Komik Lagi

Alhamdulillaah, buku baru datang lagiiiii… Karena saya bakul buku, maka kalau kulakan buku biasanya nyelipin satu buku untuk pribadi. Hehe. Kali ini Komik Muslim Cilik Cintai Masjid karya Mbak D.K. Wardhani πŸ™‚

Kemarin Mas U sudah mulai membaca komik ini, meski belum tuntas. Sedangkan Kakak R seperti biasa, mengerjakan PR. Kalau Mas A, udah ngga konsen lagi mau ngapa-ngapain karena mau mudik. Jadi dia gelisah nungguin jam berangkat mudik sampai ngga mau makan, hihihi.

Selamat mudik ya, Ayah, Kakak R, dan Mas A… Fii amaanillaah…

#Day5 #GameLevel5#Tantangan10Hari #KuliahBundaSayangIIP #InstitutIbuProfesional #ForThingsToChangeIMustChangeFirst

 

Iklan

Asal Baca AjaΒ 

Kemarin malam kumat lagi ketidakkonsistenan saya ngawal anak-anak membaca buku. Huhuhu. Kadang tenaga tidak full tank, perut rasa ngga enak, nyeri punggung, dan sebagainya rasa ibu hamil.

Kakak R mengerjakan PR, alhamdulillah dia sudah mandiri, tidak harus dibantu kecuali memang dia merasa kesulitan.

Mas A baca buku tapi tidak tuntas. Mas U malah nonton tivi. Hufh…

Alhamdulillah Ayah pulang lebih cepat daripada biasanya. Setelah makan malam dan menemani Kakak R bikin PR, kami ke rumah kawan untuk nanya-nanya tentang pesantren yang Kakak R ingin melanjutkan sekolah ke sana.

Semoga Alloh memberi kemudahan Kakak R bersekolah di sana, mentakdirkan Kakak R menimba ilmu di sana. Aamiin.

Jadi kegiatan baca bukunya bagaimana? Asal baca saja deh hari ini. He he.

#day4 #GameLevel5 #Tantangan10Hari #KuliahBundaSayang #InstitutIbuProfesional

[Buku] Bumi dan Penghuninya

Anak-anak ini yaaa…. ngga ada PR, ngga belajar. Hiks. Kayak emaknya dulu waktu masih sekolah.

Maka setelah maghrib, anak-anak saya ingatkan untuk membaca buku, terserah deh buku apa yang mau dibaca. Ada yang baca-baca, ada juga yang lanjut mbongkar mainan brik/lego, padahal peraturannya adalah tidak main lego di malam hari. Kenapa begitu? Ya supaya ada porsi waktu untuk melakukan hal lain, baca buku misalnya. Anak-anak saya suka main lego. Kalau ngga diatur begini, suka bablas aja ngga melakukan kegiatan lain.

Untuk menarik perhatian mereka, setelah Isya saya mulai Read a Loud. Membaca keras buku yang tipis ini aja (biar cepet kelar, hehe). Saya pilih buku ini karena isinya pengetahuan umum yang saat ini cocok dengan materi sekolah Mas A di kelas 4, diantaranya adalah habitat hewan, konservasi, pelestarian hewan, manfaat hewan dan tumbuhan, serta bagian-bagian tumbuhan.

Hasilnya, mereka bertiga ngumpul ndengerin Mamanya ngoceh. Hihi. Terutama Mas A nih, yang tidak mudah untuk diminta membaca buku. Saya pikir dia tipe anak dengan gaya belajar visual-auditori.

Buku ini berjudul Bumi dan Penghuninya, satu dari empat buku “Seri Dunia Kita”, penulisnya Mbak D.K. Wardhani. Salah satu inspirator saya dalam dunia craft dan green living.

Alhamdulillaah, bertambah lagi daun di Pohon Literasi kami… Selamaaatt untuk Mama dan Anak-anak! Yeeyy…!!

#Day3 #GamesLevel5 #Tantangan10Hari #KuliahBundaSayang #InstitutIbuProfesional #ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Baca Apa?

Alhamdulillaah, setelah melihat Pohon Literasi, anak-anak mulai membaca buku lagi. Yang paling seneng baca sih Mas U, tapi ya itu tidak pernah tuntas kecuali komik Pengen Jadi Baik (PJB). Anak-anak ngga bosen-bosen baca komik itu, seperti ngga ada buku lain aja. Tapi memang komiknya lucu dan membawa pesan-pesan kebaikan sih dengan gambar dan tulisan yang enak dibaca/dilihat.

Kunci dari keberhasilan merimbunkan Pohon sih dengan mengatur waktu ya. Jadi saya mulai memberlakukan “jam membaca” yaitu setelah belajar, sekitar jam 8 malam. Anak-anak mulai ambil buku, tapi yang antusias menempelkan daun hanya Mas A. Sebetulnya baca bukunya juga tidak sampai tamat, tapi untuk menghargai semangatnya, maka tetep kami tempelkan. Baca Apa? Komik! hihihi. Komik Pesantren Keren ini bagus juga. Bahasanya mudah dicerna, ceritanya lucu dan sarat pesan.

Selamat ya, Mas A !

#Day2 #GamesLevel5 #Tantangan10Hari #KuliahBundaSayang #InstitutIbuProfesional #ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Merapikan Pakaian

Sudah lama Ayahnya anak-anak melatihkan skill ini ; memasukkan baju yang sudah disetrika ke dalam lemari.

Saya? saya justru terkadang “melemahkan” keterampilan ini. Hiks. Hehehe. Soalnya saya gemes aja melihat tumpukan pakaian mereka yang tidak rapi.

Anak-anak masih harus diingatkan oleh ayahnya untuk kegiatan ini. Hanya satu-dua kali saja Kakak R berinisiatif melakukannya tanpa disuruh.

Saat ini pun, tumpukan pakaian rapi masih teronggok di keranjang, belum dimasukkan ke dalam lemari. Ayahnya belum lagi “bersuara” karena belakangan ini anak-anak tidur lebih cepat dari biasanya, sementara di pagi hari kami semua sibuk dengan persiapan bekerja dan bersekolah.

Oh, ayolah, Mama… rapikan lemari…!


#Level2 #Tantangan10Hari #MelatihKemandirian #BunsayIIP #Day8

Belajar Naik Angkot

Sejak tahu saya hamil, maka saya dan suami sudah mulai sounding ke Kakak R dan Mas A agar naik angkot untuk berangkat dan pulang sekolah. Rencana ini pun mulai didengungkan lebih intensif lagi sejak libur sekolah. Kepada Mas U pun, sudah mulai disounding bahwa dia nantinya akan berangkat-pulang sekolah sendiri dengan naik sepeda.

Kakak R sekarang kelas 6 SD, Mas A kelas 4, dan Mas U kelas 1. Suami saya sudah berpikir bahwa anak lelaki kami harus mulai mandiri. Terutama Kakak R, usia SMP nanti (baligh) dia sudah bisa pergi-pergi sendiri. Maka mulailah kami melatihkan skill yang satu ini pas saat tahun ajaran baru ini, pas kondisi saya demikian. Jika bayi kami lahir, otomatis saya tidak bisa leluasa mengantar-jemput sekolah mereka.

Kakak R dan Mas A bersekolah di tempat yang sama, jaraknya sekitar 3 Km dari rumah, melewati jalan raya yang ramai. Sedangkan Mas U di sekolah lain yang lebih dekat jaraknya, letaknya di kampung, sehingga dia bisa bersepeda saja untuk sekolah.

Dua hari sebelum sekolah dimulai, saya mengajak Kakak R dan Mas A untuk belajar naik angkot. Pada awalnya mereka tidak terlalu setuju dengan ide ini. Mereka mengusulkan untuk ke sekolah naik ojek langganan, ojek online, atau mobil jemputan sekolah.

Oh, Anakku, sesungguhnya Ayah dan Mamamu hendak membekalimu dengan sesuatu yang kelak kamu butuhkan, yakni bertahan dalam situasi yang kurang nyaman. Maka bersabarlah…! πŸ™‚

Latihan pertama ini berjalan lancar, meski Mama harus merogoh kocek lagi untuk syarat yang mereka ajukan ; mampir toko mainan.


#Level2 #Tantangan10 Hari #BunsayIIP #Day3

Mama Juga Harus Mandiri

Hal yang menantang dari melatih Kakak R dan Mas A mencuci piring sendiri adalah pada saat selesai sarapan. Tahu kan, kalau pagi itu Emak-emak sibuk ini-itu di dapur, menyiapkan sarapan dan bekal sekolah. Plus mulut tak berhenti mengingatkan anak-anak untuk “bergerak” siap-siap bersekolah.

Seringnya, peralatan masak pun menumpuk di bak cuci piring. Nah, kalau sudah begitu, Si Mas A ini kadang naruh piring begitu saja tanpa mencucinya. Sementara saya pun tidak selalu awas, mengingat adiknya (Mas U) sekarang pun masuk SD sehingga perhatian saya terpecah juga kepadanya yang sedang beradaptasi dengan ritme baru sebagai anak SD.

Kalau Kakak R relatif lebih konsisten, alhamdulillaah. Dan saya cukup terbantu oleh Kakak R ini karena dia mengingatkan adiknya untuk mencuci piring. Baarakallaahufiih.

So, demi kelancaran aktifitas pagi, Mama juga harus bangun lebih pagi lagi nih, agar punya lebih banyak waktu juga untuk membereskan cucian peralatan masaknya. Hihihi…

Semangat, Mama !


#Level2 #Tantangan10Hari #MelatihKemandirian #BunsayIIP #Day2

Libur Telah Tiba

Bismillaah…

Pekan ini anak-anak udah libur sekolah. Seperti punya energi baru deh ketika suasana di rumah sedikit berbeda, biasanya pagi sampe siang saya berdua saja dengan Si Bungsu, tapi sekarang ada Si Sulung dan Si Tengah ada di rumah sepanjang hari. Rameee… Dan seruuu kayak kapal pecah.

Saya sudah mengumpulkan beberapa referensi kegiatan untuk mereka. Juga nyari resep makanan. Hihihi. Kesempatan untuk memasak menu-menu yang dulunya saya malas untuk mencobanya.

Ketika libur sekolah seperti ini saya merasa punya banyak waktu karena saya tidak harus antar-jemput mereka ke sekolah kan… Padahal waktu sama aja ya, 24 jam juga.

Alhamdulillaah, dengan izin Alloh, saya bisa temani anak-anak. Kesempatan untuk banyak berdiskusi dengan mereka, memperhatikan sampai sejauh mana pemahaman mereka tentang beberapa hal.
__

Jadi… Teman-teman sudah ada rencana kegiatan isi liburan? Selamat berlibur yaaa… 😁

Kardus Bekas : Mobil Off Road

Masih berkutat dengan kardus bekas nih, Teman-teman. Alhamdulillaah ya, Si Tengah sudah mulai tampak inisiatifnya untuk bikin ini-itu. Kali ini dia nagih terus untuk bikin mobil off road. Kami namakan demikian karena kekhasan mobil ini pada bentuk rodanya.

Nah, untuk konsep rancangannya, dia udah menentukan. Body mobil juga dibuatnya sendiri. Namun, belum juga selesai sampai akhir, dia sudah berpindah ke mainan yang lain. Deuhh !

Jadinya Mama deh yang melanjutkan, ditemani Si Bungsu. Dan karena kami kehabisan kardus, jadi roda depannya ngga sama bentuknya.Β  *tutupmata*

Daan, ini dia mobilnyaa… taddaa….

image

Foto mobil ini juga diposkan di instagram Andarucraft.