Sederhana Saja

Hallo… السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sudah lama tidak berbagi cerita hasil karya ya 🙂 Naah, mumpung malam ini masih bisa melek, aku lanjutkan saja bikin-bikin bros flanelnya.

Sebenarnya bentuk bros yang ini adalah ide dan bikinan Emak, aku hanya menyempurnakan saja karena Emak sudah pulang ke Sidoarjo.

Masih sama dengan yang sebelumnya. Sederhana saja. 🙂 dan, bros ini boleh dipesan ya, Friends… 😀 wihihi…


mobile wordpress

Iklan

Mama Capek Yaa…?

Di kamar, sepulang dari kantor, meletakkan tas, bersiap bermain sama anak-anak. Tiba-tiba Affan muncul dari balik pintu.

“Mama capek yaa…?” dengan suara lucunya dia mencoba membaca bahasa tubuhku.

Hihihi… iya, Mama capek, Nak. Tapi, mendengar ucapanmu, capek Mama hilang, Nak…. Terima kasih ya Mas Affan… *peluk*

Sepatu, Kenangan Masa Sekolah

Nunggu bis di halte Wahidin, di sebelah ada bapak-bapak penjual jasa semir sepatu berusaha menarik rejeki sore ini. Bau khas semir membawa ingatanku pada sepatu sekolahku, dulu waktu SMP.

Selama sekolah, pantang bagiku bersepatu buluk. Tentu saja khusus sepatu sekolah yang bisa disemir. Kalau sepatu berwarna selain hitam tidak perlu disemirlah.

Sepatu ATT andalanku waktu SMP. Seringnya sih bagian bawah sepatu (sol) yang rusak duluan. Atas masih bagus tapi bawah sudah bolong.

Aku ingat, rute menuju sekolah yg ditempuh dengan jalan kaki adalah melewati halaman dan kebun orang. Kalau musim hujan tiba, jalanan becek, sol sepatu yang bolong membuat kaos kaki basah, juga berwarna hitam.

Membeli sepatu baru bukan pilihan utama mengingat masih banyak kebutuhan kami yang jauh lebih mendesak. Waktu itu bapakku hanya menambalnya. Selama masih bisa ditambal, ditambahkan alas lagi, belum perlulah membeli yang baru.

Ah, Bapak, sore ini aku terkenang…


mobile wordpress