Kayak yang di Hotel

Kadang aku berkunjung ke hotel itu untuk suatu pekerjaan. Kadang ketemu sama yang namanya Nasi Goreng Thailand di situ. Rasanya ngga ‘seberat’ nasi goreng kampung bikinan Emakku, atau nasi goreng yang dijual abang-abang di pinggir jalan. Rasanya ringan, tapi gurih. Apa ya yang bikin begini? Ringan tapi ‘berasa’… (halah bilang aja enak!) hehehhe…

Terus iseng beli minyak wijen di swalayan karena ada temen bilang, rahasia masakan kayak gituan adalah minyak wijen. Hm, bolehlah dicoba, buat teman berjejer saus tiram dan kecap inggris di dapurku.

Dimulailah eksperimen ini dengan resep rada-rada ngawur, cuma mengandalkan feeling saja! πŸ˜€

Bahan :

– Nasi putih (jangan yang lembek, kurang pas buat bikin nasi goreng) : aku make nasi putih sisa semalam, hihihi… kira-kira 2 porsi
– Bawang merah dan bawang putih dicincang halus (hm… berapa siung ya, waduh lupa, 2 atau 3 siung bolehlah suka-suka hihihi)
– Bawang Bombay, diiris memanjang
– Bakso sapi, diiris
– Wortel, iris korek api atau dadu kecil
– Ayam goreng, diiris kecil-kecil dadu. Kalo punya ayam goreng lhooo, kalo ga ada juga ga masalah. Bener-bener resep ga jelas!
– Tomat, iris kecil-kecil, berapa banyak? dikira-kira saja
– Daun Bawang, iris melintang tipis-tipis
– Telur ayam, 1 butir saja
– Minyak goreng, untuk menumis
– Minyak wijen, kira-kira 2 sdm
– Garam dan Lada bubuk

Cara nyampurnya :

Panaskan minyak goreng, tumis bawang merah dan putih cincang, kemudian bawang bombay. Kalo sudah layu, masukkan irisan wortel dan bakso. Kalo sudah sedikit layu wortelnya, masukkan telur. Aduk-Aduk sampai telurnya mateng/kering. Sesudah itu masukkan nasi putih. Aduk-aduk. Masukkan ayam gorengnya kemudian tambahkan garam, lada bubuk, dan minyak wijen. Aduk sampai rata.

Cicipilah… kalo rasanya sudah pas (asinnya), masukkan irisan tomat dan daun bawang. Aduk sebentar… dan jadi deh nasi goreng kayak yang di hotel itu… yippiiie….!!! hehehhe… πŸ˜€

Alhamdulillaah, Si Kakak dan Si Mas doyan…!

*ga ada gambar, ga apa-apa deh, hihihi

Iklan

6 thoughts on “Kayak yang di Hotel

  1. Wow, minyak wijen! πŸ˜€
    Saya kalo mampu pengennya sih selalu menggunakan minyak zaitun untuk menggoreng ato apapun itu. Kalau mampu lho, karena harganya mahaaaal! 😐

    Ahhaaa! Minyak Zaitun… saya belum pernah beli Mas. hihihi…

    Suka

  2. yang penting anak-anak suka…titik…mau rasanya kayak apa juga ga peduli aku hehehe…

    minyak wijen cuman buat aroma aja to dek?

    re : yah, sesekali masak yang rasanya beda, Mbak… aromanya beda karena seringnya aku masak pake (aroma) kecap…!

    Suka

  3. misi penghematan anggaran 2011 tercapai!!
    Konser di hotel, konsumsi bawa sendiri!!

    re : kalo perlu ga usah konser, gunakan saja ruang rapat! yang penting take-home-pay naik lagi…! setujuh sayah!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s