Apa Kabar, Mbak?

“Apa kabar, Mbak? apa kegiatanmu sekarang? eh, nama blogmu apa ya, aku mau lihat aktifitasmu setelah berhenti bekerja (resign)…”

Hehehe… saya pernah diberondong dengan pertanyaan semacam itu oleh seorang teman. Teman yang resah dan bimbang. Akankah dia tetap bekerja, atau resign saja.

Dari obrolan selanjutnya sih, dia sebenernya sudah paham kok kalau dia seharusnya berada di rumah, berhenti bekerja. Jadi saya ngga perlu membantunya menggali pertimbangan sisi kelebihan dan kekurangan pilihannya. Namun yaa masih saja terlintas kekhawatiran-kekhawatiran bila dia berhenti bekerja. Kalau nanti kekurangan uang, bagaimana? Kalau nanti suami berpulang duluan, sementara dia tidak lagi bekerja, bagaimana nafkah anak-anak? Daaan bagaimana-bagaimana yang lainnya…

Ya, manusiawi dan wajar banget. Itu semua masuk akal kok. Dan kemungkinan itu akan selalu ada.

Tapi, terkadang kita perlu melongok ke dalam dada kita sebab Alloh Ta’ala sudah mengaruniakan hati yang sudah diset sesuai fitrah dari-Nya kok. Apa iya, kita ngga percaya sama Alloh yang Maha Kaya? Apa iya, kita meragukan hikmah dari setiap perintah-Nya? Beneran, berani ngeyel sama Dia? Kalau saya tempo hari sih, saya ngga berani ngeyel, lha wong alasan saya ngga ada yang cukup kuat kok untuk saya tetep bekerja. ^^

Jadi, apapun pilihanmu, Teman, sebaiknya sejak sekarang siapkan deh jawaban untuk pertanggungjawaban kelak.

“Emang, Mbak ngga pernah khawatir tentang kemungkinan-kemungkinan di atas?”

Ya sering…! πŸ™‚

Saya sering khawatir, pas ada keperluan mendesak, saya ngga punya uang. Saya sering khawatir bila Ayahnya anak-anak berpulang lebih dulu, lalu bla bla bla…

Tapi, lintasan pikiran seperti itu segera saya tepis. Lha ngapain mikirin yang seperti itu, lebih baik saya memanfaatkan dan menikmati kebersamaan bersama keluarga kan…

Apakah saya selalu berhasil menepisnya? Enggak juga. Saya pernah, mencoba berjualan. Makanan, pernik-pernik, buku-buku. Tetapi itu tidak bertahan terlalu lama. Saat ini saya memutuskan untuk tidak berjualan. Masih banyak PR untuk mengurus dan mendidik anak-anak. Manajemen waktu saya masih buruk. Banyaaak yang harus saya benahi…

Kalaupun saya membikin ini-itu, niatnya untuk menyalurkan hobi. Memanfaatkan sampah dan barang-barang tak terpakai untuk saya olah lagi. Hehe. Tetap ada ruang bagi saya untuk melakukan hal-hal yang saya sukai. Sesekali, bebaskan pikiran dari “mencari penghasilan”. Sekian.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s