Apa yang ditabur, itu yang dituai

Suatu hari,

Aku menyimak pengajian Aa Gym di kaset.

“Ketika saya banyak memberi kepada orang lain, maka saya mendapat balasan yang lebih banyak. Coba perhatikan…”

Kemudian Aa Gym mengucapkan salam,

“Assalaamu’alaykum Warahmatullaahi Wabarakaatuh”

“Wa’alaykumussalaam Warahmatullaahi Wabarakaatuh”, yang hadir menjawab salam beliau.

“Saya ulang ya… Assalaamu’alaykum…”

“Wa’alaykumussalaam…”

“Tuh kan, ketika saya sedikit memberi, balasannya juga kurang dari sebelumnya…”

Suatu hari di tahun 2005

Pertama kali menginjakkan kaki di Kantor Pusat DJPBN, deg-degan bercampur kagum. Ini Jakarta!

Gedung berlantai lima, penghuninya kurasa keren-keren, rapi semua, terlihat smart semua. Duh, aku orang baru pindah dari Bumi Anging Mamiri, kantornya di sebuah gedung tua. Sekarang aku berada di gedung yang bagus, area parkir dipenuhi mobil-mobil bagus, mobil para pejabat.

Yang ini gedung Menteri A, yang di sebelah sana gedung Menteri B…

Orang-orang itu… hmm, aku belum kenal mereka. Aku orang baru. Jadi, aku harus menegur mereka, memperkenalkan diri, kalau aku ingin berteman dengan mereka. Buang rasa malu, selama itu bukan kesalahan.

Hasilnya, mereka menerimaku, menyapaku, mengajak bicara. Mereka orang-orang yang baik. Mereka memberitahuku ini dan itu. Kini aku telah menuai bernih perkenalan yang manis, teman-teman yang baik dan banyak. Salah satunya, yang menginspirasi untuk belajar menulis di blog, Mbak Dev.

Pekan kemarin,

Berkunjung ke rumah Bang Imoe, Pak Trainer, Pak Raden, Bu Imelda, Bu Tutinonka… Sebelumnya berkunjung ke teman-teman blogger yang lain. Giliran mereka yang berkunjung akhir-akhir ini hehehehe πŸ™‚

Jadi, kalau ingin menuai banyak, banyaklah juga menabur… (Seribu teman terasa sedikit, sedang satuu saja musuh, rasanya pahit) πŸ˜€

Iklan

12 thoughts on “Apa yang ditabur, itu yang dituai

  1. Iya bu …
    Bagi saya … Blogging itu suatu hal yang sangat mengasyikkan namun tidak melenakan …
    Ada banyak hal baru yang bisa kita pelajari dari postingan teman-teman
    Ada banyak “perasaan” baru yang seketika muncul di dalam benak kita …
    Memperkaya bathin kita …

    Dan yang jelas …
    Tabur terus kebaikan …
    Tabur terus senyum …

    Salam saya
    The Trainer

    Suka

  2. Meski saya bukan muslim, tapi saya cukup takjub dengan ajarannya Aa Gym yang anda tulis di bagian depan tulisan ini… Terimakasih, tulisan ini menyapa saya πŸ™‚

    Suka

  3. Saya berkunjung balik, salam kenal juga ya…
    blogging memang menyenangkan, karena kita jadi tau buah pikiran orang lain, kita jadi nambah teman dari tempat yang berbeda-beda…
    Asli Makassar kah? saya sekarang tinggal di sulsel lho…

    Suka

    • Makasih sudah mampir ke gubuk saya, Mbak Nana, blog baru, masih belepotan sana-sini.
      Saya asli Jawa Timur, Mbak, tapi pernah sebentar di Makassar…

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s