Alhamdulillaah, Empat, InsyaAllah

Bismillaah…

Lama ngga update blog. Hihihi… Jujur saja, mengerjakan NHW itu oke banget buat semangat nulis blog. Nah, setelah selesai sembilan pekan Kelas Matrikulasi IIP, ngga ada lagi NHW doong… jadi blognya sepi lagi. Apalagi di akhir-akhir Matrikulasi, saya mulai merasakan perubahan tubuh. Pasalnya saya positif hamil. Alhamdulillaah.

Beberapa waktu lalu saya sempet mellow di cerita yang ini, File’s Not Found. Alhamdulillah, Allah kembali mempercayakan sebuah amanah agung untuk kami.

Baruuu aja tempo hari di NHW#8 saya menuliskan azzam untuk memiliki iman baja, maasyaaAllah, Allah langsung mengujinya dengan kehamilan ini. InsyaAllah ini takdir Allah yang terbaik untuk kami sekeluarga.

Banyaaak bersyukur karena saya merasa excited di kehamilan ini. Namun tetep merasa seperti ngga banyak tahu ilmu kehamilan karena jarak yang cukup lama. Apalagi sekarang semakin berkembang itu ilmu-ilmu pengasuhan dan perawatan bayi. Alhamdulillaah, di kelas Matrikulasi kemarin, saya jadi berteman dengan ibu-ibu muda yang update ilmu terbaru. Hehe.

Alhamdulillaah juga, anak-anak sudah besar-besar, jadi sudah mulai mandiri, dan bisa dimintai bantuan ketika saya mulai teler, mual-mual, pusing-pusing. Hihi.

Iya, sudah sebulan ini, saya mual-mual khas trimester pertama. Jadi, apa kabar ceklis-ceklis di NHW yang sudah dibuat? Dengan sedih, saya katakan, berantakan! Huhuhu… Sediih karena banyak hal terlewat. Jadwal harian tak terlaksana. Mual-pusing ini sesuatuu banget.

Jadi saat ini saya masih memaafkan diri sendiri karena belum mulai aktif melaksanakan jadwal. Masih sering tiduran di kala mual-pusing mendera.

Etapi, hari ini saya merasa fit. Saya nulis di blog saja. Alhamdulillaah.

Sekian.

NiceHomeWork#9

Nice HomeWork#9

*BUNDA sebagai AGEN PERUBAHAN*

Bunda, kalau sudah menemukan passion (ketertarikan minat ) ada di ranah mana, mulailah lihat isu sosial di sekitar anda, maka belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat.

Rumus yang kita pakai :

*PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE*

Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.

Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.

Sehingga bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.

Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.

Mulailah dari yg sederhana, lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita.

Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita.

Bagaimana caranya? Isilah bagan-bagan di bawah ini:

Selamat menjadi agen perubahan, karena…

_Everyone is a Changemaker_

( Setiap orang adalah agen perubahan)

Sampai jumpa di perkuliahan Ibu Profesional selanjutnya untuk bisa lebih memahami secara detil matrikulasi IIP ini.

Salam,

/Tim Fasilitator IIP/


Bismillaah,

Sebenernya kegiatan sejenis ini sudah pernah saya coba lakukan. Namun tidak berlanjut, karena saya sudah mulai hopeless. Hehe.

Sebagai warga pendatang, saya ingin lebih mengenal lingkungan tempat tinggal saya, maka saya mengikuti arisan Ibu-ibu tingkat RW. Namun seiring berjalan waktu, saya merasa kurang nyaman disebabkan oleh adanya praktik riba pada sistem simpan-pinjam di arisan tersebut. Saya mencoba membuka diskusi mengenai itu, namun ibu-ibu merasa bahwa yang mereka lakukan adalah lumrah, toh semua anggota setuju. Yaaa, seperti itulah. Pinjaman berbunga.

Yang kedua, ketika Ulung mulai sekolah di Paud dekat rumah. Saya lihat, ibu-ibu di sana menunggu anak-anak dengan hanya ngobrol, makan-makan, rumpi-rumpi gitu deh. Jadi saya berinisiatif membawa buku dan majalah lama saya. Peminatnya sedikit, hihihi. Antusiasme membacanya juga kurang. Hanya 1-2 orang yang menyambut baik.

Namun sejak ada NHW#9 ini, saya berpikir untuk membawa majalah dan buku-buku lagi. Apalagi sekarang saya sudah semakin akrab juga dengan ibu-ibu itu. Ditambah lagi, di antara mereka ada yang berprofesi sebagai guru SBK. Sepertinya saya perlu mengajaknya bicara untuk do something different di Paud.

Berikutnya, sejak NHW#7, saya memutuskan untuk back to craft. Pertimbangannya adalah saya menjadi produsen pernik-pernik yang bisa dijual oleh anak khodimat saya, demi membantunya memperoleh tambahan penghasilan.

Saya belum bisa post tabel di blog, jadi NHW#9 saya, adalah :

  • Minat, Hobi, Ketertarikan :
    Craft
    Buku
  • Skill :
    Membuat Kreasi, Percaya diri, Komunikatif
  • Isu Sosial :
    Sampah
    Kurangnya minat baca

 

  • Masyarakat :
    Ibu-ibu dan Anak-anak di Paud, Khodimat

 

  • Ide Sosial :
    Sharing pembuatan kreasi berbahan sampah/ barang bekas, Menyediakan majalah dan buku-buku, Mendongeng / Membacakan buku.

 

Semoga Alloh Ta’ala memberikan kemudahan kepada saya dan Teman-teman melaksanakan NHW#9 ini yaa…

Materi 9 Matrikulasi IIP Batch 3

BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN

Perempuan, khususnya seorang ibu, adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama.

Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat.

Maka berkali-kali di Ibu Profesional kita selalu mengatakan betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu. Karena

“mendidik 1 perempuan sama dengan mendidik 1 generasi”

Maka apabila ada 1 ibu membuat perubahan maka akan terbentuk perubahan 1 generasi yaitu generasi anak-anak kita. Luar biasa kan impactnya.

Darimanakah mulainya?

Kembali lagi, kita harus memulai perubahan di ranah aktivitas yang mungkin menjadi

“MISI SPESIFIK HIDUP KITA”

Kita harus paham *JALAN HIDUP* kita ada dimana. Setelah itu baru menggunakan berbagai *CARA MENUJU SUKSES*.

Setelah menemukan jalan hidup, segera lihat lingkaran 1 anda, yaitu keluarga. Perubahan-perubahan apa saja yang bisa kita lakukan untuk membuat keluarga kita menjadi *CHANGEMAKER FAMILY*.

Mulailah dengan perubahan-perubahan kecil yang selalu konsisten dijalankan. Hal ini untuk melatih keistiqomahan kita terhadap sebuah perubahan.

Maka gunakan pola _kaizen_( Kai = perubahan , Zen = baik) Kaizen adalah suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus dan berkesinambungan.

Setelah terjadi perubahan-perubahan di keluarga kita, mulailah masuk lingkaran 2 yaitu masyarakat /komunitas sekitar kita. Lihatlah sekeliling kita, pasti ada misi spesifik Allah menempatkan kita di RT ini, di Kecamatan ini, di kota ini atau di negara ini. Lihatlah kemampuan anda, mampu di level mana. Maka jalankan perubahan-perubahan tersebut, dari hal  kecil yang kita bisa.

*START FROM THE EMPHATY*

Inilah kuncinya.

Mulailah perubahan di masyarakat dengan membesarkan skala perubahan yang sudah kita lakukan di keluarga.

Sehingga aktivitas kita di masyarakat tidak akan bertabrakan dengan kepentingan keluarga. Bahkan akan saling mendukung dan melengkapi.

Setelah EMPHATY maka tambahkan PASSION, hal ini akan membuat kita menemukan banyak sekali SOLUSI di masayarakat_

KELUARGA tetap no 1, ketika bunda aktif di masyarakat dan suami protes , maka itu warning lampu kuning untuk aktivitas kita, berarti ada yang tidak seimbang. Apabila anak yang sudah protes, maka itu warning keras, LAMPU MERAH. Artinya anda harus menata ulang tujuan utama kita aktif di masyarkat.

Inilah indikator bunda shalehah, yaitu bunda yang keberadaannya bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan lingkungan sekitarnya.

Sehingga sebagai makhluk ciptaan Allah, kita bisa berkontribusi kebermanfaatan peran kita di dunia ini dengan “Rasa TENTRAM”.

Salam,
/Tim Matrikulasi IIP/

Sumber Bacaan :
Masaaki Ima, Kaizen Method, Jakarta , 2012
Ashoka Foundation, Be a Changemaker: Start from the Emphaty,  2010
Materi-materi hasil diskusi keluarga bersama Bapak Dodik Mariyanto, Padepokan Margosari,  2016

Review NHW#8

Review NHW #8
Matrikulasi Ibu Profesional batch #3

MISI HIDUP dan PRODUKTIVITAS

Terima kasih untuk teman-teman yang sudah mengerjakan NHW#8 dengan bersungguh-sungguh. Perbedaan dari orang yang sama-sama belajar itu adalah dari kesungguhannya. Ada yang hanya sekedar menggugurkan kewajiban yang penting sudah mengumpulkan PR dan ada yang memang bersungguh-sungguh mengerjakan untuk menjadikannya “ROAD MAP” dalam kuliah kehidupannya. Maka di NHW #8 ini kita akan melihat bagaimana produktivitas seorang bunda bisa erat berkaitan dengan misi spesifik hidupnya.

Pola BE-DO-HAVE yang kita gunakan ini akan membuka mindset kita terlebih dahulu akan sebuah makna produktif, kemudian mengerjakan sesuai dengan jalan hidupnya, dan akhirnya mendapatkan hasil dan pencapaian yang cocok antara kehendak kita dan kehendak Allah. Hal ini akan membuat bunda lebih mantap melangkah, apalagi kalau dihubungkan dengan pertanyaan NHW#8

Pertanyaan di NHW #8 itu saling berkaitan, mari kita simulasikan berrsama, kemudian aplikasikan sesuai dengan diri bunda masing-masing.

a. Ambil satu saja dari  aktivitaa yang anda SUKA dan BISA

Misal : Memasak

b. Anda ingin menjadi apa? ( Be)

Misal : ingin menjadi ahli memasak untuk makanan ” gluten free”

c.Apa yang ingin anda lakukan? (DO)

misal : saya akan mulai bereksperimen tentang makanan gluten free dan mengedukasi masyarakat tentang makanan gluten free.

d. Apa yang ingin anda miliki? (Have)

(bisa secara materiil maupun immateriil bebas anda pilih, boleh salah satu atau dua-duanya)

contoh :
Materiil : Saya ingin memiliki rumah  “healthy food”

Immateriil : saya ingin memiliki legacy dalam hidup saya ttg makanan “gluten free” ini sehingga anak Indonesia akan tumbuh dengan sehat tanpa bergantung dengan gandum.
Setelah itu kita susun langkah-langkahnya :

a. Life time purpose
Saya ingin  memperjuangkan Indonesia Bebas Gandum, dengan mulai menghilangkan ketergantungan masyarakat terhadap gandum

b.Strategic Planning
Dalam waktu 5 tahun ke depan saya ingin dikenal sebagai ahli gluten free, sehingga saya konsisten mempelajari hal tersebut mulai dar sekarang.

c. New Year Resolution
Dalam kurun waktu 2017 – 2018 ini saya ingin menerapkan program “One Month One Recipe” sehingga akan muncul 12 resep baru gluten free dalam 1 tahun ini, dan mengajarkannya kepada anak-anak dan keluarga di sekitar saya.

Apabila sampai sekarang Anda masih galau belum menemukan apa sebenarnya yang akan anda lakukan, jangan khawatir.
Mari kita kuatkan proses,

Karena

Proses itu HAK kita, dan hasil itu HAK ALLAH

Nah untuk lebih menguatkan proses, silakan buat list dan tempel di rumah, ada banyak contoh, salah satunya saya berikan sample di bawah ini:

Ini contoh menguatkan BE-DO-HAVE mingguan sampai ketemu ranah produktivitas bunda.

Tahapannya :

🍀ambil ranah yang anda SUKA dan BISA dulu,

🍀simulasikan di form BE-DO-HAVE

🍀Susun lifetime purpose, strategic plan dan new year resolution

🍀Turunkan secara mingguan aktivitas-aktivitas yang harus anda capai untuk bisa menjadi bunda produktif.

Demikian review NHW#8 silakan dicermati sekali lagi, karena ini akan menjadi pijakan untuk tahap berikutnya.

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

 

Sumber bacaan :
David Y,  The “Be Do Have” Paradigm, Avenue South, 2013
Tim Matrikulasi IIP, Misi dan Produktivitas, 2016
Hasil Nice Homework #8, peserta matrikulasi IIP batch #3

 

NiceHomeWork#8

MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Bunda, setelah di materi sesi#8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :

a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)

b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE DO HAVE” di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulsi IIP/

____________________________________

MaasyaaAllaah…

Aktivitas yang saya SUKA DAN BISA : Craft dan Belajar Bahasa Arab

1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)

Hamba Alloh yang semakin sadar akan pengawasan-Nya, Istri dan Ibu yang menyenangkan, pelaku gaya hidup Go Green, crafter
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)

Belajar agama lebih banyak, belajar Bahasa Arab sehingga anak-anak termotivasi untuk mempelajarinya juga, mengikuti rangkaian pembelajaran di Institut Ibu Profesional, tetap memasarkan buku-buku di onlineshop, mengalokasikan waktu lebih banyak untuk kegiatan craft.
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

Iman baja, Keluarga yang se-visi dalam Islam, Integritas dalam peran saya sebagai ibu dan istri, toko buku, barang kerajinan siap jual (ready stock).

 

3 (tiga) aspek dimensi waktu :

1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

Ridho Allah, ridho suami, ridho orangtua, generasi tangguh yang shalih-shalihah, memberi banyak manfaat kepada sesama.

2. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)

Menyebarkan semangat cinta buku dan cinta kegiatan Go Green, melaksanakan Haji bersama suami, memiliki penghasilan dari craft dan buku.
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Bisa mengemudikan mobil, memiliki craft gallery, pindah tempat tinggal, berkontribusi dalam bank sampah (di lingkungan baru yang saya idamkan), DEBT FREE.

 

 

Materi 8 Matrikulasi IIP Batch 3

*MISI SPESIFIK HIDUP DAN PRODUKTIVITAS*

Bunda, perjalanan kita untuk menemukan misi hidup selaras dengan perjalanan produktivitas hidup kita. Maka materi menemukan misi hidup ini, akan menjadi materi pokok di kelas bunda produktif.

Sebelumnya kita sudah memahami bahwa “Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”. Sehingga produktivitas hidup kita ini tidak akan selalu diukur dengan berapa rupiah yang akan kita terima , melainkan seberapa meningkat kemuliaan hidup kita dimata Allah dan seberapa manfaat hidup kita bagi alam semesta.
_____

*Be Professional, Rejeki will Follow*

Tagline Ibu Profesional di atas menjadi semakin mudah dipahami ketika kita masuk ranah produktif ini. “Be Professional” diartikan sebagai bersungguh-sungguh menjalankan peran. Kesungguhan dan keistiqomahan seseorang dalam menjalankan peran hidupnya  akan meningkatkan kemuliaan dirinya di mata Allah dan kebermanfaatan untuk sesama.

“Rejeki will follow’ bisa dimaknai bahwa  rejeki  setiap orang  itu sudah  pasti, yang membedakan adalah nilai kemanfaatan dan keberkahannya seiring dengan bersungguh-sungguh  tidaknya seseorang menjalankan apa yang dia BISA dan SUKA.
_____

*Uang akan mengikuti sebuah kesungguhan , bukan bersungguh-sungguh karena uang*

Pada dasarnya menemukan misi hidup itu tidak ada hubungannya dengan usia seseorang. Semakin awal seseorang merasa “galau” kemana arah hidupnya, semakin “risau” untuk mencari sebuah jawaban “mengapa Allah menciptakan dirinya di muka bumi ini?” maka semakin cepat akan menemukan misi hidup.

Kalau di pendidikan berbasis fitrah, proses ini secara alamiah akan dialami oleh anak-anak pre aqil baligh akhir ( sekitar 10-13 th) dan memasuki taraf aqil baligh ( usia 14 th ke atas). Maka kalau sampai hari ini ternyata kita masih galau dengan misi hidup kita, maka bersyukurlah, karena kita jadi tahu kesalahan proses pendidikan kita sebelumnya, dan tidak perlu lagi mengalami hal tersebut di saat usia paruh baya yang secara umum dialami oleh sebagian manusia yang disebut sebagai (mid-life crisis).

Maka sekarang, jalankan saja yang anda BISA  dan SUKA tanpa pikir panjang,   karena Allah pasti punya maksud tertentu ketika memberikan kepada kita sebuah kemampuan. Apabila kita jalankan terus menerus, kemungkinan itulah misi hidup kita.

Seseorang yang sudah menemukan misi hidup tsb apabila menjalankan aktivitas produktif akan lebih bermakna, karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi-misi hidupnya. Sehingga selalu memiliki ciri-ciri :

a. Selalu bersemangat dengan mata berbinar-binar

b. energi positifnya selalu muncul, rasanya tidak pernah capek.

c. rasa ingin tahunya tinggi, membuat semangat belajar tinggi

d. Imunitas tubuh naik, sehingga jarang sakit, karena bahagia itu imunitas tubuh yang paling tinggi.

Ada 3 elemen yang harus kita ketahui berkaitan dengan misi hidup dan produktivitas :

a. Kita ingin menjadi apa (be)

b. Kita ingin melakukan apa (do)

c. kita ingin memiliki apa (have)

Dari aspek dimensi waktu ada 3 periode yang perlu kita perhatikan :

a. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

b.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahunke depan ( strategic plan)

c. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Setelah mendapatkan jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas, maka mulailah berkomitmen untuk “BERUBAH” dari kebiasaan-kebiasaan yang anda pikir memang harus diubah.

Berikutnya mulai susun langkah-langkah usaha apa saja yang bisa kita lakukan untuk menunjang sebuah produktivitas hidup kita.Mulailah dengan menetapkan target waktu dan jadwal kegiatan selama satu tahun, serta menentukan ukuran atau indikator keberhasilan dalam setiap kegiatan yang kita lakukan.Buatlah prioritas dan pilih hal-hal yang memang kita perlukan. Hindari membuat daftar yang terlalu panjang, karena hal tersebut membuat kita “gagal fokus”.

Demikian sekilas tentang pentingnya misi hidup dengan produktivitas, silakan dibuka diskusi dan nanti kami  akan lebih detilkan materi ini secara real di nice homework #8 berbasis dari kekuatan diri teman-teman yang sudah dituliskan di Nice homework #7.

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/

Sumber bacaan:
Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014
Materi Matrikulasi IIP, Bunda Produktif, 2017
Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015

Review NHW#7

NHW#7 ini adalah sesi Konfirmasi.

Belajar mengkonfirmasi ada yang sudah kami temukan, apa yang sudah kami baca, tentang Diri Kami Sendiri, melalui tools yang dibuat oleh para ahli di bidang pemetaan bakat. Namun perlu diingat bahwa menggunakan berbagai tools peta-bakat adalah sarana terakhir setelah kami menggunakan mata fisik dan mata batin kami untuk melihat dan membaca diri dengan jujur, sehingga kami dapat memahami tanda-tanda yang Alloh Ta’ala berikan agar kami dapat menjalankan peran produktif.

Kabar baiknya, latihan membaca diri ini menjadi berguna untuk kami menggali minat dan bakat anak-anak kami, dari aktifitas keseharian mereka, mengamati sifat-sifat dominan mereka, yang mungkin akan menjadi peran produktif mereka di kemudian hari (tanpa perlu berburu alat pemetaan bakat).

_________

Selanjutnya, di NHW7 saya mendapatkan peta Potensi Kekuatan saya.

Potensi Kekuatan adalah aktifitas yang saya SUKA melakukannya dan saya BISA dengan mudah melakukannya, hasilnya bagus dan produktif.

Mengapa ranah SUKA pertama kali ditekankan? Karena membuat BISA itu mudah, sedangkan membuat SUKA itu baru tantangan.

Setelah ranah SUKA dan BISA ini sudah menjadi “Enjoy, Easy and Excellent”, maka mulai mencoba ke ranah lain selama aktifitas itu masuk dalam kuadran BISA.

Apa saja kaaaaaahhhh?

Kuadran 1 : Aktivitas yang saya SUKA dan BISA : Craft, membaca buku, belajar bahasa (arab/inggris)

Kuadran 2 : Aktivitas yang saya SUKA tetapi saya TIDAK BISA : Mengemudikan mobil, menjahit menggunakan mesin jahit

Kuadran 3 : Aktivitas yang saya TIDAK SUKA tetapi saya BISA : Memasak

Kuadran 4: Aktivitas yang saya TIDAK SUKA dan TIDAK BISA : Mengatur/mencatat keuangan secara rapi

___

Ayo, Mama… semua menjadi semakin jelas. Semangattt!

 

How’s Life?

Setelah tujuh pekan mengikuti Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional, apa kabar, Mamaa?

Huuuuffff…. Harus saya akui bahwa saya sering merasa kalah karena jarang berhasil mulus melaksanakan agenda harian dan pekanan yang sudah saya rencanakan. Kalaupun mayoritas agenda terlaksana, maka pada malam harinya saya merasa kelelahan. Huhuhu…

Ketika mulai berpikir untuk merevisi to do list, jujur deh, bisikan setan muncul untuk memangkas waktu belajar agama dan tilawah Al-Qur’an. Astaghfirullaah, mohon ampun, Ya Allaah. 😦

Lalu, ketika seorang teman memutuskan keluar dari WA Group belajar Tauhid, saya sempat berpikir untuk mengikuti langkahnya, karena jujur saja saya pun belum secara seksama dan mendalam mempelajari materi. Aaah, tidak, tidak, tidaaaak… Ketika agenda pekanan (pekan belajar Tauhid) belum pernah terisi dengan menyimak kajian dan/atau membaca buku tauhid, maka belajar di WA Group ini harus terus dijalankan.

___

Lalu, apa kabar Exciting Thing? apakah selalu excited ketika melakukannya?

Hihihihi. Yaaa lumayaaan. Apalagi ketika pagi-pagi sudah selesai mencuci baju. Rasanya merdeka.

Tapi, tunggu. Kemerdekaan itu kadang melenakan. Karena saya jadi merasa ada waktu untuk bisa berFB ria. Padahal, ada kalanya saya sedang tidak bersemangat promo dagangan. Maka yang terjadi adalah stalking aja.

Untuk Exciting Thing di sore hari, lebih sering meleset dari kandang waktu yang sudah dibuat. Oh Nooo… Jam-jam ini mata mulai mengantuk setelah menjemput anak-anak sekolah.

Berikutnya, aktivitas crafting, ini menyedihkan sekali, karena saya belum lagi melanjutkan hobi saya yang satu ini. Hiks. Padahal, banyak bahan, juga banyak ide. 😦

___

Duh, Mama, mau sampai kapan Kalah Karo Wegah???

 

 

 

NiceHomework#7

Bismillaah

*TAHAPAN MENUJU BUNDA PRODUKTIF*

Bunda dan calon bunda yang masih semangat belajar sampai NHW #7. Selamat, anda sudah melampaui tahap demi tahap belajar kita dengan sabar.

Setelah kita berusaha mengetahui diri kita lewat NHW -NHW sebelumnya, kali ini kita akan mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini dengan tools yang sudah dibuat oleh Abah Rama di Talents Mapping.

Segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah teman-teman tulis di NHW#1 – NHW #6
Semua ini ditujukan agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.

Ketahuilah tipe kekuatan diri (strenght typology) teman-teman, dengan mengikuti tes di http://www.temubakat.com


Perolehan saya adalah :

NR LAILY, anda adalah orang yang berani menghadapi orang secara empat mata,keras kepala, berani mengambil alih tanggung jawab , selalu berpikir “pasti ada jalan dan atau cara yang lebih baik” , selalu ingin memajukan orang lain dan senang melihat kemajuan orang , senang mengkomunikasi ideanya , suka mengumpulkan berbagai informasi atau teratur , pekerja keras, fokus, perfeksionis dalam hal hasil, teliti.


Buatlah kuadran aktivitas, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran.

Kuadran 1 : Aktivitas yang saya SUKA dan BISA : Craft, membaca buku, belajar bahasa (arab/inggris)

Kuadran 2 : Aktivitas yang saya SUKA tetapi sayaTIDAK BISA : Mengemudikan mobil, menjahit menggunakan mesin jahit

Kuadran 3 : Aktivitas yang saya TIDAK SUKA tetapi saya BISA : Memasak

Kuadran 4: Aktivitas yang saya TIDAK SUKA dan TIDAK BISA : Mengatur/mencatat keuangan secara rapi