whos.amung.us

Iklan

Hhh…

Biarkan aku menangis hari ini…

Tangisku… karena penciptaku sedang membelaiku, sedang memelukku, sedang meyakinkanku bahwa semua akan baik-baik saja. Gakpapa, setiap orang punya cerita. Dan tentu, ceritaku adalah tentang perjuangan dan kemenangan menjadi akhirnya.

Aku janji… setelah ini, kembali kususun kekuatan baru.

Teruntuk anak-anakku Ray, Affan, dan Ulung…

Nggak apa-apa, Nak, sesekali kau berhenti sejenak, entah untuk menangis atau bersedih.. nggakpapa, Le, asal… jangan lama-lama ya Le, sedih atau sesal saja tiada guna. Gunakan sedih dan sesalmu sebagai sangu, untuk melaju… menyusun langkah baru. Kalian punya Allah Swt… Dia yang akan menolong kalian seperti Dia menolong Mama sekarang ini… Percaya Mama, Nak, Gusti Allah mboten sare…!

 

Jendela

Rumah ini… yang kusuka dari rumah ini adalah jendelanya. Jendela yang membebaskan angin masuk ke dalam kamar, yang membuat pemandangan hijau di taman kecil kami tertangkap oleh mata…

Jendela… menghabiskan waktu beberapa menit di depannya, cukup membuatku merasa lebih baik.

Melihat yang seperti ini…

juga yang seperti ini…

Bayi Ulung

Well, akhirnya hadir juga tulisan ini…. bernapas dengan lega deh aku…!

Jadii, selama cuti ngeblog, banyaaak hal yang telah terjadi. Termasuk kehamilanku yang ketiga. Alhamdulillaah ini kehamilan yang mudah, tanpa mual-muntah yang mengganggu. Hanya saja ketika usia kehamilan 4 bulan, aku nge-flek. Panik deh waktu itu. Oleh dokter, aku diharuskan istirahat. Kemungkinan hal itu terjadi karena plasenta masih berada di bawah sehingga harus berhati-hati dalam beraktifitas. Alhamdulillaah, setelah sepekan, flek itu tidak pernah muncul lagi.

Hari Perkiraan Lahir (HPL)nya tanggal 9 September 2010. Karena sampai hari itu belum ada tanda-tanda melahirkan, kami ke dokter. Kalau sampai tanggal 18 belum ada tanda-tanda juga, aku harus dioperasi. Operasi sesar sudah dijadwalkan tanggal 19 September jam 6 pagi.

Tanggal 10 September 2010, Hari Raya Idul Fitri. Ini adalah lebaran pertama kami di Bekasi. Alhamdulillaah, ada Bapak dan Emak, juga kakak sekeluarga. Tetangga juga ada yang berlebaran di sini, jadi lebaran tidak terlalu ‘sepi’.

Tanggal 10, lewat. Tanggal 11, 12, 13… belum ada juga tanda-tanda mau melahirkan. Tanggal 18 malam, sudah siap-siap pakaian dan barang-barang yang akan dibawa ke rumah sakit. Ah, ini akan menjadi operasi sesar keduaku. Semoga semua berjalan dengan baik dan lancar.

Ba’da Shubuh aku dan suami berangkat ke rumah sakit. Ray dan Affan masih bobok. Ada Mbahti, Mbahkung, dan Bude (kakak iparku) di rumah menemani anak-anak, dan akan memberi tahu mereka tentang keberangkatan kami. Hari sebelumnya anak-anak sudah kami beri tahu perihal akan hadirnya adik bayi.

Jam 6 aku masuk kamar operasi. Selang beberapa menit, lahir bayi laki-laki, dengan panjang badan 52 cm dan berat badan 3.800 gram. Alhamdulillaah… lega rasanya. Penuh haru dan syukur kukecup pipinya yang putih dan halus, ketika perawat bayi mendekatkannya kepadaku yang masih terbaring. Aku tidak bisa Inisiasi Menyusui Dini (IMD), karena dokter masih harus menjahit lukaku.

Kami memberi nama Ulung Haqqani Ahnaf.

Lucu kan…? tidak pernah bosan aku memandang wajah bayi mungilku ini.

Selamat datang ke dunia ini, Nak… Mama dan Ayah sangat berbahagia. Kau akan menjadi anak shalih, hebat, ulung seperti namamu… Terima kasih, Yaa Allah… atas amanah dan anugerahMu… berikan kami kekuatan dan kesabaran menjadi orangtua yang baik dan shalih bagi anak-anak kami… Amiin.