Syukron for Sharing

Bismillaah…

Alhamdulillaah ada internet. Saya bisa ketemu sama blog-blog bermanfaat, insyaaAllah, yang dengan senang hati berbagi ilmu, sumber bacaan, bahan ajar, tautan-tautan bermanfaat dan cerita-cerita inspiratif.

Ada ebook yang bisa dicetak di Raudhah Al-Muhibbin

Ada tautan Belajar Asyik yang dipajang di blognya Ummu Jita

Kepada beliau-beliau penulis blog tersebut, jazaakumullaahu khoiron.

Percaya Diri dan Jualan

Yuk, mulai melanjutkan ngeblog lagi.

Ketika saya membaca tulisan Mba Devi berjudul “Terkadang” ini, ingatan saya melayang mundur ke beberapa bulan lalu. Obrolan kami, nasehat beliau yang cukup membuat saya terinspirasi dan menjadi bersemangat.

Temanya sih tentang Percaya Diri. Percaya diri untuk jualan, tepatnya.

Kami ngobrolin hobi “bikin-bikin prakarya” kami, art and craft bahasa kerennya. Karena beliau cukup sering melihat-lihat karya orang lain yang dijual di pasar/bazaar, beliau jadi berpikir bahwa barang-barang itu cukup mudah untuk beliau buat sendiri. Barang-barang yang berbahan murah namun dijual dengan harga yang oke. Penjual-penjual itu memiliki sesuatu yang tidak semua orang miliki, yaitu Percaya Diri. Mereka pede dengan barang yang mereka jual. Itu kesimpulannya.

Nah, pede ini yang nampaknya tidak saya punyai saat itu. Setiap kali hendak membuat karya untuk dijual, saya kuatir apakah karya saya akan diminati, apakah akan laku. Mengingat saya menilai diri saya sendiri sebagai crafter yang cukup pemilih dan perfeksionis. Pemilih berarti saya hanya membuat dan menjual karya yang saya suka. Perfeksionis berarti saya membuatnya dengan hati-hati (biasanya memakan waktu lama) yang berimbas pada harga jual.

Saya ngga pede jika ada calon pembeli yang beranggapan bahwa harga yang saya bandrol terlalu tinggi untuk barang tertentu yang orang lainpun bikin. Duh, sebenarnya bahasan beginian udah pernah dibahas di forum crafter. Pilihan ada di masing-masing orang, dan saya sepertinya memilih untuk Work For Free or Full Price, Never For Cheap. Sekumpulan kalimat keren yang saya dapat dari Instagram.

Terima kasih ya, Mbak Dev, untuk obrolan waktu itu.

Dengan terbitnya tulisan ini, berarti saya sedang percaya diri untuk berkarya. Meskipun saya merasa tulisan saya masih berantakan dan tidak cukup mulus sambungan antarkalimatnya, saya berlatih untuk pede klik publish. Hehe.