Review NHW #1

Bismillaah

Tadi malam di Whatsapp Group dibahas review NHW#1. Saya rangkum dengan kata-kata tambahan yaa… Monggo…

Dalam konteks NHW, tidak ada jawaban benar atau salah, karena yang diminta adalah untuk fokus saja pada ilmu-ilmu yang akan ditekuni. Fokus dan percaya diri.

Tentu saja ada tantangan yang harus dihadapi, yaitu :

~ bagaimana menentukan ilmu yang akan dipelajari atau hal-hal yang diminati (passion)

Bahkan menentukan mau ngapain aja sering membingungkan ya…

Untuk itu perlu membuat atau memilih skala prioritas. Tentukan alasan terkuat untuk apa kita perlu mempelajari suatu hal. Kesadaran untuk memilih ini sebagai bahan bakar semangat kita dalam menjalankannya.

Untuk memilih skala prioritas jika passionnya di banyak bidang, fokus dulu aja ke passion yang paling memungkinkan untuk diwujudkan. Saat ilmu-ilmu lain menggoda, gunakan prinsip menarik, tapi tidak tertarik“.

Tatkala muncul indikator di diri kita beberapa hal berikut ini, pada saat menjalankan suatu aktivitas :

  1. Rasa ingin tahu semakin tinggi di bidang tersebut,
  2. Mata semakin berbinar,
  3. Semangat tak pernah pudar,
  4. Tidak pernah capek, mengeluh,
  5. Imunitas tubuh naik, karena selalu bahagia,

maka kemungkinan itu bakat kita.

Passion adalah sesuatu yang membuat mata berbinar-binar saat melakukan, merasa senang/sehat, tidak merasa lelah, capek dan bete, karena saat itu endorphin berproduksi.

Setiap selesai mendapat ilmu baru segera tuliskan, apa perubahan yg harus dilakukan mulai besok berkaitan dengan ilmu tersebut. Kunci saat mendapat ilmu adalah segera praktikkan, tidak perlu menunggu sukses, melainkan proses yang berharga ini harus diamalkan dan disampaikan.

~ Strategi pelaksanaannya.

Yang terbanyak digalaukan Ibu-ibu di group saya yaaa apalagi kalau bukan manajemen waktu dan perasaan. Lhooo kok bawa-bawa perasaan? ehehehe. Umumnya wanita memang cenderung baper (moody) ya.

Merasa pontang-panting karena manajemen waktu buruk, baper.

Baper berlarut-larut, berimbas pada manajemen waktu yang buruk.

Haiyaaah bak lingkaran setan.

Maka…

Buat jadwal harian, patuhi, evaluasi selama seminggu dulu, cari yang cocok buat kita. Ada teori 7 to7, ada teori kandang waktu, ada teori standar pagi-siang-petang… (akan ada di Materi selanjutnya)

Lakukan, lakukan, lakukan, sampai terbentuk habbit. Minimal 90 hari. Bisa dicicil dulu, tantang diri dengan melakukannya sepekan dulu atau 10 hari dulu..

Konsisten terhadap jadwal yg sudah dibuat. Lakukan apa yang sudah ditulis, dan tulis apa yang sudah dilakukan untuk bahan evaluasi.

Komunikasikan dengan keluarga terdekat mengenai tujuan kita. Agar bisa ikut mengawasi kita tetap on track.

Masalah lain lagi adalah kita sering merasa kehabisan waktu. Kita? saya doang ‘kalee… hiks. Godaan buka sosmed, godaan chit-chat dengan teman dan godaan nengok obrolan di group-group. Hihihihi.

Maka…

Menentukan berapa lama kita akan bergadget dan bersosmed ria. Dan patuhilah. Straight.

Apabila kita keras pada diri sendiri, maka lingkunganlah yang akan lunak kepada hidup kita, demikian juga sebaliknya. Ayo berkomitmen dengan “gadget hour” kita, jangan mau kita diperbudak gadget. Gadgetlah yang harus bekerja untuk kita.

Wuiiiihh.. benar-benar membakar (semangat) !

Kalau diri kita udah melakukan, akan muncul perasaan berharga. Selanjutnya semakin percaya diri, bahwa kita bisa.

Uudah deh, ngga baper laagi deh. Yekan?

 

Tentang Saya

gambar nyomot di internet

Apa yang Anda rasakan bila Anda diminta mendeskripsikan diri Anda sendiri, tentang kepribadian pun cita-cita Anda?

Kalau saya… saya bingung. Weeewh… *lap keringet

Sewaktu mendaftar kelas Matrikulasi IIP beberapa waktu yang lalu, saya diminta mengisi formulir. Salah satu pertanyaannya adalah “Apa kekuatan Anda?”. Duuh binguung saya njawabnya.

Apa kekuatan saya? Apa kebisaan saya yang dominan? Apa keinginan saya?

Saya senang belajar. Halah mosook?

Saya periang. Huu, tenanee?

Saya ingin masuk surga. Lha kok sholate sering molor?

Saya… Aaaahh… *jambak rambut

Saya kesulitan menuliskan hal-hal positif tentang diri saya. Kayaknya saya perlu ikut pelatihan pengembangan diri nih rupanyaa. Saya bahkan lupa menuliskan apa di formulir itu. Gubrak!

Saya sedikit tahu sih, kalau konsep diri itu penting. Bagaimana saya memandang diri saya sendiri akan berpengaruh terhadap bagaimana saya menjalani hidup. Yang saya ingat, saya pernah menuliskan Tentang Saya di blog ini sebagai Stay At Home Mom Wannabe. Pernah juga nulis saya ini Pemulung.

Nah!

Sekarang saya udah ngga Wannabe lagi lho stay at home mom-nya. Sekarang saya memang ngumpulin sampah lho, meski skala rumah tangga. Yang saya tuliskan, saya bayangkan, saya dambakan, yang saya berminat padanya, menjadi kenyataan. MaasyaaAllooh.

Jadi… sebaiknya saya segera mematrikan dalam hati saya, bahwa saya punya hal-hal positif, punya kekuatan baik, untuk saya pupuk dan kembangkan. Layaknya kalimat sakti, menuliskannya juga perlu ini kayaknya mengingat saya ini masih sering lalai dan lupa.

Yo wis ndang!

 

Belajar di IIP

Bismillaah…

Postingan pertama saya di tahun 2017 adalah tentang Nice Home Work, disingkat NHW. Ujug-ujug nulis tentang tugas/PR, ehehe.

Jadi ceritanya, saya memberanikan diri untuk ikut program Matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP). Sebelumnya saya sudah lama mengetahui IIP ini dari buku-buku dan medsos. Dalam hati saya berkata, saya juga pengen kayak ibu-ibu di IIP itu, menjadi ibu sholihah, penyayang dan penyabar, pandai mengatur keuangan keluarga dan menata rumah.

Keinginan yang sangat sederhana. Namun pada praktiknya, saya merasa keteteran, merasa payah dan gagal. Duuuh 😦

Membaca buku Bunda Sayang, pada prinsipnya sih ya seperti ilmu-ilmu parenting pada umumnya. Sudah tahu? yaa tahu siih. Sudah dilaksanakan? yaaa seringnya enggak. Duarr!

Membaca buku Bunda Cekatan, awalnya merasa menggebu untuk mempraktikkan. Yaa sekali-dua kali dipraktikkan, selanjutnya lewaatt… lupaa… malees… ngaliiiir aja kayak ngga punya tujuan. Menjalani rutinitas tanpa ruh, sekedar menyelesaikan supaya ngga numpuk, dan menggugurkan kewajiban. Duh 😦

Sering saya berpikir, saya butuh perubahan. But how?

Saya butuh teman seperjuangan, yang akan rutin saling support dan mengingatkan. Saya memilih ikut komunitas dalam program Matrikulasi IIP batch 3.

Alhamdulillaah, langkah pertama yakni menuliskan HNW, sangat mempengaruhi saya. Memberikan harapan bahwa saya bisa menjadi pribadi yang bersemangat dalam kebaikan, berusaha menjadi ibu dan istri yang lebih baik lagi.

NiceHomeWork#1

Bismillaah

Nice Homework (NHW#1)Β  terkait materi Adab Menuntut Ilmu adalah :

  1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan Anda tekuni di universitas kehidupan ini!
  2. Alasan Terkuat apa yang Anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut?
  3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan Anda rencanakan di bidang tersebut?
  4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang Anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut?

Jurusan ilmu yang ingin saya tekuni adalah :

a. ilmu tauhid

Alasan ingin belajar tauhid : mengenal Alloh lebih baik dan mengetahui kesyirikan untuk saya hindari.

Strategi belajar yang InsyaAlloh ditempuh :

  • membeli buku tentang kitab tauhid dan membacanya rutin misalnya tiga lembar per hari
  • menyimak dan mencatat kajian tentang tauhid di radio Rodja atau website lain, minimal sepekan sekali

Perubahan sikap yang saya berusaha perbaiki : saya memiliki rasa takut kepada Alloh yang lebih besar daripada sebelumnya, rendah hati, dan bersemangat dalam beribadah

b. ilmu dasar Bahasa Arab

Alasan saya ingin belajar Bahasa Arab adalah untuk mencari ridho Alloh, mengetahui makna bacaan sholat dan Qur’an yang saya baca, serta memotivasi anak-anak untuk mempelajarinya.

Strategi yang InsyaAllah saya tempuh adalah mendengarkan rekaman kajian Durusul Lughoh di radio Rodja pada hari Senin, Rabu dan Jum’at, dan menyimaknya, mencatat di buku cetaknya.

Perubahan sikap yang saya berusaha perbaiki : lebih disiplin dalam mengatur waktu

c. mengemudikan mobil

Alasan : jika suami berhalangan mengantar, maka saya bisa menggantikan beliau mengantar anak-anak ke sekolah atau tempat lain. Dan saya bisa menggantikan beliau jika beliau lelah saat perjalanan mudik.

Strategi : belajar nyetir mobil dengan suami atau belajar di tempat kursus setir mobil khusus perempuan (bila ada). Target : mudik lebaran tahun ini.

Perubahan sikap yang saya inginkan : lebih berani mengambil keputusan, lebih sabar dalam belajar.

d. ilmu parenting

Alasan : karena saya sudah menjadi orangtua, maka saya wajib terus belajar menjadi orangtua (ibu) yang baik.

Strategi : ikut komunitas Institut Ibu Profesional

Perubahan sikap yang saya berusaha perbaiki : ibu yang galak menjadi ibu yang santun kepada anak-anak, ibu yang moody menjadi ibu yang lebih sering bersemangat.

e. ilmu pengolahan sampah

Alasan : saya sering merasa sayang untuk membuang barang-barang yang masih bisa digunakan kembali. Saya sayang kepada alam saya sering khawatir terhadap kerusakan alam yang diakibatkan oleh sampah anorganik.

Strategi : mencari referensi tentang bagaimana mengolah sampah (reuse, recycle) di media sosial, bergabung dengan FB group Trash And Treasure yang digagas teman saya, praktik langsung memanfaatkan kemasan/barang bekas (crafting), praktik langsung membuat kompos cair dari sampah dapur

Perubahan sikap yang saya berusaha perbaiki : lebih telaten dan sabar, juga belajar mengatur waktu/menyisihkan waktu untuk mengolah sampah yang sudah terkumpul.

Demikian… semoga Alloh memberi taufiq dan kemudahan kepada saya dan teman-teman yang mengerjakan Nice HomeWork-nya, dalam belajar/menuntut ilmu.

Rencana-rencana di atas sebagai sebuah acuan agar semua tetap on track. Dibuat tetap fleksibel mengikuti keadaan di lapangan