Angkot dan Becak Pertama

Berlatih naik angkot, saya masih memberi mereka kesempatan untuk beradaptasi dan memilih kapan naik angkot. Ketika berangkat sekolahkah, atau ketika pulangnya. Kakak R dan Mas A memilih untuk naik angkot ketika pulang sekolah. Alasannya sih, kalau pulang sekolah, mereka tidak perlu menyeberang jalan raya.

Untuk menuju ke jalan raya dari gedung sekolahnya pun, masih ada sekitar 200-an meter jaraknya. Mereka bisa berjalan kaki atau naik becak.

Hari pertama, mereka berencana naik becak. Setahu saya dulu, tarifnya 5 ribu rupiah. Namun, mereka cukup berhati-hati lho, dengan bertanya terlebih dahulu kepada Abang Becaknya. Ternyata sekarang tarifnya 10 ribu, hihihi. Jujur saja saya agak kuatir Si Abang semaunya saja menarik ongkos. Wah, uang transport mereka nggak cukup! Mereka saya beri 11 ribu rupiah saja, dengan asumsi ongkos angkot 5 ribu dan becak 6 ribu. Akhirnya mereka putuskan untuk jalan kaki saja, toh hari pertama sekolah, mereka pulang sekolah lebih awal ; jam 11.

Kakak R ini anaknya tipe “main aman”. Ketika turun angkot, dia menyerahkan uang 11 ribu kepada supir. πŸ˜€ Dapet kembalian 6 ribu rupiah. Nah bener kan angkotnya 5 ribu, Kak… πŸ™‚ Hihihihi

Semangat, Nak !


#Level2 #Tantangan10Hari #MelatihKemandirian #BunsayIIP #Day4

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s