Keteladanan

Alhamdulillaah, latihan kemandirian Kakak R dan Mas A untuk mencuci alat makannya terus dilakukan. Bahkan Mas U pun mulai mengikutinya tanpa diminta meskipun belum ajeg. Kekuatan keteladanan memang menjadi salah satu kunci keberhasilannya. 

Kakak R dan Mas A pun masih semangat naik angkot pulang sekolahnya. Dan masih ada teman saya sesama walimurid yang baru tahu dan merasa turut bangga dengan hal ini. 

Mas U pun saya perhatikan mulai konsisten memakai sepatu dimulai dari kaki kanan. 

Baarakallaahufiikum, anak-anak Mama  πŸ˜

Iklan

Belanja Sayur dan Jemuran

Hari ini ada rapat walimurid di SDnya Mas U. Mama sibuk di dapur menyiapkan sarapan. Dari luar pagar terdengar suara Pak No, tukang sayur langganan, memberi kode woro-woro agar ibu-ibu berbelanja. Karena saya repot, maka saya meminta bantuan Kakak R untuk berbelanja sayur untuk melatih kemandiriannya sekaligus agar saya dapat menghemat waktu karena saya akan segera berangkat ke sekolah.

Saya menuliskan daftar belanja di sehelai kertas dan memberinya uang. Kakak R pun melakukan tugas ini dengan baik. Alhamdulillaah.

Sore ini langit gelap. Saya meminta Kakak R dan Mas A untuk angkat jemuran sementara saya melakukan hal lain. Sebelumnya saya sudah pernah mengajak mereka melakukan kegiatan ini. Terkadang saya meminta Kakak R melakukannya sendiri, namun seringnya dia tak bersedia. Alasannya, tangannya ngga nyampe. Padahal ada kursi kecil yang bisa mereka gunakan lho untuk mengambil jemuran yang dirasa tinggi letaknya. Hari ini mereka berdua bekerjasama melaksanakan tugasnya.

Baarakallaahufiikum


#Level2 #Tantangan10Hari #MelatihKemandirian #BunsayIIP #Day9

 

Merapikan Pakaian

Sudah lama Ayahnya anak-anak melatihkan skill ini ; memasukkan baju yang sudah disetrika ke dalam lemari.

Saya? saya justru terkadang “melemahkan” keterampilan ini. Hiks. Hehehe. Soalnya saya gemes aja melihat tumpukan pakaian mereka yang tidak rapi.

Anak-anak masih harus diingatkan oleh ayahnya untuk kegiatan ini. Hanya satu-dua kali saja Kakak R berinisiatif melakukannya tanpa disuruh.

Saat ini pun, tumpukan pakaian rapi masih teronggok di keranjang, belum dimasukkan ke dalam lemari. Ayahnya belum lagi “bersuara” karena belakangan ini anak-anak tidur lebih cepat dari biasanya, sementara di pagi hari kami semua sibuk dengan persiapan bekerja dan bersekolah.

Oh, ayolah, Mama… rapikan lemari…!


#Level2 #Tantangan10Hari #MelatihKemandirian #BunsayIIP #Day8

Angkot dan Becak Pertama

Berlatih naik angkot, saya masih memberi mereka kesempatan untuk beradaptasi dan memilih kapan naik angkot. Ketika berangkat sekolahkah, atau ketika pulangnya. Kakak R dan Mas A memilih untuk naik angkot ketika pulang sekolah. Alasannya sih, kalau pulang sekolah, mereka tidak perlu menyeberang jalan raya.

Untuk menuju ke jalan raya dari gedung sekolahnya pun, masih ada sekitar 200-an meter jaraknya. Mereka bisa berjalan kaki atau naik becak.

Hari pertama, mereka berencana naik becak. Setahu saya dulu, tarifnya 5 ribu rupiah. Namun, mereka cukup berhati-hati lho, dengan bertanya terlebih dahulu kepada Abang Becaknya. Ternyata sekarang tarifnya 10 ribu, hihihi. Jujur saja saya agak kuatir Si Abang semaunya saja menarik ongkos. Wah, uang transport mereka nggak cukup! Mereka saya beri 11 ribu rupiah saja, dengan asumsi ongkos angkot 5 ribu dan becak 6 ribu. Akhirnya mereka putuskan untuk jalan kaki saja, toh hari pertama sekolah, mereka pulang sekolah lebih awal ; jam 11.

Kakak R ini anaknya tipe “main aman”. Ketika turun angkot, dia menyerahkan uang 11 ribu kepada supir. πŸ˜€ Dapet kembalian 6 ribu rupiah. Nah bener kan angkotnya 5 ribu, Kak… πŸ™‚ Hihihihi

Semangat, Nak !


#Level2 #Tantangan10Hari #MelatihKemandirian #BunsayIIP #Day4

Tahun Ajaran Baru, Kemandirian Baru

Bismillaah…

Bulan Juli ini, bulan kedua Kelas Bunda Sayang. Materinya tentang Mengajarkan Kemandirian, kepada diri sendiri dan/atau kepada keluarga. Ini saat yang pas banget untuk saya mulai konsisten melatihkan kemandirian kepada Kak R dan Mas A ; cuci piring sendiri. πŸ™‚

Pada awalnya mereka berdua masih harus selalu diingatkan untuk mencuci piring setelah makan. Tahap awal ini sih mereka hanya mencuci piring bekas makan mereka sendiri. Hasil cuciannya pun belum sempurna. Ketika sudah kering dan saya akan meletakkan piring kering ke dalam rak piring, baru deh ketahuan kalau masih ada sisa makanan mengering yang belum terbasuh.

Oiya, mereka juga lumayan boros air ketika mencuci piring. Well, saya memakluminya saja sambil terus mengingatkan agar hemat air dan teliti ketika mencuci.

Semangat, Nak !


#level2 #Tantangan10Hari #MelatihKemandirian #BunsayIIP #Day1

 

Kardus : Parkir Mobil

Beberapa waktu yang lalu, di rumah ada banyak kardus kemasan makanan ringan (Stik Keju) yang saya jual. Maka saya mulai mencari referensi di Instagram untuk memanfaatkan kardus-kardus itu.

Si Tengah bersemangat sekali waktu melihat foto di Instagramnya pinkstripeysocks ini. (Hi, Leslie, thank you for sharing ^^ )

Jadi kami membuatnya juga. Bahan dan alatnya yaitu kardus bekas, penggaris (bila perlu), lem, gunting, cat, kuas, dan kertas bekas.

Kertas bekasnya digunakan untuk membalut tiang-tiangnya, supaya lebih rapi.

PhotoGrid_1435939720623

sudah diunggah di Instagram @andarucraft

Naah, ini gampang lho. Selamat mencoba…!Β  ^^

Botol Bekas : Mobil-mobilan

Masih bercerita tentang kegiatan bikin-bikin-nya kami di hari Sabtu lalu nih. Sementara Mama dan anak-anak menunggu Bunga Warna-warninya jadi, Ayah membantu anak-anak membuat mainan mobil-mobilan.

Idenya berasal dari majalah langganan kami, Mombi SD, edisi kapan udah ngga terlacak karena sampulnya sudah terlepas.

Bahan dan alat :

  • botol plastik bekas
  • karet sandal bekas
  • gunting
  • pisau dan alat tajam sejenis untuk melubangi botol
  • lidi
  • tali (untuk menarik mobil-mobilan)

Dengan melihat gambar di bawah ini, saya yakin Ayah dan Bunda udah kebayang cara bikinnya.

mombi

ini gambar di majalah Mombi SD

gunting karet sandal, bentuk lingkaran (untuk roda)

gunting karet sandal, bentuk lingkaran (untuk roda)

jadi deh mobil-mobilannya

jadi deh mobil-mobilannya, tapi talinya belum terpasang

Terima kasih ya, Ayah, udah membuatkan mainan untuk anak-anak. Anak-anak suka sekali. πŸ™‚

Percobaan : Membuat Bunga Berwarna-warni

Sabtu kemarin, kami seru-seruan bermain dan bikin-bikin (istilah ini nyontek dari Mbak Retno) πŸ™‚

Idenya berasal dari buku EncyclopeBee terbitan Pustaka Lebah, bertema Amazing Experiments with Everyday Materials.

Judul eksperimen kami adalah Membuat Bunga Berwarna-warni.

Bahan dan alat yang dibutuhkan, alhamdulillaah tersedia di rumah, yaitu bunga berwarna putih, pewarna (kami menggunakan pewarna makanan), dan gelas bening.

petik_bunga

Si Sulung dan Si Tengah memetik bunga mawar putih yang tumbuh di taman mungil kami

Caranya : isi setiap gelas dengan air, tambahkan beberapa tetes pewarna makanan. Satu gelas untuk satu warna ya. Aduk hingga tercampur rata. Kemudian letakkan bunga putih di tiap-tiap gelas. Kami menggunakan warna ungu, merah, biru, dan kuning.

4_bunga

Dan inilah yang kemudian terjadi…

Setelah 30 menit, bunga di gelas berisi air biru berubah warna menjadi biru. Begitu juga gelas berisi air merah, bunganya bersemu merah muda. Sementara dua bunga lainnya tidak berubah warna, mungkin karena warna kuning dan ungunya kurang pekat.

bunga_30menit

Akhirnya dua bunga yang masih berwarna putih, kami masukkan ke gelas berisi air biru dan merah.

Setelah beberapa jam, semua bunga bersemu biru dan merah muda, seperti foto di bawah ini. Bahkan putiknya jadi berwarna biru dan merah mudah loh. Cantik kan…?

bunga warna

Dan untuk pertama kalinya nih, Si Sulung mencatat kegiatan percobaan kali ini. Mamanya telat ngajarin, hihihi. Catat di buku. Mulai dari Bahan dan Alat, Prosedur Percobaan, sampai pada Hasil, dan Kesimpulan. Sementara ini masih nyontek di buku EncyclopeBee-nya ya, Kak. Ngga papa, yang penting udah memulai belajar mencatat yah.

Ini kesimpulan percobaan kami (nyontek di buku) :

Bunga membutuhkan air untuk hidup. Air bergerak ke atas melalui jaringan vaskular yang ada di batang. Saat air sampai ke atas, bunga yang berwarna putih akan sedikit berubah warna tergantung dari warna air yang diserap.

Jaringan vaskular yang ada di batang terdiri atas Floem dan Xylem. Floem membawa makanan dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Sedangkan Xylem membawa air dan mineral dari bawah (akar) ke atas.

Naah, ada yang tertarik bereksperimen seperti kami? Selamat mencobaaa…!