Prioritas

Kamis pekan lalu, si kecil Ulung demam, batuuuk sampe napasnya berat. Hari Sabtu sore baru dibawa ke dokter. Dahaknya banyak. Itu yang bikin napasnya berat. Dokter memberi resep obat batuk, tanpa antibiotik. Juga merujuk ke bagian fisioterapi buat inhalasi (diuap). Hari Senin aku udah ijin gak ngantor, karena mau bawa Ulung inhalasi lagi, semaleman masih demam dan masih batuk grak-grek.

Aku berharap Senin ini anak-anak bisa ‘tertib’ seperti biasa tanpa ada aku (aku biasanya berangkat pagi-pagi, maklum rumah jauh dari tempat kerja). Oh ternyata aku harus sedikit kecewa, karena Kakak mogok sekolah lagi. Dan problemnya sama, Kakak bertugas jadi khalifah! ( Ya Allah, Naak… sabar, sabar, sabar….! )

Oke.. Kakak nggak sekolah. Dan Adik kurang sehat. Jadi, aku harus menentukan prioritas. Baiklah, aku tidak marah. Adik saja didahulukan. Aku berdamai dengan hatiku sendiri. Aku memaafkan Kakak. Aku fokus dengan rencana membawa Adik ke rumah sakit.

Haaahh, dengan memilah-milah masalah seperti ini, pikiran jadi lebih tenang… Dan aku bisa tetap bersikap lembut sama Kakak, meskipun tetap saja ya, masalah mogok sekolah ini harus dipikirkan solusinya.

 

 

 

Iklan

6 thoughts on “Prioritas

  1. aduh.. semoga adik ulung cepet sembuh deh ya mbak..
    jadi mama bekerja memang penuh tantangan,.


    re : amiin… makasih, Tante… πŸ™‚
    iya, Mel, ditambah lagi jam kerja kita yang kadang terasa kejam… beruntung bila bos kita pengertian ya.

    Suka

  2. semoga si adik cepat sembuh yaa… btw apa mmg suatu keharusan ya ut jd khalifah? πŸ™‚


    re : iya, Tante…
    Sepertinya sih tidak harus, Mbak. Hanya melatih jiwa kepemimpinan anak-anak dan memupuk tenggungjawab serta rasa percaya diri saja, saya kira.

    Suka

  3. wah, kecil2 dah jd khalifah…
    salam kenal mamaray…kunjungan yg kesekian kali nih, tapi baru kali ini meninggalkan jejak


    re : salam kenal, Ummu Ahmad πŸ™‚
    terima kasih ya, Mbak…

    Iya sama Mbak, saya juga, sering baca-baca tulisan Ummu Ahmad. πŸ™‚ Kadang juga nyontek ide-nya. Boleh ya, Umm…? πŸ˜€

    Suka

  4. yup, memilih prioritas akan lebih memudahkan penyelesaian masalah.


    re : iya, Mas Yadie. Apalagi perempuan kan cenderung pake perasaan ya mikirnya. jadi ribet kalo ngga disortir masalah-masalahnya.
    Terima kasih sdh berkunjung πŸ™‚

    Suka

  5. big hug…..mantap sekali jeng….senangnya sdh menemukan jalan keluar…lalu, sekarang kondisi sdh membaikkah?

    dulu kakak pernah juga begitu, tyt dia ada masalah dengan kawannya πŸ™‚ pernah salah pas jd pemimpin, dan diolok2, jadi kakak ga pede….


    re : belakangan ini guru-gurunya memberi dia waktu untuk tenang dulu, Mbak. Tidak menugaskan Kakak dulu.
    Sambil terus mengamati apa sebab perubahan pada dirinya.

    Ya, Mbak, aku juga kuatir seperti itu. Kadang pengucapan kalimat, atau bicaranya Kakak kan kurang tersusun dengan baik. Efek speech-delaynya masih kelihatan, Mbak.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s