Daripada Engga Sama Sekali :)

Hari Kamis, Mas U tidak bersekolah karena kurang sehat. Batuk-pilek ini kok lama ya 😦 udah beberapa hari ini dia ngga sekolah. Kayaknya proyek beberes rumah harus segera dikebut, mengingat hari melahirkan semakin dekat. Sebentar lagi InsyaAllah ada anggota keluarga yang baruu… Yeeeyy… Semoga target beberes ini sudah selesai hari Sabtu besok.

Mas U hanya minta dibacakan satu cerita di buku Pejuang Subuh. Yaah udahlah baca sedikit aja daripada engga sama sekali :p

 

#Day10 #GamesLevel5 #Tantangan10Hari #KuliahBundaSayang #InstitutIbuProfesional #ForThingsToChangeIMustChangeFirst

 

Iklan

Investasi Buku

Hari Ahad yang lalu, Mama merapikan meja belajar anak-anak di kamar. Debunya banyak. Buku-buku juga berantakan. Nyampuuuur aja. Nah sekalian sortir deh, sesuai kategori.

Ketemu sama Ensyclopebee yang sejak beberapa tahun lalu saya beli, sejak Kakak R masih piyik. Hihi, biasaaa, karena tergoda promonya Mbak Sales Bee Magazine, dibela-belain beli secara nyicil πŸ™‚

Alhamdulillaah, buku bisa kepake sampe sekarang. Investasi buku tak pernah rugi, Buu… hehe

Sementara Mama beberes, Mas U baca-baca. Kakak R dan Mas A kemana? sedang di perjalanan dari mudik πŸ™‚

#Day8 #GamesLevel5 #Tantangan10Hari #KuliahBundaSayang #InstitutIbuProfesional #ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Merapikan Pohon

Hari ini kegiatan saya dan Mas U hanya merapikan Pohon Literasi kami. Beri judul, pasang daun dan bunganya. Daun kuning untuk Mas U, daun biru untuk Mas A, dan bunga merah muda untuk saya. Kakak R memilih daun hijau, namun karena sejak Games Level 5 ini dimulai dia masih sibuk dengan PR-PRnya, maka daunnya belum kelihatan. Kakak R sekarang kelas 6, jadi tugas sekolahnya tambah banyak. Judul, daun, dan bunga, pakai kertas origami saja.

#Day7 #GamesLevel5 #Tantangan10Hari #KuliahBundaSayang #InstitutIbuProfesional #ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Read Aloud

Sabtu malam, ada Pakde dan Bude anak-anak yang datang, untuk menemani saya dan Mas U yang ditinggal mudik oleh Ayah, Kakak R, dan Mas A. Kegiatan kami setelah santai ba’da Isya adalah kembali membaca komik Muslim Cilik Cintai Masjid. Read Aloud, saya membacakannya dan Mas U mendengarkan sambil melihat komiknya.

Small step banget ya perjalanan kami merimbunkan Pohon Literasi. Hehe. Ngga papa ya, Nak. Tetep semangatt !!

#Day6 #Tantangan10Hari #GamesLevel5 #KuliahBundaSayang #InstitutIbuProfesional #ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Keteladanan

Alhamdulillaah, latihan kemandirian Kakak R dan Mas A untuk mencuci alat makannya terus dilakukan. Bahkan Mas U pun mulai mengikutinya tanpa diminta meskipun belum ajeg. Kekuatan keteladanan memang menjadi salah satu kunci keberhasilannya. 

Kakak R dan Mas A pun masih semangat naik angkot pulang sekolahnya. Dan masih ada teman saya sesama walimurid yang baru tahu dan merasa turut bangga dengan hal ini. 

Mas U pun saya perhatikan mulai konsisten memakai sepatu dimulai dari kaki kanan. 

Baarakallaahufiikum, anak-anak Mama  πŸ˜

Merapikan Pakaian

Sudah lama Ayahnya anak-anak melatihkan skill ini ; memasukkan baju yang sudah disetrika ke dalam lemari.

Saya? saya justru terkadang “melemahkan” keterampilan ini. Hiks. Hehehe. Soalnya saya gemes aja melihat tumpukan pakaian mereka yang tidak rapi.

Anak-anak masih harus diingatkan oleh ayahnya untuk kegiatan ini. Hanya satu-dua kali saja Kakak R berinisiatif melakukannya tanpa disuruh.

Saat ini pun, tumpukan pakaian rapi masih teronggok di keranjang, belum dimasukkan ke dalam lemari. Ayahnya belum lagi “bersuara” karena belakangan ini anak-anak tidur lebih cepat dari biasanya, sementara di pagi hari kami semua sibuk dengan persiapan bekerja dan bersekolah.

Oh, ayolah, Mama… rapikan lemari…!


#Level2 #Tantangan10Hari #MelatihKemandirian #BunsayIIP #Day8

Aku Berangkat Sendiri

Aktifitas pagi sejak tahun ajaran baru ini, saya mengantar 3 anak sekaligus ke 2 sekolah berbeda. Motor Beat putih kesayangan itu harus ditunggangi oleh 3 bocah dan 1 ibu hamil. Rasa-rasanya udah ngga muat aja :p

Karena saya masih mampu untuk antar, juga Kakak R dan Mas A yang belum mau berangkat sekolah sendiri (karena harus naik angkot dan menyeberang jalan raya), sekaligus rasa ngga tega kepada Mas U yang masih tergolong murid baru di SDnya, maka saya masih mengantar mereka.

Namun pagi ini ketika semua sudah siap berangkat, tiba-tiba Mas U bilang, “Aku berangkat sendiri saja… naik sepeda”.

MaasyaaAllaah, jagoan Mama sudah berani bersekolah sendiri. Baarakallaahufiik, Nak.

Seketika hati saya menjadi hangat. Mengapa sekarang malah Mama yang mellow melihat lambaian tanganmu sebelum kau mengayuh sepedamu 😦

Dari sekolah kakak-kakaknya, saya mampir ke sekolah Mas U. Saya lihat sepatunya di rak. Alhamdulillaah dia sudah di dalam kelas. Saya juga mengabarkan ini kepada Bu Gurunya.

Hari ini, Jum’at, Mas U pulang jam 14. Saya jemput saja meski dia bersepeda. Begitu melihat saya di sekolah, eh dia malah protes. Hihihi. Mamanya ditinggal jauh di belakang, dia sudah melesat ngebut pulang.

Ya Alloh, saya mohon penjagaanMu untuk Mas U, dari semua keburukan.


#Level2 #Tantangan10Hari #MelatihKemandirian #BunsayIIP #Day7

Kanan Atau Kiri?

Kali ini tentang putera ketiga kami, Mas U. Dia baru saja menjadi murid SD.

Di hari pertama sekolah, Bu Guru mengingatkan murid-murid untuk memakai sepatu dimulai dari kaki kanan. Dan untuk melepas sepatu, dimulai dari kaki kiri.

Sebelumnya, saya pernah mengingatkannya tentang hal ini. Namun karena tidak konsisten, Mas U juga tidak melaksanakannya. Kata-kata Bu Guru tadi menyentil saya agar saya kembali dengan sadar melatihkan hal ini. Terima kasih, Bu Guru πŸ™‚

Hari-hari berikutnya, alhamdulillaah Mas U sudah mulai memakai dan melepas sepatu dengan benar.

Baarakallaahufiik, Nak…


#Level2 #Tantangan10Hari #MelatihKemandirian #BunsayIIP #Day6

Jalan Kaki atau Becak?

Masih tentang melatih kemandirian Kakak R dan Mas A. Kakak R ini beberapa kali minta uang transport yang berlebih.

“Bawa 50 ribu dong, Ma”

Oh, belum perlu sebanyak itu, Nak. Tapi, sepertinya Mama tahu nih kenapa minta uang lebih banyak. Maka Mama memberi mereka pengertian bahwa untuk punya uang lebih, mereka berdua menyisihkan uang transport mereka. Uang naik becak, bisa digunakan untuk membeli makanan atau minuman, asalkan mereka mau jalan kaki saja menuju jalan raya.

Dan nampaknya mereka menerima usul ini πŸ™‚

Terima kasih untuk Mama Wawa dan Mama-mama lain yang udah perhatian sama anak-anak saya.

Baarakallaahufiikuma, Nak…


#Level2 #Tantangan10Hari #MelatihKemandirian #BunsayIIP #Day5