Ada apa dengan Ayah?

Dulu, Ayah enggan membawa bekal, meskipun sudah kutawarkan. Padahal Ayah tahu aku bawa bekal untuk sarapan di kantor, tetep Ayah tidak berminat membawa juga. Kalaupun mau, paling-paling roti tawar oles madu, atau buah pisang. Kadang mau juga bawa bekal nasi komplet, tapi dimakan di dalam mobil, di parkiran.

Tapi, sejak hari Senin kemarin kulihat Ayah minta disiapkan bekal untuk sarapan di kantor. Nasi komplet dengan sayur dan lauk, dan makannya di kantor, bukan lagi di mobil.

Satu lagi, sejak kemarin juga, pagi-pagi minta dibuatkan teh hangat, bukan kopi seperti biasanya. Hmm… ada apa denganmu, Yah? Apa yang kau pikirkan akhir-akhir ini?

Kupikir ini suatu perubahan yang positif. Mencoba untuk hidup lebih sehat. Aku mendukungmu, Yah…!

Iklan

8 thoughts on “Ada apa dengan Ayah?

  1. Wah kalau di sini kebanyakan kerja membawa bekal dari rumah termasuk aku.
    Mulai dari bule sampe asia semua kalau pas jam makan siang ramai-ramai mengeluarkan bekal dan makan bersama.

    Lebih irit dan kata mereka, dari sisi kesehatan jauh lebih terjaga.

    Kupikir ini perubahan positif kok, Mbak πŸ™‚

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s