terpasang

Terima kasih ya, Ayah, udah membuatkan mainan untuk anak-anak. Anak-anak suka sekali. πŸ™‚

Percobaan : Membuat Bunga Berwarna-warni

Sabtu kemarin, kami seru-seruan bermain dan bikin-bikin (istilah ini nyontek dari Mbak Retno) πŸ™‚

Idenya berasal dari buku EncyclopeBee terbitan Pustaka Lebah, bertema Amazing Experiments with Everyday Materials.

Judul eksperimen kami adalah Membuat Bunga Berwarna-warni.

Bahan dan alat yang dibutuhkan, alhamdulillaah tersedia di rumah, yaitu bunga berwarna putih, pewarna (kami menggunakan pewarna makanan), dan gelas bening.

petik_bunga

Si Sulung dan Si Tengah memetik bunga mawar putih yang tumbuh di taman mungil kami

Caranya : isi setiap gelas dengan air, tambahkan beberapa tetes pewarna makanan. Satu gelas untuk satu warna ya. Aduk hingga tercampur rata. Kemudian letakkan bunga putih di tiap-tiap gelas. Kami menggunakan warna ungu, merah, biru, dan kuning.

4_bunga

Dan inilah yang kemudian terjadi…

Setelah 30 menit, bunga di gelas berisi air biru berubah warna menjadi biru. Begitu juga gelas berisi air merah, bunganya bersemu merah muda. Sementara dua bunga lainnya tidak berubah warna, mungkin karena warna kuning dan ungunya kurang pekat.

bunga_30menit

Akhirnya dua bunga yang masih berwarna putih, kami masukkan ke gelas berisi air biru dan merah.

Setelah beberapa jam, semua bunga bersemu biru dan merah muda, seperti foto di bawah ini. Bahkan putiknya jadi berwarna biru dan merah mudah loh. Cantik kan…?

bunga warna

Dan untuk pertama kalinya nih, Si Sulung mencatat kegiatan percobaan kali ini. Mamanya telat ngajarin, hihihi. Catat di buku. Mulai dari Bahan dan Alat, Prosedur Percobaan, sampai pada Hasil, dan Kesimpulan. Sementara ini masih nyontek di buku EncyclopeBee-nya ya, Kak. Ngga papa, yang penting udah memulai belajar mencatat yah.

Ini kesimpulan percobaan kami (nyontek di buku) :

Bunga membutuhkan air untuk hidup. Air bergerak ke atas melalui jaringan vaskular yang ada di batang. Saat air sampai ke atas, bunga yang berwarna putih akan sedikit berubah warna tergantung dari warna air yang diserap.

Jaringan vaskular yang ada di batang terdiri atas Floem dan Xylem. Floem membawa makanan dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Sedangkan Xylem membawa air dan mineral dari bawah (akar) ke atas.

Naah, ada yang tertarik bereksperimen seperti kami? Selamat mencobaaa…!

Flanel : Alat Bantu Belajar Berhitung

~ Bismillaah ~

Kali ini saya mau berbagi pengalaman tentang membantu Si Sulung belajar berhitung. Sekarang Si Kakak ini udah naik kelas 3 loh, tetapi cerita tentang belajar berhitung di kelas 1 yang lalu baru ditulis sekarang. Hehe, ngga papa ya.

Dulu itu, sewaktu pelajaran Matematika tentang penjumlahan sederhana yang tidak lebih dari 10, Si Kakak lebih mudah mengerti. Namun, ketika sudah mulai Penjumlahan dengan metode Menyimpan, kayaknya dia memerlukan waktu dan usaha yang lebih banyak.

Saya sudah membantu dengan menuliskan di kertas/buku, papan tulis juga, tetapi sepertinya dia masih mengalami kebingungan.

Saya berpikir, Si Kakak ini lebih mudah mengerti kalau yang dia pelajari berbentuk nyata, bisa dilihat, atau mungkin diraba. Cenderung visual gaya belajarnya. Kalau dengan coret-coret di kertas/papan pun belum banyak membantunya, maka saya harus cari cara lain.

Akhirnya saya membuatkan angka 0 sampai dengan 9, menggunakan flanel-flanel yang ada di rumah. Masing-masing angka, 5 buah banyaknya (3 buah saja juga cukup). Cara menggunakannya ya sama saja dengan menuliskannya di kertas/buku, hanya saja ini angka-angkanya bisa diraba, warna-warni, bisa lebih asyik belajarnya karena bisa sambil main-main.

angkahitungAlhamdulillaah, dengan alat bantu angka-angka flanel ini, Si Kakak bisa lebih mudah mengerti konsep penjumlahan.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk teman-teman πŸ™‚

~ Selamat berakhir pekan ~