Resign II : Kursi Bis dan Kursi Kantor

Setiap aku naik bis atau angkot, sering kali menghitung secara kasar saja, perbandingan jumlah penumpang laki-laki dan perempuan. Dan hasilnya? Di angkot, lebih banyak penumpang perempuan daripada laki-laki. Mungkin karena laki-laki lebih suka naik motor. Kalau di bis, perbandingannya bisa 50:50.

Jaman sekarang, banyak perempuan yang keluar rumah untuk bekerja. Untuk menghidupi diri dan keluarga.

Aku berpikir, ahh, barangkali posisi mereka juga sama denganku. Bekerja, dan meninggalkan anak-anak di rumah dengan pembantu.

Kasihan anak-anak itu, kasihan anak-anakku.

Kalau aku resign saja, mungkin aku memberikan jatah kursi di bis ini untuk penumpang yang sedang berdiri. Mungkin kursiku di kantor bisa “kuberikan” untuk kawan lain yang ingin pindah ke Jakarta. Ya kan?


WordPress4blackberry.

Iklan

7 thoughts on “Resign II : Kursi Bis dan Kursi Kantor

  1. Wealaaah… sing semangat po’o…
    Lha tak-omongi ngeblog neng bis malah mbahase resign maneh.
    Artikelmu bikin aku galauw… πŸ˜€


    re : hyehehehhehe… virus galauw emang nular πŸ˜›

    opo aku ketok gak semangat? aku semangat resign loh! hahahha πŸ˜€

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s