Kapur

Anak-anak bermain di halaman (yang beraspal, minim tanah). Tiba-tiba Si Tengah masuk rumah, mengambil kotak krayon.

Mau menggambar di aspal yaa?

“Iya…”, sambil tersenyum. Mungkin batinnya berkata kok Mama tahu ya. πŸ˜€ Δ€ee…:)

Kalau untuk menggambar di halaman, kita bisa menggunakan kapur.

“Kapur?”, kemudian dia menuju ke dapur. Mama curiga jadi Mama susul.

Naah kan bener, dia ambil sesuatu yang sudah Mama duga.

Itu kapur buat masak.

“Buat masak?”

Iya, namanya kapur sirih.

Masih saja dia meneliti rak.

Kita punya kapur sirih dan kapur (anti)semut. Yang kamu butuhkan adalah kapur tulis. Kapan-kapan kita beli kapur tulis yaaa…

“Beli di mana?”

Di toko alat tulis πŸ™‚

“Tapi aku butuh buat bikin (tulisan) Finish…”

Kamu bisa mencari potongan batu bata, yang warna cokelat, itu bisa dipakai menulis di aspal πŸ™‚

Si Tengah ke luar lagi. Sepertinya sudah melupakan tulisan Finish-nya.

Kali lain kita cari batu bata sama-sama ya, Nak. Mama masih mau ngepel dulu… Xixi.

Hello, Buddy !

~ Bismillaah ~

Hello, Buddy !

Malam ini menyempatkan diri membuka blog lebih lama, untuk menghapus beberapa postingan yang saya rasa kurang etis, semacam keluh-kesah, atau ghibah.

Ke depannya, semoga hanya tulisan bermanfaat yang bisa saya bagi di sini. Dan tentu saja, semoga bisa ajeg nulis blog. Jadi, sudah berapa lama ngga nulis? baru delapan bulan kok, hehehhe…