*Aku Mau Ganteng

Nyampe rumah sudah lewat Maghrib. Setelah salim-peluk-usap kepala sama anak-anak, aku bergegas ke kamar mandi, ambil wudlu. Ndilalah di dalam kloset teronggok potongan-potongan rambut. Rambut siapa ini… jangan-jangan Ray gunting sendiri rambutnya.

Selesai sholat, aku bertanya sama Ray apakah dia menggunting sendiri rambutnya. Hehehe, dia mengangguk saja, dan diam. Kemudian Mbak-nya bilang kalo tadi dia agak lama main-main di kamar. Setelah dicek, sudah terguntinglah itu rambutnya. Kepalanya jadi pitak.

Hmm… pitaknya cukup terlihat jelas. “Besok dicukur ya, rambutnya…?!”, “Iya, mau…”.

Besoknya, jadilah dia diantar Mbak-nya ke tukang cukur rambut di seberang jalan. Langganan kami, jadi pencukurnya sudah hapal.

“Rambutnya dicukur pendek (nyaris gundul, hihihii) gak papa, Dek…?”

“Gak papa, aku mau ganteng… seperti Adik Affan…”

“Oooh.. ya… rumahnya di mana sih?”

“Di sana… belok kanan, bukan belok kiri…” tangannya nunjukin arah.

Hey, dia sudah bisa diajak ngobrol, aku membatin… πŸ˜€

*Lelaki Kedua

Hihihihi…. judulnyaaa…

Iya, iya… Lelaki keduaku, Affan namanya. Wajahnya bulat, bulu matanya lentik, terlihat ayu. Hihihi… dia laki-laki tetapi wajahnya ayu, tak jarang orang mengira dia bayi perempuan.

Affan, bahasa Arab, berarti Pendaki. Berharap dia seperti pendaki, pantang menyerah menuju puncak, dan akan selalu ke puncak, berjuang menjadi lebih baik di dunia dan akhirat, dan bermanfaat bagi semua ciptaan Allah Swt, kami berikan nama itu. Semoga aqidahnya lurus, akhlaqnya bagus, seperti namanya, amiin…

Dan memang, dia lincah sekali, ga mau diam. Kemampuan motorik dan verbalnya sesuai ‘jadwal’. Makannya juga gampang. Alhamdulillaah Affan lulus ASI-Ex 6 bulan.

Dibandingkan dengan anak pertama, aku kini lebih enjoy menjalani tugasku sebagai ibu. Hamil anak kedua ini juga nyaris tanpa mual-muntah. Hanya saja, setiap hamil, Hb darahku selalu rendah, sehingga sempat dua kali diinfus di rumah sakit. Hamil Affan membuat berat badanku naik 12 kg, badan sih masih kurus, cuma perut saja yang membesar. Benar saja, Affan terlahir dengan BB 3.800 gram.

Kini Affan sudah 2 tahun 7 bulan. Sudah banyak kosakata dia tahu. Sudah bisa mengayuh sepeda roda 4 (2 roda utama dan 2 roda bantu) dengan benar. Mainan favoritnya, mobil-mobilan. Hampir setiap malam dia bobok sambil ngeloni mobil-mobilan πŸ˜€

Yang bikin sebel (hehhee, jadi orangtua harusnya ga boleh sebel), Affan ini kalo nangis, lama bisa diemnya. Nangisnya gini, “Mama… Ayah…”, teruuuuss gitu berulang-ulang. Yang denger aja capek πŸ˜€Β  Kalo sudah lama, ditawarin susu, baru deh diem…! hihiii… πŸ™‚

Dan sejak hadirnya Affan, Si Kakak Ray, semakin banyak bicara. Rumah tambah ramai dengan tingkah polah mereka, tawa-tangis, dan tentu saja kasih sayang. That’s family. Thank you, Allah, for giving us Affan Hadyan Ahnaf.