Bangganya Mama (Ray usia 3 tahun)

Tahun ajaran baru tahun 2009, Ray masih berusia 3 tahun. Tahun ajaran baru berarti ada banyak murid-murid baru di sekolah, dan Ray harus beradaptasi lagi. Selama kira-kira 2 minggu, Ray mulai tidak tertib seperti awal-awal dia bersekolah. Sering ke luar kelas sementara pelajaran berlangsung (duuh, kok jadi mundur begini…)

Alhamdulillaah itu hanya sementara. Setelah kelas Kelompok Bermain dibagi menjadi dua kelas dan Ray masuk kelas B, tidak terlalu banyak anak-anak baru, Ray sudah kembali tertib.

Suatu waktu ada acara perayaan Hari Kartini di sekolah. Semua murid harus memakai pakaian adat nusantara. Mama mulai mencari tempat sewa pakaian seperti itu, dan dapat baju adat Aceh.

Mama sempat berpikir, ‘mau, nggak, ya dia memakai baju itu…?’

Dan benar saja, awal-awal dia tidak mau mencoba baju itu. Bajunya panas, terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat. Warnanya hitam pula. Hm, gimana ya…

Malam sebelum hari H, Mama dan Ayah bergantian meyakinkannya bahwa baju itu bagus, besok akan ada perayaan di sekolah.

‘Mau ya, besok ke sekolah pake baju bagus itu… Teman-teman Kakak semua pakai baju bagus juga lho…’

Dibujuk-bujuk…

Ray mengangguk…

Hari H, Mama ijin datang terlambat ke kantor, demi melihat anak Mama tampil di sekolah, dengan pakaian adat! (rela potong gaji deh heheheh πŸ™‚ )

kartono-an Acara di sekolah dimulai dengan pawai keliling komplek sekolah. Hihihi, meski peluh deleweran di keningnya, rambutnya pun basah oleh keringat (Mama tahu Ray kegerahan), tapi dia tetap bertahan, tidak mengeluh, tidak minta lepas tutup kepala. Kakak hebat deh!

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan semacam peragaan busana. Anak-anak berjalan dan bergaya di atas catwalk. Ray mengantri karena dia dapat nomer 17. Satu demi satu temannya bergaya, lucu sekali ya anak-anak itu… πŸ™‚ Melambaikan tangan, noleh kanan-kiri, terakhir di ujung catwalk, di depan Para Guru yang bertugas sebagai dewan juri, menutupkan kedua tangan di dada dengan sedikit membungkuk (ini standar yang diajarkan Bu Gurunya).

Hm, Raynar bisa ga ya bergaya seperti itu…

Mama memberi contoh, meyakinkannya bahwa dia bisa melakukannya (tapi tetep kuatir dia pemalu). Dan giliran Ray maju ke depan… Hasilnya, dia tidak malu-malu bergaya, tersenyum terus dia! Mama menyemangatinya… (dalam hati mama bersorak kegirangan!)

Ah, Nak… sampe hampir menangis Mama melihatmu tampil. Kakak melakukannya dengan berani dan percaya diri. Kakak hebat!

Maafkan Mama yang sedikit sangsi akan kemampuanmu (tentu Mama tidak akan bilang padamu waktu itu)… Mama salah, karena Kakak Ray sudah membuat Mama bangga luar biasa! Ya, bangga luar biasa!

 

 

Iklan

25 thoughts on “Bangganya Mama (Ray usia 3 tahun)

  1. Saya bisa merasakan kebanggaan yang penuh di benak Mama Ray …
    Saya pun pernah begitu …
    ketika anak-anak saya masih TK …
    And yes … persis seperti Ray …
    Karnaval keliling kompleks … lalu di akhiri dengan peragaan busana …
    dan tidak lupa dengan salam takzim dua tangan didepan dada lalu membungkuk …

    Ah indahnya …

    Suka

    • Iya Om Trainer, bangga yang membuncah!
      Karena Ray termasuk anak spesial, perasaan itu membuat saya bahagia sekali. Dia bisa, dia mengerti, dia bisa menikmati.
      Jadi, saya tidak akan lagi meragukan kemampuan anak-anak saya, terus menyemangatinya, dan menghargai setiap proses belajarnya, bukan hasilnya semata.

      Suka

  2. Ray hebat..! kadang2 kita emang suka meragukan kemampuan anak ya ma…tapi Ray pasti bangga punya mama yang selalu mendukungnya…salam sayang buat mama dan Ray dari bandung selatan (cari about…belum nemu juga,nyimpennya dimana ma?)

    Suka

  3. betapa bangganya kita saat menyaksikan anak kita tampil….
    dulu aku juga seneng banget waktu rahma pertama tampil…padahal bukan pemeran utama, tetep aja rasanya pengen nangis pas liat dia tampil…terharu.
    Anaknya kadang biasa aja, tapi para emaknya lebih heboh, bayangkan sepanjang meng-handycam…kuamati semua tertawa bahagia melihat anak2nya….
    selamat ya Ray….kok ga pake baju Jawa seeehhhh???

    Suka

    • Terima kasih, Tante Devi…
      Gak dapet baju Jawa… πŸ™‚ lagian kalo baju Jawa kupikir agak ribet ya, kan pake jarit, bukan celana hehhee

      Suka

  4. Jadi pengen cepetan anakku lahir.
    Aku bisa membayangkan akupun pasti akan sangat terharu ketika buah hati bertumbuh secara luar biasa seperti itu, Mbak!

    Doakan kami ya…

    Suka

    • Iya Mas, Mrs. Verdian sedang berbadan dua kan? (eh, denger dari siapa yah?) Semoga Mas Donny dikaruniai anak yang sehat dan sempurna, pinter kayak bapaknya… πŸ™‚

      Suka

  5. Ping-balik: THE TENDER WHISPERS BY THE LADIES « The Ordinary Trainer writes …

  6. Salam kenal mama Ray………….
    Saya sebenarnya gi nyari2 cth pakaian adat krn tgl 5 juni bsk Alya ( baru satu nech..) mo pawai bareng tmn sekolahnya krn akan ada perpisahan.Belum pawai aja rasanya udah seneng bgt ( hehe lho kok mamanya yang narsis ya ) tapi ya begitulah, apalagi mama ray yg udah ngalamin pasti rasanya susah buat ngungkapin dg kata2 rasa bangganya.semoga bahagia selalu ya mama.skrg Ray pasti udah makin pinter.moga jadi kebanggan mamanya selalu yach.
    Wassalam…….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s