Sempit

Siang ini di sekolah. Si Tengah bersiap pulang dari sekolah, mengambil sepatu di rak, memakainya. Itu sepatu lamanya, sewaktu masih bersekolah di Paud. Sedikit kerepotan dia memasukkan kakinya.

Sepatunya kekecilan ya, Mas…?

“Engga kok, cuma sempit”.

Hihihihi… Lucunya kau, Nak.

Iklan

Dengar Suara Mereka

Izinkan saya catat di sini, sebagai pengingat. Catatan yang membuat saya merasa sedih karena telah banyak melakukan kesalahan dalam pengasuhan anak, sekaligus penyemangat dan pengobar asa, bahwa saya bisa berubah lebih baik lagi.

*~*~*

Ditujukan utk semua orangtua maupun calon orangtua agar anak-anak kita dapat menjadi anak yang lebih percaya diri (Akhir Winardi, Psikolog Anak Indonesia).

Wahai ayah/ibu, jangan risau apa yang belum bisa kulakukan, lihatlah apa yang sudah bisa kulakukan, lihatlah lebih banyak kelebihanku……

Wahai ayah/ibu, aku memang belum bisa berhitung, tapi lihatlah aku bisa beryanyi dan selalu tersenyum ceria…

Wahai ayah/ibu, jangan keluhkan aku tidak bisa diam,lihatlah energiku ini, bukankah kalau aku jadi pemimpin aku butuh energi sebesar ini?

Wahai ayah/ibu jangan kau bandingkan aku dengan anak lain, lihatlah aku tidak pernah membandingkanmu dengan orangtua lain, aku hanya satu.

Ayah/ibu, jangan bosan dengan pertanyaan-pertanyaanku, lihatlah besarnya rasa ingin tahuku, aku belajar banyak dari rasa ingin tau…

Ayah/ibu, jangan bentak-bentak aku, lihatlah aku punya perasaan, seperti engkau juga memilikinya, aku sedang belajar memperlakukanmu kelak…

Ayah/ibu, jangan ancam-ancam aku, seperti engkau juga tidak suka diancam orang lain, lihatlah aku sedang belajar memahami keinginanmu.

Ayah/ibu, jangan lihat nilaiku yang rata-rata, lihatlah aku mengerjakannya dengan jujur, lihatlah aku sudah berusaha.

Ayah/ibu, aku memang belum bisa membaca, namun lihatlah aku bisa bercerita, pada saatnya aku akan bisa, aku butuh engkau percaya…

Ayah/ibu, aku memang kurang ngerti Matematika, tapi lihatlah aku suka berdoa, dan aku senang sekali mendoakan yang terbaik untukmu..

Ayah/ibu, aku memang banyak kekurangan, tapi aku juga punya kelebihan, bantu aku, agar kelak kelebihanku berguna bagi sesama…

Ayah/ibu, hubungan kita sepanjang zaman, bantu aku mengenalmu dengan cara aku belajar bagaimana engkau mengenalku…

Ayah/ibu, aku ingin mengenangmu sebagai yang terbaik, ajari aku dengan melihat yang terbaik dariku, sehingga aku bangga menyebut namamu ..

Ayah/ibu, semoga kita punya cukup waktu untuk saling mengenal dan memahami, aku belajar melihatmu dari cara engkau melihatku…

*Saya salin dari sharing seorang kawan di BBM, dengan sedikit perubahan redaksi


mobile wordpress

 

 

 

Sumuk

Maghrib tadi, aku dan Si Kakak bersiap sholat di kamar. Tiba-tiba dia bilang, “Ma, sumuk, Ma”.

Eit, aku kaget. Dia udah tahu sumuk, hihi.

“Iya, sumuk itu gerah, Ma…”

Aku senyum-senyum sendiri. Anak-anak memang peniru.


mobile wordpress