Made In Korea

Bros kerang begini made in Korea lho, rek… Gak salah ta? Opo Indonesia gak iso nggawe dewe?

*pagi-pagi merenung


WordPress4blackberry.

Iklan

Semakin Percaya Diri

Bulan lalu, tetangga saya mengadakan pesta ulang tahun putranya. Anak-anak diundang. Carport disulap menjadi tempat pesta lengkap dengan balon-balon dan badut. Kado juga sudah kami siapkan, malah kartu (kertas) ucapan selamatnya ditulis sendiri oleh Kakak Ray.

Tidak seperti pada acara-acara macam begini sebelumnya, hari itu Kakak berlaku sangat tenang dan manis. Ray sudah ngga takut lagi sama badut. Dia sangat menikmati perayaan kecil ini.

Sementara itu, Affan, begitu melihat 2 badut datang, langsung nangis kejer dan tegang, “Mama, aku mau pulaaaaang…”. Ngga mau lagi duduk bersama anak-anak yang lain. Maunya dekat-dekat Mama terus. πŸ˜€

Takjub sekali kami, Mama dan Ayah, melihat Ray di acara ini. Dia sudah lebih percaya diri. πŸ™‚ kami sangaaaat terharu. Indah sekali momen ini kami rasa.

Ray, yang sebelumnya kami khawatirkan tumbuh-kembangnya, hari ini telah menunjukkan kepada kami, “aku bisa, Mama. Aku bisa, Ayah. Aku baik-baik saja, aku bahagia”.

Dia tampak berusaha menjawab tebak-tebakan yang dipandu si badut. Lucuuu sekali. Dia berani unjuk gigi dengan menyanyi lagu Balonku. Karenanya dia mendapat 2 hadiah dari badut. Dia tampak senang.

Aku dan Ayah saling pandang. Look at him, Ayah. He’s our son. He’s going better. He’s great. Sure.


WordPress4blackberry.

Fatwa Hati

Dan dari Wabishah bin Ma’bad ra, ia berkata, “Saya mendatangi Rasulullah saw, lalu beliau bertanya, ‘Engkau datang untuk bertanya tentang kebajikan?’ Saya menjawab, β€˜Ya.’ Beliau bersabda, ‘Mintalah fatwa kepada hatimu; kebajikan adalah sesuatu yang jiwamu tenteram kepadanya dan hatimu menjadi tenang, dan dosa adalah sesuatu yang mengganjal di dalam jiwa dan ragu di dada, meski manusia memberi fatwa kepadamu.”

(Imam Nawawi berkata, “Hadits hasan, kami meriwayatkannya dalam dua kitab Musnad; Ahmad bin Hanbal dan Ad-Darimi dengan isnad hasan.“)

Hadits ini dicuplik dari web majalah Ummi.

Membuat Wayang-wayangan

Kegiatan Kakak Ray dan Mas Affan pekan lalu adalah membuat wayang. Si Mas lebih berminat daripada Kakak. Gak papa kurang kompak yang penting Mama udah memulai kegiatan kreatif ini. Hyehehe. πŸ˜€

Yang dibutuhkan hanya barang-barang sederhana :
– Karton. Kami menggunakan kotak bekas susu.
– Gunting
– Lem. Kalau tidak punya lem, sejumput nasi bisa kita gunakan. Hehehe. Ini sih jaman saya kecil dulu, pake lem nasi :p
– Gambar-gambar dari koran atau majalah.

Cara membuat wayang-wayangan ini sangat mudah. Gunting gambar yang dikehendaki, kemudian tempel di karton. Kemudian gunting karton sesuai gambar. Jangan lupa sisakan karton untuk ‘memegang’ wayang.


WordPressblackberry.

Resign III : Bukan Sampah

Apakah saya terlihat mengeluh (dengan tulisan saya yang bertema resign)? saya kok ngga merasa gitu ya. (hehehe…)

Menuliskan kata hati dan pikiran-pikiran saya di sini, sungguh tidak bermaksud “mengasihani diri sendiri” dengan mengeluhkan ini-itu. Saya hanya berbagi kata hati, barangkali saja ada pencerahan dari teman-teman. Atau mungkin… ada banyak ibu bekerja di luar sana yang punya pikiran senada dengan saya bisa merasa “punya teman”. :p

Jadi bukan sampah-menyampah, Kawan. Ini kata hati yaaang…manusiawi kan?


Perewangan

Berangkat dari rumah, saya sudah berniat, hari ini mau kerja (jadi selama ini???). Maksud saya, saya tidak berencana menambah postingan di blog ini. Namun, pembicaraan dengan teman di area toilet perempuan, mengusik hati dan pikiran saya.

Tarik napaass….

Salah seorang teman saya, kembali memulangkan Asisten-nya (Asisten Rumah Tangga). Kenapa lagi? karena, si anak mengeluhkan pipinya yang sakit karena telah dipukul oleh si asisten. Duuh, sediiih, bercampur geram dengernya.

“Tuh, Mamaray, hati-hati sama pembantu…!”, pesan teman saya. Hiyaaa, huwaaa 😦

Sama juga dengan teman yang tadi, saya juga sudah sering gonta-ganti asisten. Macem-macem sebabnya. Karena si mbak menikah, si mbak ga betah, si mbak gak saling akur (ketika ada dua asisten di rumah), hingga saya PHK si mbak karena galak sama anak-anak, juga kedapatan mencuri pulsa telepon rumah. Urusan perewangan (rewang = asisten, bukan jin, hihihihi) ini memang cukup menguras pikiran dan perhatian. Karena mereka sewaktu-waktu bisa minta pulang, dsb. πŸ˜›Β  secara saya ngga bisa membeli loyalitas mereka dengan gaji yang terlalu tinggi, saya belum bisa menggaji Baby Sitter (gaji Babysitter dan ART biasa berbeda).

Ini, konsekuensi ibu bekerja. Ujung-ujungnya, saya semakin pingin resign. πŸ˜› *tapi nek ga kerjo, ga duwe duit, piye jaaal??? mbuuh…*

Lukisan Ray : Pohon

Suatu malam, Sulungku kembali menunjukkan lukisan baru. Wow, sudah semakin pintar dia…!

Kembali kupuji nama-Nya. Kembali kuberterima kasih kepada-Nya.

Alhamdulillaah wa laahaula walaaquwwata illaabillaah. Good job, Kak… πŸ™‚


WordPress4blackberry.

Resign II : Kursi Bis dan Kursi Kantor

Setiap aku naik bis atau angkot, sering kali menghitung secara kasar saja, perbandingan jumlah penumpang laki-laki dan perempuan. Dan hasilnya? Di angkot, lebih banyak penumpang perempuan daripada laki-laki. Mungkin karena laki-laki lebih suka naik motor. Kalau di bis, perbandingannya bisa 50:50.

Jaman sekarang, banyak perempuan yang keluar rumah untuk bekerja. Untuk menghidupi diri dan keluarga.

Aku berpikir, ahh, barangkali posisi mereka juga sama denganku. Bekerja, dan meninggalkan anak-anak di rumah dengan pembantu.

Kasihan anak-anak itu, kasihan anak-anakku.

Kalau aku resign saja, mungkin aku memberikan jatah kursi di bis ini untuk penumpang yang sedang berdiri. Mungkin kursiku di kantor bisa “kuberikan” untuk kawan lain yang ingin pindah ke Jakarta. Ya kan?


WordPress4blackberry.