Review Materi#2 Bunda Sayang IIP

MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Bunda, terima kasih sudah menyelesaikan tantangan 10 hari tentang β€œMELATIH KEMANDIRIAN ANAK”. 
Pekan ini kita akan review berbagai pola kemandirian yang telah Bunda lakukan bersama dengan anak-anak di rumah. 
🌟 Selamat untuk para Bunda, yang berhasil menyelesaikan tantangan 10 hari ini sampai dengan tanggal 30 juli 2017, dengan berbagai kondisi, ada yang konsisten setiap hari, lompat-lompat, maupun dirapel.
Sekali lagi KONSISTENSI masih diperlukan di tahap bunda sayang ini, karena Konsistensi adalah sebuah usaha untuk terus menerus melakukan sesuatu sampai  tercapai tujuan akhir. 
Sikap/sifat yang gigih dan rajin ini akan menjadikan seseorang yang biasa-biasa menjadi luar biasa.
KEMANDIRIAN erat sekali kaitannya dengan KONSISTENSI, seberapa konsisten kita melatih anak-anak untuk mandiri, akan berpengaruh pada  seberapa besar tingkat keberhasilan kita melatih anak-anak untuk menghadapi kehidupannya kelak tanpa bergantung pada orang lain.
Anak mandiri adalah anak yang mampu berpikir dan berbuat untuk dirinya sendiri. 
Seorang anak yang mandiri biasanya aktif, kreatif, berkompeten di bidangnya, tidak tergantung pada orang lain dan tampak spontan. Inilah beberapa  life skill yang perlu dimiliki oleh anak.
Ketika hari ini bunda bersusah payah melatih kemandirian anak-anak kita, maka 
Jangan pernah menyerah, walau kadang kita merasa lelah
Hasilnya akan bunda lihat dalam beberapa tahun mendatang, tidak seketika. Sehingga hal inlah kadang yang menggoda keteguhan kita untuk bersungguh –sungguh mendidik kemandirian anak kita. 
Karena kalau kita berhenti melatih kemandirian anak akan muncul perilaku negatif yang dapat menjauhkan anak dari kemandirian di usia selanjutnya.
Gejala-gejala tersebut seperti contoh di bawah ini:

a. Ketergantungan disiplin kepada kontrol luar, bukan karena kesadarannya sendiri. Perilaku ini akan mengarah kepada perilaku  tidak konsisten.
b. Sikap tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya, anak mandiri bukanlah anak yang lepas dari keluarganya melainkan anak yang tetap memiliki ikatan batin dengan keluarganya tetapi tidak bergantung pada keluarganya.
c.Sikap hidup kompromistik tanpa pemahaman dan kompromistik dengan mengorbankan prinsip. Gejala masyarakat sekarang yang meyakini segala sesuatunya dapat diatur adalah bentuk ketidakjujuran berfikir dan bertindak serta kemandirian yang masih rendah.
Kalau melihat gejala-gejala di atas, menyelesaikan tugas kemandirian anak  sekarang, sifatnya menjadi wajib dalam membangun peradaban dunia ini. Karena merekalah nanti yang disebut generasi penerus pembangun peradaban.
Berikut beberapa indikator yang bisa bunda lihat untuk melihat tingkat keberhasilan anak-anak kita secara global. 
πŸ„ Ciri khas kemandirian anak :

a. Anak mandiri mempunyai kecenderungan memecahkan masalah daripada berkutat dalam kekhawatiran.
b. Anak mandiri tidak takut dalam mengambil resiko karena sudah mempertimbangkan hasil sebelum berbuat.
c. Anak percaya terhadap penilaian sendiri, sehingga tidak sedikit-sedikit bertanya atau minta bantuan.
d. Anak memiliki  kontrol yang lebih baik terhadap kehidupannya

Menurut Masrun dkk dalam bukunya jurnal kemandirian anak, membagi kemandirian dalam lima komponen sbb :
a. MERDEKA, anak bertindak atas kehendak sendiri, bukan karena orang lain dan tidak bergantung orang lain
b. PROGRESIF, berusaha mengejar prestasi, tekun, terencana dalam mewujudkan harapannya.
c. INISIATIF , mampu berpikir dan bertindak secara original, kreatif dan penuh inisiatif

d. TERKENDALI DARI DALAM,  individu yang mampu mengatasi masalah yang dihadapi, mampu mengendalikan tindakannya serta mampu mempengaruhi lingkungan .
e. KEMANTAPAN DIRI, memiliki harga diri dan kepercayaan diri, percaya terhadap kemampuan sendiri, menerima dirinya dan memperoleh kepuasan dari usahanya.

Kemandirian-kemandirian tersebut di atas akan sangat penting kita persiapkan hari ini, karena anak-anak kita nanti akan memasuki pendidikan abad 21, yang memerlukan ketrampilan kemandirian yang  lebih untuk mencapainya.
Sumber Bacaan :

Masrun dkk, Jurnal Kemandirian Anak, diakses melalui http://www.lib.ug.co.id, pada tanggal 13 Februari 2016
Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang : Melatih Kemandirian Anak, Gaza Media,2016
Trilling dan Fadel, 21st century skills, 2009

— 

Keteladanan

Alhamdulillaah, latihan kemandirian Kakak R dan Mas A untuk mencuci alat makannya terus dilakukan. Bahkan Mas U pun mulai mengikutinya tanpa diminta meskipun belum ajeg. Kekuatan keteladanan memang menjadi salah satu kunci keberhasilannya. 

Kakak R dan Mas A pun masih semangat naik angkot pulang sekolahnya. Dan masih ada teman saya sesama walimurid yang baru tahu dan merasa turut bangga dengan hal ini. 

Mas U pun saya perhatikan mulai konsisten memakai sepatu dimulai dari kaki kanan. 

Baarakallaahufiikum, anak-anak Mama  πŸ˜