Silir-silir

Dulu, waktu tinggal di Ujung Pandang, aku punya tempat favorit buat ngelamun, mikir, yaaa buat sesaat merasai nyamannya udara, angin, suara-suara daun, suara knalpot kendaraan, pun suara anak-anak bermain bola. Tempat yang silir-silir, angin sepoi, nggak gerah dan sumuk, yaah pokoknya enak lah. πŸ˜€ Dimana itu? Di teras utara masjid. Masjid di dalam komplek GKN Makassar, Jl. Urip Sumoharjo tuh. Serasa damaaaii banget kalo udah di situ.

Nah kalau di rumah, tempat yang silir-silir di bawah pohon di sudut komplek. Tempat yang cukup nyaman buat saya duduk, memandang langit, melihat deretan kembang, dan tentu angin yang silir-silir. Merasai dan mensyukuri banyaknya nikmat Allah Swt, mata yang sehat, lingkungan yang tenang, anak-anak ceria. Maka, nikmat Allah mana lagi yang mampu aku dustakan?

Subhanallaah…


mobile wordpress

Iklan

4 thoughts on “Silir-silir

  1. tempat seperti itu memang enak banget …
    ditanggung lima menit nongkrongt disitu pasti udah liyer-liyer …
    mata 5 watt

    salam saya Mama Ray


    re : hahahaha, tepat sekali… Hoaaahm… πŸ˜›

    Suka

  2. memang menyenangkan nongkrong di tempat macam begitu mbak..
    kalau saya dulu di kampus sukanya nongkrong di taman cede..
    di sini belum nemuin tempat penggantinya.. tempat favorit saya masih kamar saya, heheheh


    re : gulang-guling ya, hihihi

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s