Silir-silir

Dulu, waktu tinggal di Ujung Pandang, aku punya tempat favorit buat ngelamun, mikir, yaaa buat sesaat merasai nyamannya udara, angin, suara-suara daun, suara knalpot kendaraan, pun suara anak-anak bermain bola. Tempat yang silir-silir, angin sepoi, nggak gerah dan sumuk, yaah pokoknya enak lah. ๐Ÿ˜€ Dimana itu? Di teras utara masjid. Masjid di dalam komplek GKN Makassar, Jl. Urip Sumoharjo tuh. Serasa damaaaii banget kalo udah di situ.

Nah kalau di rumah, tempat yang silir-silir di bawah pohon di sudut komplek. Tempat yang cukup nyaman buat saya duduk, memandang langit, melihat deretan kembang, dan tentu angin yang silir-silir. Merasai dan mensyukuri banyaknya nikmat Allah Swt, mata yang sehat, lingkungan yang tenang, anak-anak ceria. Maka, nikmat Allah mana lagi yang mampu aku dustakan?

Subhanallaah…


mobile wordpress

Iklan

Sore Bahagia

Tentu telah menjadi kehendak Allah Swt aku membaca artikel di web pengusaha muslim. Ijinkan aku membagi di sini ya, semoga teman-teman mendapati petunjuk Allah Swt, mendapati semangat dan keyakinan yang kuat, juga sirnanya lara hati, seperti yang aku rasakan.

ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ ุงู„ูุงุณู’ุชูุบู’ููŽุงุฑูุ› ุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ูƒูู„ูู‘ ู‡ูŽู…ูู‘ ููŽุฑูŽุฌู‹ุงุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ูƒูู„ูู‘ ุถููŠู‚ู ู…ูŽุฎู’ุฑูŽุฌู‹ุงุŒ ูˆูŽุฑูŽุฒูŽู‚ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุญูŽูŠู’ุซู ู„ูŽุง ูŠูŽุญู’ุชูŽุณูุจู”

“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” HR. Ahmad dari Ibnu Abbas dan sanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim serta Ahmad Syakir.

Alhamdulillaah, sore hari menjelang pulang kantor, seperti mendapat jawaban dari-Nya terhadap resah-gelisahku. Terima kasih, Rabbi, sore ini aku bahagia. ๐Ÿ™‚

NB : silahkan membaca artikel sumber untuk mendapatkan informasi lengkap terkait dengan redaksi istighfar yang benar

Flanel

Kapan yaa aku mulai kenal kain flanel? Hm… Mencoba mengingat-ingat. Kayaknya sejak dua tahun yang lalu deh. Waktu itu, aku berpikir menghias kaos polos dengan flanel, sebagai kenang-kenangan buat anak-anak tetangga, karena kami akan pindah rumah ke Bekasi.

Kaos-kaos ditulisi nama masing-masing anak dan gambar. Ah sayang, file gambarnya belum kutemukan di PC sehingga belum bisa dibagi di sini, proyek pembuatannya aja sudah dua tahun yang lalu. Kala itu flanel dikombinasi sulaman. Bukan sulaman yang berbentuk bunga nan indah ya, Kawan, hanya tusuk ‘delujur’ saja, hyehehhe.

Baca lebih lanjut

Mikir Negoro

Biasanya aku menyempatkan diri tidur di bis dalam perjalanan pulangku. Tapi tidak malam ini.

Masih kepikiran bros kerang bertuliskan “KOREA” kemarin. Saya yakin Indonesia bisa produksi sendiri. Mungkin benar yang dikatakan Dik Amela, kemasannya saja yang ditulisi itu supaya lebih menarik, atau bergengsi. Opo kita kurang bangga dengan bikinan lokal? Ujung-ujungnya jadi mikirin kondisi bangsa Indonesia-ku ini.

Aah, pusing aku mikir negoro. Apa Pak SBY bisa tidur nyenyak ya?

“Lagian ngapain kamu mikir negoro, mikirin kerjaan saja sudah pusing saya, haha”, demikian teman saya nimpali kalo saya udah mulai ngomong mikir negoro.

Dan di bis ini, saya nemu ide membuat bros sendiri. Nanti di kemasannya ta’tulisi : BUATAN INDONESIA. (Hmm, ada yang mau mbantu memasarkan? Hehehhe)

Nek mikir thok emang jadi pusing. Luwih becik melakukan sesuatu untuk memajukan bangsa dan negara ini, terserah Sampean lah mau di sektor mana, sesuai kemampuan. Lak iyo to?

Mobile WordPress