Semir Sepatu

Aku punya sepatu hitam. Belakangan ini aku jarang memakainya. Jadi pas kemarin kupakai, terlihat kusam sekali. Cuma kusikat dan aku segera berangkat kerja.

Hari ini, masih sama. Cuma kusikat saja sepatu itu. Lama-lama risih juga memakai sepatu yang hitam kusam tak bercahaya. Dan kuputuskan untuk membeli semir sepatu. Kusemirlah sepatuku di kantor.

Mendadak aku teringat suamiku dan mencoba mengingat kapan terakhir kali aku menyemirkan sepatunya (Mama minta maaf ya, Yah… sungguh aku sangat merasa bersalah kepadamu) 😦 Β Aku tidak ingat kapan…

Astaghfirullaah… ampuni aku ya Rabb, aku telah lalai dan lupa. Terbayang berapa banyak pahala yang telah kusia-siakan, yang tidak kuambil. Padahal mungkin saja Allah menyediakan pahala sebesar gunung bila aku tulus ikhlas melakukannya.

*Yang, aku akan menyemirkan sepatumu lagi…*

Iklan

9 thoughts on “Semir Sepatu

  1. st…ini termasuk dalam perjanjian pranikahku lo dek….
    1. tidak menyetrika seragam dan celana panjang…
    2. tdk menyemir sepatu jingle seragam …
    dan tyt, ada lo hal kecil ini yang menjadikan ‘masalah’ serius di kemudian hari gara2 si istri gabisa nyetrika celana suaminya dengan “satu garis saja”….jadi merasa bersyukur, dulu bikin perjanjian dulu ttg setrikaan….(pembenaran pribadi…)

    Suka

    • Kalau dibicarakan baik-baik, tentu tidak menjadi soal… Tapi dibalik kerapihan suami, aku memandang kagum kepada si isteri, Mbak. Makanya aku kadang sedih dan merasa bersalah, ada yang kecil-kecil seperti itu yang tidak bisa kulakukan sepenuhnya.
      *kok jadi pingin nangis yah…*

      Suka

  2. tapi mamaray jangan terlalu “menghukum” diri sendiri
    karena banyak kerja lain yang membuat mamaray belum bisa memperhatikan semuanya kan…
    banyak bentuk cinta kepada suami dengan hal-hal lain kok

    menjadi mama dan istri yang sempurna itu amat sangat sulit sekali
    tanpa ada korban fisik dan psikis
    sebaiknya dinikmati saja semuanya

    EM

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s