Kapan yaa aku mulai kenal kain flanel? Hm… Mencoba mengingat-ingat. Kayaknya sejak dua tahun yang lalu deh. Waktu itu, aku berpikir menghias kaos polos dengan flanel, sebagai kenang-kenangan buat anak-anak tetangga, karena kami akan pindah rumah ke Bekasi.
Kaos-kaos ditulisi nama masing-masing anak dan gambar. Ah sayang, file gambarnya belum kutemukan di PC sehingga belum bisa dibagi di sini, proyek pembuatannya aja sudah dua tahun yang lalu. Kala itu flanel dikombinasi sulaman. Bukan sulaman yang berbentuk bunga nan indah ya, Kawan, hanya tusuk ‘delujur’ saja, hyehehhe.
Berikutnya tercetus ide mengkombinasi flanel dan kancing. Medianya tetap kaos polos. Jadi bulan Ramadhan kemarin berburu kancing di pasar Tanah Abang. Hasilnya, hanya dua kaos anak saja yang dibikin, karena udah gak punya waktu (dan malas, heheh). Jadi masih banyak tuh flanel dan kancing-kancing.
Beberapa hari ini, kepingin berkarya lagi, pasca kejadian ketemu bros kerang bertuliskan “KOREA” seperti ceritaku sebelumnya. Sekarang aku lagi bikin bros nih. ART di rumah juga seneng berkreasi. Lumayanlah buat penyegaran, hihi.
Baru punya empat model bros nih. Belum fokus mengembangkan model, karena terbatas waktu. Ngerjain ini tentu setelah Ulung bobok (padahal kalo Ulung bobok, Emaknya juga ikutan merem, kapan nambah karyanya, hihi).
Oiya, bros begini bisa juga loh buat souvenir pernikahan, tentu saja dengan kemasan yang pantas ya, Kawan. Mengenai bagaimana pemasarannya nanti, aku belum ada gambaran jelas nih. Yang penting sekarang aku memperbanyak bros dulu deh. Pemasarannya dipikirkan sambil jalan. Atau, ada ide darimu, Kawan?
*gambar di kaos Kakak dan Bros flanelku
—
mobile wordpress




Lidya
10 Desember 2011 at 9:27 am
bagus dan kreatif bun
—
re : terima kasih, Mbak Lid…
Kusumaning Ratih
11 Desember 2011 at 5:36 pm
tuh bisa, bagus kok….mentoknya disebelah mana?
~Amela~
11 Desember 2011 at 7:51 pm
ih, desain brosnya bagus2 mbak
—
re : ih, seneng banget deh diapresiasi Dik Amela…
Di Jual Rumah
13 Desember 2011 at 3:26 am
Lucunya itu gambar …
—
re : thanks
rully
22 Desember 2011 at 1:52 am
aku njaluk yo
—
re : hihihi