Kertas-kertas Kantor

Di kantor nih, banyak banget kertas bekas. Kertas ngga kepake. Biasanya kami masih menggunakan halaman belakang kertas-kertas itu. Sering juga kubawa pulang, lumayan buat kertas gambar anak-anak. Hehe.

Kertas-kertas itu dihancurkan dengan menggunakan mesin penghancur, hasilnya adalah kertas keriting seperti mie. Aku tanya ke mas-mas office boy, diapakan kertas-kertas itu. Ya dibuang aja gitu jawabnya. Aku pikir kok sayang banget ya.

Kukira ada orang yang mau menampung buat didaur ulang, ternyata enggak. Yaaah, mendadak ada sedih di hatiku. Mau bawa pulang, ragu-ragu. Hm…

Ada ide gak, Teman-teman, buat kertas-kertas ini?

Posted with WordPressBlackBerry.

Flona 2011

Pameran Flora dan Fauna (Flona) kembali digelar. Seingatku sudah empat kali ada Flona. Diadakan setiap tahun, biasanya di pertengahan tahun, bertempat di Taman Lapangan Banteng. Flona tahun ini akan ditutup hari Senin, 25 Juli pekan depan. Jadi, ayo buruan datang, mumpung belum tutup.

Ada apa saja di Flona? Sesuai judul sih, flora dan fauna. Ada stand-stand penjualan tanaman buah dan bunga, termasuk pupuk-pupuk dan peralatan berkebun, stand penjualan binatang peliharaan (ikan, anjing, kucing, kelinci, hamster, monyet, kura-kura, iguana, bahkan ular). Toko buku Trubus juga ada. Ohya, ada stand Green Peace juga. Ada area bermain anak-anak, istana balon, mobil-mobilan, dan flying fox.

Gak usah kuatir kelaparan deh, ada banyak penjual makanan dan minuman, kerak telor, jus lidah buaya, juga es krim durian.

Ada stand Pemprov. DKI Jakarta juga dengan bentuk rumah betawi klasik dan modern. Melihatnya jadi ingat rumahnya Si Doel anak sekolahan.

Di Flona, aku beli 2 tanaman bunga. Bunga sepatu, seperti tahun sebelumnya. Entahlah sepertinya aku terobsesi dengan bunga ini. Di desaku dulu banyaak sekali, namun sekarang sudah mulai jarang tuh, makanya aku pengen menanam lagi si Kembang Aribang. Kembangku yang dibeli tahun lalu sudah layu kena kutu, huhuhuu…

Selain bunga, beli buku juga di toko Trubus.

So, yang suka berkebun, ayo ke Flona…!

Posted with WordPress for BlackBerry.

Remaja dan Ali bin Abu Thalib

Di rubrik Psikologi salah satu harian ibukota, terbaca judul Dampak Perceraian pada Anak. Aku tidak akan membahas perceraian itu. Aku hanya ingin mengutip dan mencatat kalimat-kalimat yang menurutku sayang kalo ngga disimpan.

Oleh psikolog (yang menulis di rubrik itu), dikatakan bahwa “Remaja sesungguhnya tidak mandiri. Mereka hanya merasa bahwa mereka harus mandiri. Meskipun menjauh dari orangtua, mencari lebih banyak kemandirian dan kebebasan, remaja tetap ingin mengetahui bahwa orangtua masih ada jika mereka membutuhkan”.

Aku langsung teringat akan Ali bin Abu Thalib RA. Beliau mengajarkan tahapan mendidik anak, yaitu :
Usia 0-7 tahun : jadikan ia raja (kita melayani kebutuhannya)
Usia 7-14 tahun : jadikan ia tentara (ajarkan kemandirian)
Usia 14 tahun ke atas : jadikan ia kawan. Teman yang sejajar, bukan melulu orangtua yang superior terhadap anak remaja. Remaja butuh kawan (yaitu orangtua) yang asyik, yang bisa mendengarkan mereka.

Posted with WordPressBlackBerry.

ASI

Tahu ga? Bisa memberikan ASI-Ex itu suatu perjuangan buat ibu bekerja.

Yang harus disiapkan adalah… yang pertama dan utama, niat! Supaya punya niat memberikan ASI-Ex, ketahui dulu apa manfaat ASI bagi bayi, monggo dicek di sini, di situ, juga di sana (dan masih banyak lagi informasi mengenai keunggulan ASI di internet). Kalo sudah tahu, pasang niat kuat di hati ya, untuk tetap memberikan ASI, meskipun ibu kembali bekerja.

Niat udah ada nih, sekarang cari tahu caranya supaya bisa tetap memberikan ASI meskipun ibu kembali bekerja. Intinya ada 2 hal yang harus dilakukan, yaitu memerah ASI dan menabung ASI Perah (ASIP) sebelum kembali bekerja dan selama berada di tempat kerja.

Hah, ribet yaa..? Aaah, enggak koooq… kan udah ada niat. Ada kemauan, pasti ada jalan.

Trus, cari tahu tentang teknik memerah ASI dan menabung ASIP. Di internet udah bertebaran tuh informasinya, salah satunya adalah milis asiforbaby.

Selama masa menyusui, pergi ke kantor pasti mbawa “peralatan perang”. Cooler bag plus Ice gel, sapu tangan, dan 4-6 botol ASIP. Saya ngga bawa pompa ASI karena saya memompa dengan tangan. ASIP saya simpan di kulkas. Alhamdulillaah ada kulkas di kantor, jd cooler bag dan ice gelnya digunakan saat dalam perjalanan pulang kantor saja (1-1.5 jam).

Hambatannya apa? Hambatan terbesarnya adalah ketika semangat memerahnya menurun karena sedang diburu pekerjaan, atau karena memang sedang malas. Hehe. Alhamdulillaah ada teman-teman seperjuangan, bisa saling menyemangati. Atau, bayangkan saja wajah bayi kita di rumah, ah dia sedang menanti, merindukan kita, dia butuh kita karena (tentu) makanan dia ada di kita. Hehe. Ga tega kan kalo harus menggantinya dengan susu sapi???

Jadi, ibu bekerja dan ingin memberikan ASI-Ex? Bisa banget…!!

Sejenak

Haloo…
Assalaamu’alaykum…

Hari ini masih bernapas? Masih ketemu keluarga? Masih bisa ngapa-ngapain kan..? Maka nikmat dari Allah Swt yang manakah yang bisa kita dustakan?

Maha Suci Allah… Segala puji bagi Allah… Tiada Ilah selain Allah…

Mendem Gawean

Tengah tahun, alhamdulillaah ada Gaji ke-13. Seneng tentunya. Tapi tahukah Anda bahwa pencairannya memerlukan proses? (halah!)

Prosesnya ada di sini. Di ruangan saya. Hhh… Mendem gawean, karena bersamaan dengan mutasi pegawai, yang mengakibatkan proses yang harus saya jalani lebih njelimet lagi. Hihihi, lebay!

Selamat buat para abdi negara yang menerima Gaji ke-13. Senyum Anda menghapus lelah saya… πŸ™‚